Powered By Blogger

Kamis, 09 Desember 2010

Daniel Roekito, Pelatih Tiga Zaman


DANIEL Roekito adalah satu dari sedikit pelatih senior yang masih manggung di level tertinggi kompetisi sepak bola nasional. Bersama Sartono Anwar (Persibo Bojonegoro), pria berkacamata kelahiran Rembang, 19 Mei 1952 ini pantas disebut sebagai pelatih tiga zaman. Kenapa? Ya, karena pelatih anyar Persib Bandung pengganti Jovo Cuckovic ini sudah melakoni kariernya sebagai pelatih sejak era Kompetisi Galatama, kemudian Liga Indonesia (LI), dan kini Liga Super Indonesia (LSI). "Sebelum pegang Barito Putra di LI pertama, saya melatih dua tim Galatama, BPD Jateng dan Gajah Mungkur Muriatama," kata Daniel.

Pada zaman LI, setelah mengantarkan Barito Putra menjadi semifinalis LI I/1994-1995--disingkirkan Persib di babak semifinal--Daniel menjadi pelatih Persijap Jepara, Pupuk Kaltim Bontang, Arema Indonesia, PSIS Semarang, PSS Sleman, dan Persik Kediri. Prestasi tertingginya di LI adalah mengatarkan Persik menjuarai LI XII/2006. Pada era LSI, di tengah serbuan pelatih muda dan asing, Daniel masih tetap bertahan. Dalam dua edisi LSI (2008-2009 dan 2009-2010), Daniel membesut Persiba Balikpapan. Musim lalu, Persiba diantarkannya menerobos peringkat ketiga di bawah Arema Indonesia dan Persipura Jayapura.

Sebagai pelatih, Daniel terkenal selalu menerapkan disiplin tinggi kepada para pemainnya, tak terkecuali pemain bintang. "Saya tak mengenal pemain bintang. Waktu di Persik, saya pernah menghukum Cristian Gonzales karena tidak disiplin. Kepadanya saya bilang, kalau kamu pemain bintang, pasti tidak akam main di sini (Indonesia-red)," katanya. Meski terkenal disiplin, Daniel ternyata tetap menjalin hubungan baik dengan para pemain. Karena itu, dia juga terkenal dekat dengan para pemainnya. "Di luar lapangan, saya selalu berusaha dekat dengan pemain. Namun, selama latihan, itu milik saya, pemain tidak boleh macam-macam," ujarnya, sambil tersenyum.***

BIODATA

Nama : Daniel Roekito
Kelahiran : Rembang, 19 Mei 1952
Lisensi : A Nasional (direkomendasi ke AFC)
Karir Pelatih
:
BPD Jateng (1990-1991)

Gajah Mungkur Muriatama (1991-1992)

Persijap Jepara (1992)

Pra-PON Jateng (1993)

Barito Putra (1994-1995)

Persijap Jepara (1996-1998)

Pupuk Kaltim (1998-1999)

Barito Putra (1999-2000)

Arema Malang (2001-2002)

PSIS Semarang (2003)

PSS Sleman (2004)

Persik Kediri (2006-2008)

Persiba Balikpapan (2008-2010)

Persib (2010-2011)
Prestasi
: Semifinalis LI I/1994/1995 (Barito Putra)

Juara LI XII/2006 (Persik)

Bobotoh Indramayu Sambut Persib


Persib memang bukan hanya dicintai masyarakat Kota Bandung. Buktinya, masyarakat di Indramayu yang notabenenya adalah bobotoh dengan antusias menyambut kedatangan rombongan Persib yang akan melakukan pemusatan latihan atau "training centre" di sana, Rabu (8/12). Saat bus Persib masuk daerah Indramayu bobotoh sudah menyambutnya. Sepanjang jalan menuju Hotel Wiwi Perkasa, tempat Atep dkk. menginap, bobotoh bersorak-sorai dan melambaikan tangan kepada pemain. Mereka memberikan dukungan Persib latihan di Indramayu. Rombongan tiba pukul 19.15 WIB.

Tim bertolak dari Stadion Persib pukul 13.00. Dengan menggunakan Bus dan mobil kecil, rombongan menempuh perjalanan melalui jalur pantai utara melewati Subang. Tim sempat beristirahat untuk makan siang di RM Sunda Sangkuriang di daerah Subang. Selama perjalanan dari Bandung menuju Indramayu, cuaca dalam kondisi hujan lebat disertai angin kencang. Hal ini membuat kendaraan yang mereka tumpangi lebih hati-hati dan berjalan santai.


Setiba di hotel, para pemain dan ofisial langsung menyantap makam malam. Setelah itu, Daniel mengumpulkan semua pemain dan ofisial untuk melakukan pertemuan di aula hotel membahas program pemusatan latihan di Indramayu. "Para pemain harus tahu program yang akan diterima, sehingga target latihan bisa tercapai," ujar pelatih Daniel Roekito. ***

Tes VO2Max di Atas Limit Waktu


Pelatih Daniel Roekito melakukan tes VO2Max kepada semua pemain di lintasan lari GOR Padjajaran Rabu (8/12) pagi. Daniel baru pertama kali memimpin latihan setelah resmi menukangi Persib. Ia meminta kepada pemain untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan tes lari tersebut. "Lakukan pemanasan dan peregangan otot yang cukup agar tidak mengalami cedera," ujarnya. Dalam tes tersebut, Daniel membagi program lari menjadi dua bagian, yakni 3 x 20 meter dan 2 x 400 meter. Tes tersebut akan menjadi tolak ukur untuk menerapkan program pada pemusatan latihan. Daniel mengatakan, dia akan membangun semangat dan daya juang para pemain di lapangan.


Dari hasil tes tersebut, hampir semua pemain memiliki kecepatan dan daya tahan di atas rata-rata batas waktu yang telah ditetapkan. Meski demikian, terlihat jelas pada termin lari kedua 400 meter, daya tahan serta semangat pemain turun drastis. "Sebetulnya bukan permasalahan bagaimana mereka berlari, tetapi lebih ke semangat dan kepercayaan diri untuk menembus batas kemampuan," ujar Daniel. Menurutnya, pemain Persib itu sudah bisa berlatih pada tahap yang lebih dari ini. "Katakanlah kondisi latihan ini sudah 70%, tetapi kelihatannya mereka selama ini berlatih dengan beban latihan di bawah 60%. Akan sangat sulit bagi tim pelatih jika tidak memaksakan mereka untuk berlatih sesuai dengan kemampuan mereka," ujarnya.

Usai melakukan tes, pemain dipersilahkan untuk pulang dan bersiap-siap berangkat menuju Indramayu untuk pemusatan latihan. "Lebih baik mereka (pemain) berpamitan terlebih dahulu kepada keluarga agar di Indramayu berjalan lancar. Saya memang keras di lapangan, tetapi jika di luar lapangan saya berusaha mengerti apa yang menjadi kebutuhan pemain," ujarnya.***

Gilang tak Ikut ke Indramayu


Karena masih dalam masa pemulihan cedera lututnya, Gilang Angga Kusuma dipastikan tidak mengikuti program pemusatan latihan atau "training centre" (TC) di Indramayu yang dimulai Rabu (8/12) ini. Meskipun demikian, Gilang harus menjalani program latihan khusus yang diberikan tim pelatih selama tinggal di Bandung. "Saya sudah laporkan kondisi Gilang kepada manajer dan pelatih kepala. Dengan pertimbangan psikologis Gilang diizinkan tidak ikut TC di Indramayu, dengan catatan dia harus menyusul jika cederanya pulih," kata dokter tim Persib, dr Rafi Gani di sela-sela latihan pagi di Lintasan Atletik Pajajaran, Jln. Pajajaran Bandung, Rabu (8/12).


Rafi menilai, keputusan pelatih meninggalkan Gilang di Bandung cukup tepat. Karena, katanya, kalaupun dibawa Gilang tidak akan bisa mengikuti program latihan selama TC, dan hal itu akan membuat mental Gilang terganggu. "Selain akan membuat rasa tidak enak pada Gilang, pemain lain pun bisa merasakan hal yang sama. Daripada mengganggu mental Gilang dan para pemain lainnya, Gilang lebih baik melakukan pemulihan di Bandung," katanya. Dengan tidak dibawanya Gilang, TC akan diikuti 17 pemain. ***

Hilton Pulang ke Brasil


Penyerang Hilton Moreira meminta izin pulang ke kampung halamannya Sao Paulo Brasil, Selasa (7/12) sore. Hilton bertolak dari Mes Persib pukul 16.00 WIB, menuju Tangerang menjumpai rekan senegaranya untuk berpamitan. Setelah itu, dia langsung ke Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang. Sebelum berangkat, Hilton terlihat sibuk mengemas beberapa stel baju bola berwarna hitam-merah bertuliskan VSG yang akan diabawa ke Brasil. Menurut dia, baju bola tersebut adalah hadiah untuk tim sepakbola miliknya di Brasil. "Nama tim sepakbola saya adalah Vila Sao Geraldo. Tim tersebut milik keluarga saya secara turun temurun. Saat ini, ayah saya yang menjadi presidennya," ujar Hilton.

Hilton mengatakan, dulu sempat bermain untuk VSG. Dia bermain sebagai gelandang serang. Namun semenjak bermain untuk Persib, dirinya tidak pernah lagi bermain bersama keluarganya. "Sibuk pulang pergi Indonesia-Brasil membuat saya harus berkonsentrasi penuh di Persib," ujarnya. Jika dia akan pulang ke Brasil, saudara-saudaranya meminta oleh-oleh. "Kadang sepatu, baju bola, dan apapun yang berhubungan dengan alat olahraga," ujarnya.


Jika tidak ada kendala, Hilton akan menempuh perjalanan selama 30 jam. Maskapai penerbangan yang ia gunakan adalah Fly Emirates. Bertolak dari Jakarta Rabu (8/12) pukul 00.00 menuju Dubai dengan menempuh waktu 9 jam. Pesawat akan beristirahat sekitar 5 jam saat transit di Dubai. Hilton kembali akan menempuh perjalanan selama 16 jam dari Dubai menuju Brasil. "Jika tidak ada kendala seperti "delay" dan lain halnya, saya sampai di Brasil besok lusa (Kamis) waktu Indonesia," ujarnya.

Sesampainya di Brasil, Hilton akan langsung membenahi rumahnya. Dia pun berencana akan menjual mobil, motor, dan mengontrakkan rumahnya. Menurutnya, semua kendaraan yang dia miliki tidak akan digunakan oleh siapapun selama dia berada di Indonesia. "Akan saya jual semua. Jika saya kembali lagi ke Brasil, baru saya akan mencari penggantinya," ujar pemain bernomor punggung 10. Hilton pulang untuk menjemput istrinya, Bruna Moreira dan anaknya Thomas Khaloa Moreira yang kini berusia 16 bulan. Hilton kembali ke Indonesia pada 17 Oktober. Ia tidak akan ikut pemusatan latihan di Indramayu. ***

TC Persib Pindah ke Indramayu


Tempat pemusatan latihan atau "training centre" (TC) Persib dipindahkan ke Indramayu dari rencana semula di Subang. Meski pindah tempat, rombongan tetap akan bertolak dari Bandung sesuai rencanan, Rabu (8/12) siang setelah Atep dkk. menjalani tes fisik pada pagi harinya di Stadion Persib Bandung. Manajer Persib, H Umuh Muchtar mengatakan, pemindahan ini karena alasan mencari suasana baru, tetapi tidak akan mengganggu program yang sudah ditetapkan. Cuaca di Indramayu dan Subang sama-sama panas, sehingga tidak akan mengalami kendala apapun. "Bobotoh Persib tersebar di Jawa Barat. Selama ini, Persib sudah sering TC di Subang, kali ini kami mencoba pilih tempat baru di Indramayu," ujarnya.

Sekretaris tim, Yudiana mengatakan, pemindahan tempat pemusatan latihan ini memang terkesan mendadak. "Dimanapun tempatnya sama saja, yang penting pemain bisa berkonsentrasi dalam selama melaksanakan pemusatan latihan," ujarnya. Pelatih Daniel Roekito mengaku tidak keberatan dengan pemindahan tempat ini. Dimanapun tempat pemusatan latihannya, asalkan pemain bisa memaksimalkan kesempatan ini untuk melakukan perbaikan. "Paling utama adalah pemain bisa mengikutinya dengan serius," ujar Daniel.***

Daniel Percaya Pemain Muda


Pelatih Daniel Roekito memercayai pemain yang ada sekarang bisa berbuat banyak pada laga melawan Sriwijaya FC 2 Januari 2011. Daniel mengaku tidak akan bergantung pada pemain yang ada di timnas dalam meramu tim. Untuk itu, dia berharap pemain yang tidak memperkuat timnas Indonesia, bisa tampil serius dan memperlihatkan semangat juang tinggi agar mendapatkan tempat inti di tim. "Sepanjang pemain memiliki motivasi tinggi untuk maju, saya akan mendukung. Saya akan bersikap objektif dalam memberikan penilaian," ujar Daniel, di Bandung, Senin (6/12).


Daniel mengaku akan sulit berharap pada pemain yang membela timnas Indonesia dan Singapura karena prestasi mereka saat ini. Timnas Indonesia sudah memastikan diri lolos ke semifinal dan ada peluang ke final. Begitu juga dengan Singapura. Jika lolos sampai final, pertandingan terakhir digelar pada 29 Desember. Dengan begitu, puncak penampilan pemain sudah berada di timnas. Sementara, rentan waktu laga final dengan pertandingan Persib hanya tiga hari. "Saya akan fokus mempersiapkan pemain yang ada dan siap bertanding nanti," ujar Daniel.

Daniel mengatakan, setelah beberapa hari melakukan observasi, ada beberapa pemain muda potensial yang bakal mendapat kesempatan main. Namun, dia tidak bersedia menyebutkan nama. Para bobotoh bisa mengetahui nanti pada saat pertandingan, siapa saja yang mendapat kesempatan main. "Tentu saja jika selama latihan mereka menunjukkan perkembangan positif, akan saya mainkan," ujarnya. ***