Powered By Blogger

Jumat, 25 Februari 2011

Daniel 'Tantang' Nova Tunjukkan Bukti


Pelatih Persib Bandung, Daniel Roekito menegaskan meski sempat berstatus sebagai pemain inti. Namun, dia tidak menjamin Nova Arianto bakal secara reguler mendapatkan kesempatan bermain atau masuk susunan rencana pemain utama dalam skema yang akan dikembangkan di putaran II nanti.

Daniel bahkan ‘menantang’ Vava –sapaan Nova- untuk membuktikan dirinya memutuskan kembali ke Persib karena seutuhnya memiliki niat mengangkat prestasi Persib.

“Sebagai pelatih saya tentu harus menerima dia kembali, karena yang memutuskan adalah manajemen. Kalau dia menunjukkan kesiapan dan performa bagus, saya pun tentu tidak akan menyimpannya di bangku cadangan. Jika sebaliknya, dia mau tidak mau harus duduku di bangku cadangan,” terang Daniel.

Daniel menyatakan dibandingkan hal yang bersifat teknis dan kebugaran fisik. Vava lebih memerlukan pemulihan mental setelah mengambil sikap mundur sebelum putaran I dimulai.

“Sebelumnya dia sudah menyatakan mundur dari Persib, kemudian dia mengubah keputusannya untuk tetap bertahan. Jadi buat saya, Nova lebih perlu waktu untuk memulihkan kondisi mental atau psikologisnya,” terang Daniel.

Terlepas dari itu, Daniel menegaskan saat ini tak ada satu pun pemain yang dimatanya istimewa atau sudah mendapat jaminan sebagai pemain inti. Semua pemain menurutnya memiliki peluang sama besarnya untuk bermain dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.

Pablo Resmi Dijual ke Persikab


Setelah menolak dipinjamkan, manajemen Persib Bandung akhirnya menyetujui keinginan Pablo Frances untuk dilego. Setelah melalui tahap negosiasi, striker asal Argentina tersebut dijual ke klub Divisi Utama Liga Indonesia, Persikab Kabupaten Bandung.

Kepastian dijualnya mantan pemain Persijap Jepara ini, disampaikan langsung Manajer Umuh Muchtar kepada wartawan, Jumat (25/2/2011) pagi.

“Kita sudah sepakat melegonya ke Persikab. Saya tidak bisa sebutkan berapa nilainya yang jelas Pablo sudah pasti akan bermain di Persikab,” tutur Umuh.

Sebelumnya Pablo menolak keputusan manajemen Persib yang akan meminjamkannya ke Persikabo Kabupaten Bogor. Sebelum kesepakatan penjualaan Pablo ke Persikab dilakukan. Pablo pun bersikap menolak karena tidak mau berstatus dipinjamkan namun kepemilikan penuh.

Selain itu, kewajiban gaji yang kabarnya mencapai Rp 75 juta membuat Persikab agak keberatan. Namun setelah dilakukan pembicaraan dengan manajemen Persikab. Pablo akhirnya resmi dijual Persib ke klub berjuluk Si Dalem Bandung tersebut.

Pablo terpaksa dijual karena saat ini, jatah atau kouta pemain asing Non-Asia di Persib sudah melampui ketentuan yang ditetapkan PT Liga Indonesia. Setelah masuknya Abanda Herman dan Miljan Radovic, Persib memiliki empat legiun impor Non-Asia.

Karena itu, Maung Bandung harus memilih satu diantara dua pemain asing Non-Asia yang masih bertahan yakni Hilton Moreira dan Pablo. Sebelum akhirnya memutuskan menjual Pablo.

Pablo sendiri, pada sesi latihan Jumat (25/2/2011) pagi terlihat masih menjalani latihan di Persib.

Miljan Radovic Pilih Nomor 58


Setelah resmi dikontrak Persib Bandung, playmaker asal Montenegro Miljan Radovic, memilih nomor punggung 58 sebagai identitas dirinya sebagai pemain Maung Bandung.

Miljan jadi pemain ketiga yang direkrut Persib setelah Abanda Herman (Kamerun) dan Matsunaga Shohei (Kamerun). Abanda sendiri memilih nomor punggung keramat 6 yang dikenal sangat identik dengan sosok legenda Maung Bandung, Robby Darwis. Sedangkan Matsunaga memilih nomor punggung 18.

Sekretaris Tim Persib, Yudiana mengungkapkan sebelum memilih nomor punggung 58. Radovic sempat ditawari untuk memakai nomor punggung 14 atau 15 yang musim lalu dipakai Suchao Nutnum.

“Dia menolak nomor punggung yang kami tawarkan dan lebih memilih nomor 58. Tidak tahu alasan pastinya, tapi dia mengatakan memiliki semacam ikatan historis dengan nomor punggung 58,” tutur Yudiana.

Radovic adalah pemain yang tergolong cukup cepat menyita perhatian pelatih Daniel Roekito. Dia hanya butuh satu kali proses latihan dan seleksi untuk membuat namanya masuk dalam daftar pemain Persib di putaran II.

Pemain yang terakhir kali membela klub Montenegro, OFK Petrovac itu menyatakan tekadnya membawa Persib meraih lebih banyak hasil maksimal di putaran II dan mengejar target juara Piala Indonesia 2011.

“Saya sudah berada di tim ini, sudah kewajiban buat saya memberikan yang terbaik,” tandas Radovic yang menjadi pemain asing asal Eropa ke-6 yang pernah memperkuat Persib setelah Pavel Bocian, Marius Muharski, Maciej Dolega, Piotr Orlinski dan Leontin Chitescu.

Nova Arianto Mulai Kembali Jalani Latihan


Setelah menarik pernyataan pengunduran dirinya dari Persib Bandung, Nova Arianto sudah kembali menjalani latihan bersama pemain lainnya di Stadion Siliwangi, Bandung, Jumat (25/2/2011) pagi.

Vava –sapaan Nova- terlihat berada diantara barisan pemain lainnya termasuk striker asal Argentina, Pablo Frances yang masih menunggu keputusan dari pihak manajemen soal statusnya yang kemungkinan akan dipinjamkan atau diputus kontrak.

Sebelumnya Vava menyatakan keputusannya kembali ke Persib karena pertimbangan tidak bisa melupakan Maung Bandung yang sudah dibelanya sejak akhir 2006 atau jelang bergulirnya Liga Indonesia musim 2007.

Kembalinya Vava ke skuad Maung Bandung bisa dikatakan cukup kontroversial. Selain sudah menyerahkan surat pengunduran diri, Vava pun hingga batas waktu yang ditetapkan manajemen, Selasa (22/2/2011) tidak hadir ditengah-tengah tim.

Vava baru menyampaikan dirinya siap kembali membela Persib pada Rabu (23/2/2011) dengan menyampaikannya langsung kepada manajer Persib, Umuh Muchtar.

“Sulit buat saya untuk melupakan Persib. Saya berharap dan akan berupaya memberikan yang terbaik buat Persib di putaran II nanti,” ucap Vava.

Beruntung bagi Vava meski sempat dicap buruk oleh pengurus maupun tim pelatih. Namun pemain yang pernah membela PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya ini, akhirnya dimaafkan dan bisa kembali hadir ditengah-tengah bobotoh.

Daniel Bidik Sapu Bersih di Laga Kandang


Pelatih Daniel Roekito berharap PT Liga Indonesia (Liga) tidak mengubah jadwal putaran II Liga Super Indonesia (LSI). Jika perubahan kembali terjadi, hal itu akan berdampak pada program persiapan tim.

Dikatakan Daniel jika mengacu pada jadwal yang pekan lalu dirilis Liga. Ada perbedaan antara jadwal Persib di putaran I dengan II.

Menurutnya susunan jadwal yang dikeluarkan Liga, bagi Persib cukup mendukung untuk meraih poin yang minimal bisa mengamankan Persib dari kemungkinan harus menjalani laga playoff degradasi.

“Cenderung tidak ada jarak yang terlalu dekat waktu pelaksanaannya. Mungkin ada beberapa, tapi hal itu terjadi di pertandingan kandang. Berbeda dengan putaran I lalu, terutama pada laga di bulan Januari yang tergolong sangat padat,” jelas Daniel.

Persib akan memulai perjuangan di paruh kedua musim ini dengan bertandang ke Stadion H Agus Salim menghadapi tuan rumah Semen Padang, 5 Maret.

Selanjutnya menghadapi Pelita Jaya Karawang di Stadion Singaperbangsa, 12 Maret. Persija Jakarta akan jadi lawan pertama yang dihadapi Maung Bandung di kandang sendiri pada putaran II nanti.

Persib total akan menjalani 9 laga kandang dan 5 tandang. Pelatih Daniel Roekito menargetkan sapu bersih di seluruh laga kandang.

“Susunan jadwal cukup mendukung, tapi itu bukan patokan. Yang pasti kita harapkan 9 laga tandang bisa sapu bersih dengan kemenangan,” terang Daniel.

Jadwal kompetisi sepakbola di Indonesia bisa dikatakan agak unik karena selalu terjadi perubahan signifikan. Perubahan biasanya tidak terjadi sekali atau dua kali, tapi bisa lebih dari itu. Jadi wajar jika klub selalu dituntut menghadapi perubahan jadwal yang terkadang mendadak.(iqbal)

Jadwal Persib di Putaran II LSI
05/03/2011 Semen Padang vs PERSIB
12/03/2011 Pelita Jaya vs PERSIB
18/03/2011 PERSIB vs Persija
24/03/2011 PERSIB vs Persiwa
27/03/2011 PERSIB vs Persipura
01/04/2011 Arema vs PERSIB
09/04/2011 PERSIB vs Bontang FC
13/04/2011 PERSIB vs Persisam
18/04/2011 PERSIB vs PSPS
22/04/2011 PERSIB vs Sriwijaya
07/05/2011 Persijap vs PERSIB
28/05/2011 Persiba vs PERSIB
16/06/2011 PERSIB vs Persela
19/06/2011 PERSIB vs Deltras

Kamis, 24 Februari 2011

Jovo, "Saya Pernah Melihat Permainan Radovic"


Penasihat teknik PERSIB, Jovo Cuckovic mengatakan, dirinya cukup terkesan dengan perekrutan Miljan Radovic. Jovo ketika melatih klub di Serbia, pernah melihat permainan Miljan saat Serbia masih bersatu dengan Montenegro dengan nama Serbia-Montenegro. Menurutnya, ada tiga klub terbaik yang menduduki kancah kompetisi Liga Serbia-Montenegro pada tahun 2005. Yakni, klub-klub tersebut adalah FK Partizan, Redstar Belgrade, VOjvodina.

Jovo mengatakan, karier sepakbola Radovic terbilang bagus karena selalu bermain di klub-klub papan atas Montenegro seperti Lovcen, Grbalj, Sutjeska, Mogren, dan VOjvodina. "VOjvodina adalah klub besar dan termasuk klub terbaik di Liga Montenegro. Pemain-pemain di klub tersebut adalah pemain dengan kualifikasi tertentu," ujar Jovo. Ia mengatakan, dengan pernah bermainnya di klub-klub papan atas Divisi Utama Liga Montenegro, itu menandakan Radovic adalah pemain yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. "Dia mainnya taktis dan disiplin. Dia selalu 'fight' dalam setiap penampilannya," ujarnya. ***

PERSIB Dapat Menjadi "Pilot Project" Industri Sepakbola


Rabu, (23/2) Wakil Direktur PT Persib Bandung Bermartabat M. Farhan dan Risha Adi Widjaya diundang untuk memberikan keterangan mengenai perjuangan PT PBB meraih serta mengembangkan pangsa pasar di industri sepakbola. M. Farhan tampil sebagai salah satu pembicara. Dalam acara yang dipandu oleh Taufik selaku Chief Bussines Officer Markplus, Inc. ini, hadir pula Manager Marketing PT Liga Indonesia Ali Reza, yang memaparkan perjalanan serta perencanaan bisnis PT Liga sejak dibentuknya tahun 2010 melalui peralihan nama Badan Liga Indonesia menjadi PT liga Indonesia.

Ali yang mendapat kesempatan pertama untuk mempresentasikan hasil kinerja bidang marketing PT Liga, mengatakan, betapa sulitnya membangun industri sepakbola di Indonesia yang profesional tanpa kerjasama perusahaan-perusahaan yang berminat menjadi sponsor untuk menggelar kompetisi. Saat ini, yang baru bersedia menggelontorkan dana besar sebagai dana promosi adalah perusahaan rokok.


Usai pemaparan dari Ali Reza, di sesi kedua M Farhan selaku perwakilan direksi PT PBB menceritakan bagaimana asal mula PERSIB sampai saat ini bisa berjalan dan ikut berkompetisi tanpa bantuan dana APBD. Menurut Farhan, PERSIB memiliki keuntungan dengan nama besar serta pendukung yang fanatik. Namun, sampai saat ini Farhan beserta tim di PT PBB sedang berusaha untuk mengubah paradigma berpikir bobotoh dari fanatisme menjadi bangga. Ia mengatakan, beberapa permasalahan teknis di lapangan dalam penyelenggaraan pertandingan kerap menjadi permasalahan pelik. Seperti halnya ketika pertandingan, masih banyak bobotoh yang lebih memilih membeli tiket keriting daripada membeli tiket asli dan lebih banyak bobotoh yang memilih membeli baju tim PERSIB palsu yang di pinggir jalan ketimbang baju asli PERSIB

Meski demikian, Farhan mengerti dan memaklumi kenapa bobotoh melakukan hal tersebut. Pendapatan rata-rata bobotoh saat ini belum dapat mengimbangi kebutuhan industri sepabola yang saat ini mulai dikembangkan oleh PT PBB. Namun Farhan tetap optimistis, PERSIB dapat menjadi "Pilot Project" industri sepakbola yang profesional di Indonesia.***