Powered By Blogger

Kamis, 31 Maret 2011

Partai Persib Lawan Arema Dipimpin Jimmy Napitupulu


Izin pertandingan bagi laga Persib Bandung melawan tuan rumah Arema Indonesia telah dikeluarkan. Dalam pertemuan teknik sebelum laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kab. Malang itu, disebutkan pula perangkat pertandingan yang akan memimpin jalannya pertandingan.

Disebutkan Sekretaris tim Persib Yudiana, wasit yang akan memimpin laga pada Jumat (1/4) itu adalah Jimmy Napitupulu. Sementara asisten wasit 1 yaitu Fahrizal dan asisten wasit 2 adalah Puji Abadi. Sedangkan wasit cadangan bagi laga tersebut yakni Olehadi.

"Disampaikan pula, panitia pelaksana pertandingan telah mengantongi izin keramaian untuk laga besok. Dengan demikian kami sudah mendapat kepastian bahwa laga akan tetap berjalan sesuai jadwal dan sudah tidak ada masalah dengan perijinan dari kepolisian," katanya di Malang, Kamis

Persib Tak Punya Utang


Manajer PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) memastikan, Persib tidak memiliki utang sepeser pun kepada agen pemain asing, termasuk PT Indo Bola pimpinan Eko Subekti, sebesar Rp 650 juta, seperti yang ditagihkan ke PSSI oleh agen bersangkutan.

Yang sebenarnya terjadi, jumlah uang yang ditagihkan agen pemain asing tersebut kepada PSSI merupakan dana yang menjadi hak Persib dari hak siar televisi dalam tiga musim terakhir.

Hal tersebut disampaikan Umuh untuk mengklarifikasi pernyataan Wakil Direktur PT PBB, Muhammad Farhan yang menyatakan ada surat permintaan klarifikasi dari PSSI tentang adanya permohonan pencairan dana hak siar Persib dari PT Indo Bola, sebagai kompensasi pembayaran kewajiban Persib untuk penggunaan jasa agen pemain asing. Seperti dituturkan Farhan, penagihan agen pemain asing tersebut didasarkan pada surat kuasa dari PT PBB yang ditandatangani Umuh.

"Saya kira terjadi kesalahpahaman yang harus diluruskan. Benar yang membuat surat kuasa itu saya karena saya dapat informasi dari sekretaris tim, kalau Persib masih memiliki dana hak siar di PSSI, yang jumlahnya saya pikir lumayan. Nah, surat kuasa pencairan dana hak siar itu, kita percayakan kepada PT Indo Bola yang menawari kita sanggup mencairkan dana tersebut. Jadi, bukan kita yang punya utang, tapi justru uang itu hak kita," papar Umuh dalam konferensi pers yang digelarnya di salah satu rumah makan di Jln. L.L.R.E. Martadinata Bandung, Rabu (30/3).

Ketika ditanya mengenai alasan penguasaan pencairan dana hak siar itu kepada PT Indo Bola, Umuh mengatakan karena agen pemain tersebut menawari dan menyatakan kesanggupan mencairkan dana tersebut karena punya akses di PSSI. "Kepada agen itu, saya bilang, kalau sudah cair langsung ditransfer ke nomor rekening PT PBB, bukan nomor rekening saya pribadi," tegas Umuh.

Tanggal surat

Setelah mempelajari surat dari PT Indo Bola kepada PSSI, Umuh memang menemukan kesan kalau Persib punya utang kepada agen pemain tersebut pada kalimat "untuk pembayaran kewajiban Persib". Selain itu, Umuh juga menemukan adanya kejanggalan pada tanggal surat dari PT Indo Bola kepada PSSI, yaitu 10 Februari 2011.

"Padahal surat kuasa pencairan hak siar itu saya tanda tangani tanggal 13 Februari. Masak agen itu bikin surat sebelum surat kuasa dari kita dibuat," katanya.

Atas kejanggalan tanggal surat itu, Umuh langsung mengontak Eko Subekti di hadapan para wartawan. Dalam perbincangan yang diperdengarkan kepada wartawan, dari seberang telepon Eko meminta Umuh untuk membekukan surat kuasanya. Penjelasan lebih lanjut, Eko berjanji untuk segera bertemu dengan Umuh.

Ditambahkan Umuh, hingga saat ini dana dari hak siar itu belum masuk ke rekening PT PBB.

Daniel Matangkan Taktik "Game"


Pelatih Daniel Roekito mematangkan taktik "game" menjelang lawan Arema Indonesia, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (1/4). Pematangan taktik "game" terakhir dilakukan pada sesi uji coba lapangan Stadion Kanjuruhan, Kamis (31/3) pagi. Dalam latihan tersebut, para pemain diharuskan fokus bermain cepat dan meningkatkan soliditas di lini pertahanan. "Arema itu tim bagus, tetapi kita harus lebih siap meladeni mereka (Arema)," ujar Daniel.

Untuk bisa mendukung taktik seperti itu, Daniel mempersiapkan fisik, kemampuan individu serta kerja sama tim dengan berlatih akurasi tendangan. Mengawali latihan, Daniel memberikan porsi latihan pemulihan fisik kepada seluruh pemain dengan berlari cepat secara bertahap 10 meter, 20 meter, dan 50 meter. Lebih kurang 30 menit pemain digenjot latihan keras dengan berlari cepat yang menurut Daniel mampu melatih daya juang, respon, sensitifitas, dan refleks pemain. "Kecepatan itu diperlukan untuk daya ledak bermain saat berhadap-hadapan dengan lawan. Selain itu, kecepatan adalah kunci untuk memenangkan pertarungan di lapangan. Untuk memiliki kecepatan, kita harus memiliki ketahanan tubuh yang baik," kata Daniel.

Rombongan PERSIB Tiba di Malang


Tim PERSIB tiba di Malang Jawa Timur, Rabu (30/1) pukul 15.00 WIB. Rombongan berangkat ke Malang menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air tujuan Surabaya. Sesampainya di Bandara Internasional Juanda, tim melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus yang disiapkan oleh panitia pelaksana Arema Indonesia. Sebelum bertolak ke Malang, tim PERSIB rehat sejenak untuk santap siang di RM Pringgodani yang berada tidak jauh dari lokasi bandara.

Usai santap siang, tim yang melanjutkan perjalanan menuju Malang dan menempuh lebih kurang tiga jam perjalanan untuk menuju hotel Regent di Malang. Sesampainya di hotel, pelatih Daniel Roekito mengingatkan kepada seluruh pemain untuk beristirahat dan menjaga kondisi untuk berlatih Kamis (31/3) pagi.***

Dias Berpeluang Tampil


Untuk pertama kali sejak kembali dari tim nasional, Dias Angga Putra akan masuk dalam daftar susunan pemain yang akan diturunkan pelatih Daniel Roekito pada saat PERSIB menghadapi Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kab. Malang, Jumat (1/4). Selain termasuk dalam daftar 18 pemain yang diboyong ke Malang, peluang Dias dimainkan juga sempat diisyaratkan Daniel.

"Dias main, saya kira bisa saja. Saya pernah menang di Malang ketika menurunkan para pemain muda. Mereka bisa menang karena punya semangat. Itulah yang dibutuhkan lawan Arema," kata Daniel di Mes PERSIB, Rabu (30/3), sesaat sebelum berangkat menuju Malang. Rombongan PERSIB meninggalkan Mes PERSIB sekitar pukul 8.00 WIB menuju Bandara Husein Sastranegara Bandung dan menggunakan penerbangan pukul 10.15 WIB ke Surabaya.***

PERSIB Bidik Poin di Malang


PERSIB “Maung Bandung” bertekad meraih poin saat bertandang ke Malang melawan Arema Indonesia pada kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (1/4). Modal menang 5-2 atas Persiwa dan hasil seri 2-2 dengan Persipura di kandang membuat pelatih Daniel Roekito yakin bahwa timnya bisa mencuri poin.

“Semangat bertanding dan motivasi anak-anak sudah kembali stabil. Saya harap anak-anak bisa bermain lepas dan maksimal, sehingga dapat mencuri poin dalam laga tandang melawan Arema Indonesia. Dari segi teknik dan strategi pun sudah kami siapkan, mudah- mudahan dapat berjalan sesuai yang diharapkan," ujar Daniel saat ditemui disela-sela keberangkatan tim, Rabu (30/3). Namun, Daniel belum bisa menentukan "starting line-up" yang akan diturunkan nanti. Menurutnya, siapa-siapa saja pemain yang akan diturunkan untuk menghadapi Arema akan dilihat pada sesi latihan terakhir, Kamis (31/3) di Malang.***

Daniel Benahi Mental


Jelang laga tandang melawan Arema Indonesia, Jumat (1/4), pelatih Daniel Roekito lebih berkonsentrasi kepada pemulihan mental bertanding. Hal itu dilakukan saat PERSIB berlatih di Stadion Siliwangi Selasa (29/3). Daniel percaya dengan mengangkat mental bertanding anak asuhnya, tim "Maung Bandung" akan dapat berlaga maksimal melawan tim mantan juara ISL 2009-2010 ini. "Selama ini anak-anak takut dan terlihat kurang percaya diri dan percaya kawan sendiri. Sebetulnya saya ini punya banyak pemain bagus, tetapi setelah berada di lapangan, mereka terkadang tidak pede dan ketakutan oleh pergerakan lawan," ujar Daniel.

Selama latihan, Daniel tidak henti-hentinya mengingatkan kepada anak asuhnya untuk tetap berani melakukan pergerakan dan melakukan gebrakan-gebrakan yang tidak diduga oleh lawan. Menurut Daniel, penting untuk tim jika pergerakannya sulit dibaca oleh lawan. "Pergerakan menusuk jantung pertahanan lawan atau penetrasi serta melakukan penekanan di garis pertahanan lawan akan membuat lawan depresi serta dapat membuat mereka takut dan kehilangan konsentrasi," ujar Daniel.***