Powered By Blogger

Jumat, 09 Maret 2012

Persib vs Persela, Tekad Jajang Tebus Kesalahan


Bandung - Laga kontra Persela Lamongan dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL), Minggu (11/3/2012) bakal menjadi ajang pembuktian bagi Jajang Sukmara.

Jajang berniat memperbaiki performanya andai dia kembali dipercaya oleh pelatih Drago Mamic saat menjamu Persela nanti. Insiden gol bunuh diri ketika melawan Persipura Jayapura beberapa waktu lalu, membuat pemain berusia 23 tahun itu bertekad menebus semua kesalahan dalam laga tersebut.

“Mungkin kita semua tahu, kami di sana (Papua) memang kurang beruntung saja. Tapi sebenarnya kami semua anggota tim sudah bermain kompak dan maksimal,” tutur Jajang kepada INILAH.COM ketika ditemui di Mess Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jumat (9/3/2012).

Namun, hal tersebut tak lantas membuat pemain binaan klub Saint Prima itu menjadi patah semangat. Justru, dirinya bertekad menebus semua kegagalan tersebut saat laga melawan Persela Lamongan, Minggu (11/3) nanti. Oleh karenanya, dia kembali berharap mendapat kepercayaan dari pelatih asal Kroasia tersebut.

“Masalah dimainkan atau tidak, itu tentunya urusan pelatih. Tapi saya berharap masuk line up kembali saat melawan Persela nanti. Saya akan coba perbaiki penampilan andai dipercaya kembali sama pelatih,” ucap mantan pemain tim nasional U23 tersebut.

Menang vs Persela, Kado Spesial Buat Ultah Persib


Bandung - Penjaga gawang Persib Bandung Jandri Pitoy berambisi akan memberikan kado ulang tahun Persib dengan mempersembahkan kemenangan saat laga Persib kontra Persela yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Minggu (11/3/2012).

"Saya akan bermain maksimal dan berusaha meraih poin. Apa lagi nanti Persib sendiri berulang tahun. Saya sendiri berambisi akan memberikan kado spesial untuk Maung Bandung," ucapnya saat ditemui di Mes Persib, Jumat (9/3/2012).

Eks pemain Persipura itu mengatakan mempunyai ambisi untuk mendulang poin di sisa 4 laga mendatang ada putaran pertama Indonesia Super League (ISL) 2011/2012.

Bagi Pitoy, kekalahan kemarin saat tur Papua akan menjadi motivasi untuk bangkit dan memberikan yang terbaik di akhir putaran pertama ISL 2011/2012.

6.000 Suporter Dukung Timnas U-21


Jakarta - Lebih kurang 6.000 suporter Merah Putih siap mendukung langsung Timnas U-21 Indonesia yang akan menghadapi tuan rumah Brunei di final Piala Hassanal Bolkiah 2012 di Stadion Hassanal Bolkiah, Jumat malam pukul 20.30 waktu setempat.

"Walau penontonnya lebih sedikit dibandingkan Brunei, tapi saya optimistis Indonesia bisa menang. Pemain-pemain kita jangan menganggap enteng lawan. Brunei sekarang berbeda dengan sebelum-sebelumnya," harap Menpora Andi Mallarangeng dikutip dari situs resmi Kemenpora, Jumat.

Kuota penonton Indonesia dibatasi berjumlah 6.000 orang, sedangkan penonton Brunei 20.000.

Dalam laporan itu, ketika berjumpa dengan masyarakat Indonesia yang melakukan sholat Jumat di masjid-masjid Brunei, banyak masyarakat yang tidak mendapatkan tiket masuk yang gratis itu.

Panitia sudah membagikan sejak pukul 08.00 WIB di stadion dekat tempat pertandingan.

Penonton Indonesia bukan hanya dari seluruh Brunei, melainkan juga dari beberapa derah terdekat di Kalimantan, seperti dari Pontianak yang datang menggunakan dua bis. Sedangkan kapasitas stadion yang pernah dipakai SEA Games 2009 itu mencapai 28.000 orang.

Beberapa jam sebelum pertandingan final Piala Sultan Hassanal Bolkiah antara Indonesia dan Brunei Darussalam, Menpora Andi Mallarangeng mengajak masyarakat Indonesia di Brunei untuk memerahkan Stadion Hassanal Bolkiah.

"Sementara yang di Tanah Air diminta dukungan doanya agar kemenangan diraih Merah Putih Muda," ujar Andi yang akan menyaksikan langsung di stadion.

Ridhuan Sebut Along Sudah Gabung Persib


Malang – Satu legiun asing Arema Indonesia yang berkompetisi di Liga Primer Indonesia (IPL) hengkang dan bergabung dengan Arema Indonesia di Liga Super Indonesia (ISL).

M Ridhuan, gelandang sayap tim nasional Singapura, sudah tak betah lagi dengan konflik internal Arema IPL. Bersama sejumlah pemain lain, mereka memilih hengkang. Meski demikian, Ridhuan memilih tetap di Malang. Arema ISL pun menjadi pilihan.

Berbeda dengan Ridhuan, rekannya di timnas Singapura, Noh Alam Shah (Along), memilih merapat ke Persib Bandung.

Sebelumnya, Along dan Leonard Tupamahu bersama ke Bandung. Namun keduanya membantah akan bergabung dengan Persib. Mereka hanya mengaku bermain golf.

Namun pernyataan Ridhuan menjelaskan semuanya. Menurutnya, Along dan Leo sudah bergabung dengan Persib.

"Saya nggak akan tarik Along ke Arema ISL karena dia sudah di Persib bersama Leo. Sekarang kan dia sudah di Bandung," ujar M Ridhuan, Kamis (08/03/2012).

"Besok Along akan balik ke Malang karena jadi saksi nikahnya Dendi (Santoso)," lanjut Ridhuan.

Pernyataan Ridhuan ini jelas mengecewakan Aremania. Mereka sebelumnya sangat berharap penyerang idola Aremania itu mau merumput di Arema ISL.

Moses Gatal Bikin Gol Lagi Buat Persib


Bandung - Striker Persib Bandung Moses Sakyi menyatakan dirinya sudah tidak sabar untuk merumput kembali bersama tim Maung Bandung. Dia bertekad akan mencetak gol saat laga kontra Persela, Minggu (11/3/2012).

Absen dalam pertandingan terakhir Maung Bandung melawan Persipura Jayapura lalu, membuat pemain asal Ghana itu merasa gatal ingin kembali mencetak gol.

Pemain yang direkrut Maung Bandung awal musim itu ingin memberikan kemenangan bagi semua bobotoh pecinta Persib, yang menurutnya sangat luar biasa dalam memberikan dukungan kepada tim yang dibelanya sekarang ini.

Menurut pemain bernomor punggung 10 itu, setiap pemain sepak bola pasti ingin mencetak gol dalam setiap pertandingan. Bahkan, dia mengungkapkan, mencetak gol sudah merupakan kewajiban bagi dirinya sebagai seorang striker, walaupun dirinya mengaku terkadang sulit untuk mencetak gol dalam sebuah pertandingan.

“Saya datang ke sini sebagai striker yang diharapkan bisa mencetak gol dalam setiap pertandingan. Walaupun, terkadang kita sulit dan bahkan tidak bisa mencetak skor dalam sebuah game. Tapi, terus terang itu tak membuat mental saya menjadi runtuh. Anda tahu, sepak bola itu bukan permainan satu orang, tapi kolektivitas tim,” paparnya.

Inilah Alasan Jajang Tak Drop Usai Gol Bunuh Diri


Bandung - Gol bunuh diri yang dilakukan Jajang Sukmara saat Persib dijamu Persipura, Senin (27/2/2012) lalu, membuat sebagian besar keluarganya merasa khawatir. Siaran radio yang menyiarkan pertandingan tersebut, sepertinya membuat semua sanak famili pemain yang dikenal ramah itu gelisah.

Jajang mengaku, dirinya langsung dihubungi keluarganya seusai pertandingan yang berkesudahan 0–4 untuk kekalahan Maung Bandung. "Wah, ketika mendengar kabar saya melakukan gol bunuh diri, malamnya langsung ditelepon sama keluarga. Mereka menanyakan kondisi saya setelah mencetak gol bunuh diri tersebut. Mungkin mereka semua merasa khawatir sama saya," aku Jajang.

Pemain kelahiran 18 November 1988 itu mengaku, mendapatkan suntikan semangat dari salah seorang anggota keluarganya agar mentalnya tak lantas menjadi drop. Hal tersebut dilakukan karena mereka berharap Jajang bisa terus bermain baik dalam setiap pertandingan yang dilakoni Persib.

Gagalkan Ghana ke PD, Moses Tetap Kagumi Suarez


Bandung - Sebagai warga negara Ghana sekaligus mantan pemain tim nasional, Moses Sakyi mengaku sedih saat negaranya gagal melaju ke semifinal Piala Dunia (PD) Afrika Selatan tahun 2010 lalu. Dia mengatakan, kegagalan tersebut dikarenakan kurang keberuntungan saja.

Meski demikian, Moses melihat satu hal yang membuatnya merasa sedikit kesal. Dia mengaku dirinya kesal terhadap pemain Liverpool berkebangsaan Uruguay, Luis Suarez. Seperti diketahui, Suarez berandil besar dalam kegagalan timnas Ghana melaju ke semifinal berkat perannya sebagai ‘kiper gadungan’. Saat itu, Suarez 'berhasil' menghalau tandukan pemain Ghana dengan kedua tangannya ke gawang Uruguay yang sudah kosong melompong.

"Memang hal tersebut sah–sah saja dilakukan. Tapi, dia (Suarez) mendapatkan ganjaran kartu merah juga. Tentunya saya merasa sedikit kecewa karena negara kami gagal melaju. Suarez mungkin pahlawan bagi negaranya. Tapi, bagi kami itu sangat menyakitkan," ungkap Moses, Jumat (9/3/2012).

Meski demikian, pemain bertinggi 188cm itu tidak menganggap mantan pemain Ajax Amsterdam sebagai musuh nomor satu bagi negaranya. Dia menyatakan jika hal tersebut merupakan sebuah drama yang biasa terjadi dalam pertandingan.

Oleh karenanya, pemain yang sebelumnya membela klub asal Portugal C.D Pinhalnovense itu tetap menaruh rasa kagum dan hormat kepada Suarez. Karena menurutnya, dia merupajkan salah satu pemain terbaik di dunia.

"Ya, kita memang kesal terhadap aksinya tersebut. tapi itulah sebuah pertandingan, dengan segala drama dan kemungkinannya. Dia bukan musuh bagi saya sebagai orang Ghana. Tapi, saya justru merasa kagum padanya. Anda tahu, dia bermain sangat baik selama ini. Dia merupakan salah satu striker terbaik di dunia," tutupnya.