Powered By Blogger

Senin, 17 Januari 2011

Mental Pemain Mulai Membaik


Mental pemain semakin terangkat setelah menaklukan Bontang FC dihadapan pendukungnya dengan skor 1-0. Kiper Cecep Supriyatna yang masuk menjadi "starting line up" dalam laga tandang kali ini mengatakan, hasil tersebut membuat pemain makin percaya diri. "Alhamdulillah kami bisa menang, semoga untuk ke depannya PERSIB bisa kembali berada di posisi papan atas klasemen. Dengan adanya rotasi pemain, saya rasa dapat membuat semua pemain lebih bersemangat dan berusaha semaksimal mungkin agar dapat kembali diturunkan. Semua pemain sudah siap semua dalam menghadapi Persisam karena mental kami sudah terangkat," ujar Cecep.

Senada dengan Cecep, stopper Nova Arianto. Ia merasa gembira PERSIB bisa meraih tiga poin. "Kami sangat bersyukur bisa meraih poin di Bontang. Lini belakang juga sudah menunjukkan kemajuan dalam hal komunikasi. Meski masih banyak yang harus diperbaiki, mental kami saat ini cukup baik. Mudah-mudahan ke depannya kami akan lebih baik lagi dan tentunya bisa selalu memenangkan pertandingan," ujar pemain dengan ciri khas kepala plontos ini.


Gelandang muda Dias Angga Putra yang memulai debutnya di LSI, sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan pelatih kepadanya. "Pelatih Daniel menyamaratakan pemain. Memberikan kesempatan bagi para pemain muda untuk berkembang, akan membuat kami berusaha semaksimal mungkin selalu tampil bagus. Bagi saya yang penting tim bisa menang, untuk urusan diturunkan kembali atau tidak, itu adalah hak dan wewenang pelatih," ujarnya.***

Pertahankan Rekor Menang di Bontang


PERSIB bisa mempertahankan rekor selalu menang di Bontang Kalimantan Timur, setelah berhasil mengalahkan Bontang FC 1-0 pada Kompetisi Liga Super Indonesia 2010-2011, di Stadion Mulawarman Bontang, Minggu (16/1). Gol tunggal "Pangeran Biru" dicetak striker Cristian Gonzalez melalui sundulan setelah menerima umpan silang dari Eka Ramdani.

Kemenangan ini disambut suka cita kubu PERSIB karena merupakan kemenangan pertama tandang. Pelatih Daniel Roekito mengatakan, pada pertandingan tersebut, Eka Ramdani dkk. bermain tergesa-gesa. Para pemain tidak bisa mengatur irama permainan. Mereka inginnya cepat menyerang dan mencetak gol. "Kemenangan ini patut disyukuri. Saya akui main PERSIB tidak terlalu bagus, tetapi yang terpenting asal menang dulu agar mental pemain cepat pulih," ujar Daniel.


Menurut dia, setelah PERSIB terus di papan bawah klasemen dan sulit meraih kemenangan, mental para pemain sangat tertekan. Apalagi, terakhir sebelum ke Bontang kalah telak 1-4 dari Sriwijaya FC. Namun, dengan kemenangan ini diharapkan mereka bisa lebih lepas dan tidak ada beban mental lagi.

Pelatih Bontang FC, Fachri Husaini mengatakan, perjuangan para pemainnya sudah maksimal. Meski kalah, Fachri salut dengan perjuangan pemain karena bisa menyulitkan PERSIB. "Kami memiliki materi pemain seperti ini, tapi masih bisa memberikan perlawanan," ujarnya. ***

Manfaatkan Keuntungan Non Teknis


Manfaatkan Keuntungan Non Teknis

Bontang FC tampil dalam kondisi kurang nyaman. Tiga bulan gaji hak pemain belum dibayarkan. Kondisi tersebut membuat Nyeck Nyobe dkk. dalam kondisi setengah hati ketika bermain di lapangan. Bermain mati-matian untuk mengejar bonus kemenangan, bisa jadi dinilai sia-sia karena gaji pun belum dibayarkan.

Situasi tersebut harus bisa dimanfaatkan betul Hariono dkk. Namun, pemain PERSIB jangan terpengaruh soal itu karena bisa memunculkan sikap menganggap enteng lawan. Justru sebaliknya, harus dijadikan pelucut motivasi untuk merebut kemenangan kali pertama pada laga tandang. Apalagi, Stadion Mulawarman tidak begitu angker bagi PERSIB karena di sana "Pangeran Biru" selalu berhasil merebut poin penuh.

Pelatih Daniel Roekito menjanjikan akan melakukan rotasi pemain. Melihat penampilan M. Agung Pribadi yang tampil lugas melawan Sriwijaya FC, tak akan ada keraguan bagi Daniel menurunkan Dias Angga dan Wildansyah. Dengan begitu, hal ini menjadi kesempatan bagi pemain muda memperlihatkan kebolehannya.

Sekali lagi, manfaatkan masalah non teknis di Bontang FC menjadi jalan sebuah keuntungan bagi PERSIB. Namun, hal itu jangan membuat Hariono dkk. menjadi jumawa karena bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri. Ayo, "prung geura tarung" rebut kemenangan tandang pertama. ***

Bobotoh Bontang Akan Birukan Stadion


Bobotoh PERSIB yang berada di Bontang akan memeriahkan dan membirukan Stadion Mulawarman yang akan digunakan pertandingan Bontang FC melawan PERSIB, Minggu (16/1). Hal tersebut dikemukakan Herman Jaelani (45 tahun) ketua bobotoh PERSIB di Bontang. Herman yang akrab disapa "Mang Odoy" mengatakan, dirinya telah menghimpun warga Jawa Barat yang bekerja di Bontang untuk memberikan dukungan kepada PERSIB setiap bertanding.

Hal tersebut telah Odoy lakukan sejak tahun lalu. Melihat besarnya antusias warga Jawa Barat yang bekerja di Bontang untuk mendukung tim kesebelasan "Maung Bandung", membuat dirinya merasa tergugah untuk membentuk komunitas pecinta PERSIB di Bontang. "Cinta dan bangga menjadi landasan utama saya membentuk komunitas pecinta PERSIB yang sudah memiliki anggota sekitar 200 orang ini. Rata-rata mereka adalah orang sunda yang bekerja di sini. Ada yang di PIR (Perkebunan Inti Rakyat), PT Badak (kontraktor) dan berbagai profesi lainnya yang mencintai PERSIB," ujar Odoy.

Awalnya Odoy hanya mengajak rekan kerjanya sesama kontraktor di PT Badak untuk menonton pertadingan PERSIB di Bontang. Namun, lambat-laun banyak para pecinta PERSIB yang bekerja di Bontang ini ikut bergabung dan memberikan sumbangan kepada rekan-rekan yang ingin menonton pertandingan PERSIB. Dengan mengumpulkan uang sumbangan yang diterima dari rekan-rekan kerjanya di Bontang, pada tahun alu, Odoy pernah memberikan akomodasi kepada para pekerja PIR yang notabene warga Jawa Barat yang ingin menyaksikan pertandingan tim kesayangannya berupa tiket dan transportasi gratis.

"Musim lalu saya mengajak lebih dari 100 orang warga Jawa Barat yang ingin menonton PERSIB melawan Bontang FC, bahkan kami menyiapkan mereka tiket dan truk yang dipakai ke stadion secara gratis," ujar Odoy.***

Hilton, "Kami Harus Menang"


Striker Hilton Moreira menyatakan semua pemain PERSIB bertekad untuk merebut kemenangan saat melawan Bontang FC, di Stadion Mulawarman, Minggu (16/1). "Saya siap bermain. Kondisi saya seratus persen fit. Untuk pertandingan nanti hanya ada satu hasil akhir yaitu menang," ujar pemain bernomor punggung 10 tersebut. Ia mengatakan Stadion Mulawarman cukup bersahabat dengan PERSIB. Selama karier main di Bontang, Hilton telah mencetak empat gol. "Dua gol membela Deltras, dua gol lagi bersama PERSIB," ujarnya.

"Stopper" Maman Abdurahman menambahkan, para pemain akan tampil lebih disiplin dalam pertahanan seperti hasil evaluasi pelatih Daniel Roekito atas pertandingan melawan Sriwijaya FC. Oleh karena itu pada latihan Sabtu (15/1) sore, Daniel lebih fokus terhadap penerapan antisipasi bola-bola mati dan pola pertahanan. "Tadi pelatih sudah mengingatkan kita mengenai kedisiplinan terhadap posisi di dalam pertandingan. Dengan demikian, jika saya diturunkan pada pertandingan nanti, saya akan berusaha lebih disiplin dan berkonsentrasi selama 90 menit pertandingan," ujar Maman.

Demikian pula diutarakan Siswanto. Menurut dia, pemain sudah siap membayar lunas kekalahan di Palembang. Untuk itu, PERSIB harus bisa menguasai lapangan tengah. "Tanggung jawab dengan posisi dan berusaha keras membendung serangan lawan akan menjadi tugas kami bersama. Karenanya, komunikasi dan koordinasi sangat diperlukan dalam posisi menyerang maupun bertahan," ujar Siswanto. ***

Daniel Rotasi Pemain


Pelatih Daniel Roekito akan melakukan rotasi pemain saat PERSIB melawan Bontang FC pada Kompetisi Liga Super Indonesia 2010-2011 di Stadion Mulawarman Bontang Kaltim, Minggu (16/1) malam. Dengan bisa kembali bermain Maman Abdurahman setelah menjalani sanksi larangan bermain akibat akumulasi kartu kuning, Daniel berharap dapat menambah kekuatan di lini belakang. Selain itu, kehadiran amunisi muda seperti M Agung Pribadi, Yudi Khoerudin, dan Dias Angga Putra yang sudah siap diturunkan, Daniel akan lebih leluasa menerapkan strategi dan taktik agar PERSIB dapat mencuri poin di Bontang.

Menurut Daniel, dirinya tetap optimistis dapat meraih poin dalam pertandingan tandang kali ini. Daniel akan berusaha memotivasi pemainnya agar tetap bersemangat dan berjuang mati-matian di lapangan nanti. "Kemarin kita tidak memaksimalkan diri, tapi itu kemarin. Melawan Bontang FC bisa menang. Meski tidak mudah, saya menekankan kepada pemain agar kita tidak pulang ke Bandung dengan malu akibat kekalahan yang kita terima," ujarnya. Daniel juga terus mengingatkan para pemainnya mengerti kesalahan-kesalahan kecil yang membuat gawang PERSIB dapat dijebol para pemain Sriwijaya FC. Dengan begitu pemain sendiri yang akan memperbaikinya. ***

Masih Kelelahan, Latihan Diubah ke Sore


Jadwal latihan resmi atau uji coba lapangan Stadion Mulawarman, yang semula akan dilaksanakan Sabtu (15/1) pagi, diubah menjadi sore mulai pukul 15.00 WIB. Perubahan waktu ini karena Eka Ramdani dkk. Masih dilanda kelelahan setelah menempuh perjalanan cukup jauh. Total waktu yang ditempuh rombongan Persib sekitar 17 jam, Jumat (14/1).

Dari Palembang Sumatera Selatan, rombongan bertolak ke Jakarta pukul 7.00. Kemudian dilanjutkan ke Balikpapan naik pesawat pukul 11.45. Tiba di Bandara Sepinggan Balikpapan pukul 15.00 Wita atau 14.00 WIB. Kemudian, dilanjutkan makan di Rumah Makan Pasundan di dekat area bandara. Setelah itu, melanjutkan perjalanan darat ke Bontang sekitar 6 jam.


"Perjalanan sangat melelahkan. Lebih baik pemain istirahat agak lama dulu. Jadi saya pindahkan waktu latihan menjadi sore," ujar pelatih Daniel Roekito, di Bontang, Sabtu (15/1). Ia mengatakan, kondisi di Bontang saat ini tidak begitu panas karena sedang musim hujan. Hal itu diharapkan bisa menguntungkan bagi pemain PERSIB. ***