Powered By Blogger

Selasa, 13 Maret 2012

Rencana Go Public Sudah Lewat Survei Bobotoh


Bandung - Dari sisi kinerja, kerugian Persib setiap musimnya terus menyusut. Pada September 2012 Persib dipastikan bisa menghapus kerugian dan mencatat kinerja positif.

Wakil Direktur PT Persib Bandung Bermartabat M Farhan di Bandung menyebutkan, tiga tahun lalu kerugian mencapai Rp18 miliar, tahun 2010 rugi Rp12 miliar, namun terakhir musim 2011 kerugian tinggal Rp4 miliar karena masih pembenahan.

“Pada 2012, kami optimis bisa meraih kinerja positif," kata Farhan.

Selain kinerja yang terus membaik, langkah Persib melangkah ke pasar modal juga dilakukan melalui survei profil, demografi dan psikografi Bobotoh Persib yang dilakukan pada 2011.

Survei itu melibatkan konsultan Synovate, yang berperingkat tujuh lembaga survei dunia. Hasil survei itu akan sangat membantu mengenal bobotoh dan mengidentifikasikan keinginan bobotoh.

PSSI Paksa Klub ISL Masuk LPI


Jakarta – PSSI dengan tegas menyatakan tidak akan mengembalikan hak suara klub-klub yang berkompetisi di Liga Super Indonesia (ISL) selama mereka tidak mengikuti kompetisi resmi PSSI.

Hal ini diungkapkan PSSI kepada KONI, yang membentuk tim rekonsiliasi untuk menyelesaikan konflik sepak bola nasional.

“Undangan hanya kepada voters yang hanya ada di kompetisi resmi. Kalaupun diundang (klub-klub ISL) hanya jadi peninjau,” ujar Saleh Mukadar, deputi sekjen bidang kompetisi PSSI, dalam jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta.

Ini menjelaskan rencana PSSI sebelumnya yang akan mengundang klub-klub ISL untuk bertemu pada hari Rabu (14/3/12). Sebelumnya, banyak pihak berharap rekonsiliasi bisa tercapai usai pertemuan tersebut dan mengembalikan hak suara klub-klub ISL yang sudah dicabut.

“Menurut regulasi, berhubungan dengan orang yang dihukum itu dilarang. Undangan tanggal 14 itu pun informal,” lanjutnya.

“Kami bersedia mengakui mereka asal mereka juga mengakui PSSI sebagai lembaga yang sah dan berkompetisi di kompetisi yang sah di bawah kendali PSSI,” tegasnya.

PSSI Tak Mau Duduk Bersama dengan KPSI


Jakarta – FIFA dalam suratnya meminta PSSI untuk menyelenggarakan Kongres Tahunan sebelum 20 Maret, yang sekaligus menjadi wadah rekonsiliasi dua belah pihak yang tengah berseteru, namun PSSI memiliki pandangan lain.

Menurut PSSI, seperti diungkapkan Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Mukadar, rekonsiliasi bukan berarti mengundang anggota-anggota yang telah dihukum untuk duduk bersama dalam kongres.

FIFA sudah menegaskan bahwa jika sebelum 20 Maret rekonsiliasi tidak juga tercapai, maka permasalahan di PSSI akan dibahas dalam Komite Asosiasi FIFA untuk selanjutnya dibahas mengenai hukuman.

“Rekonsiliasi bukan berarti bertemu dua belah pihak. Menurut regulasi, berhubungan dengan orang yang dihukum itu dilarang,” ujar Saleh, dalam jumpa pers di Kantor PSSI.

“Salah satu agenda kongres itu nantinya membentuk tim khusus dengan konsep-konsep yang dibicarakan Pak Widja (CEO PT LPIS) dengan target berapa bulan. Inilah yang nanti kita ajukan ke Komite Asosiasi FIFA sebagai upaya rekonsiliasi,” lanjutnya.

“Soalnya, permasalahan yang terlalu rumit ini tidak akan bisa langsung selesai hanya dengan duduk bersama begitu saja,” ia menegaskan.

Saleh menambahan, jika konsep-konsep yang sedang direncanakan tersebut selesai disusun tepat waktunya, tenggat waktu dari FIFA untuk Indonesia bisa bertambah lagi.

“Harapannya, dengan penjelasan ini, Komite Asosiasi tidak perlu membawa permasalahan ini ke Komte Eksekutif FIFA. Jadi tenang saja, waktunya masih panjang,” Saleh menutup.

Halah...Kapten Arema Pun Terpaksa Absen


Bandung – Tak hanya mesin gol Marcio Souza, Arema Indonesia juga harus kehilangan kapten Charis Yulianto saat menghadapi Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang.

Charis Yulianto, palang pintu paling berpengalaman di Arema, tak bisa tampil karena menjalani sanksi skorsing. Dia sudah mendapatkan dua kartu kuning.

Saat menghadapi Pelita Jaya Karawang, Minggu (11/3/2012), Charis menerima kartu kuning keduanya. Kartu kuning pertama didapatkannya saat berhadapan dengan Gresik United.

Tak cuma itu, bek sayap Kerry Yudiono pun terpaksa absen dengan alasan serupa. Dia juga menjalani sanksi skorsing karena sudah mengantongi dua kartu kuning. Kartu kuning pertamanya didapatkan saat Arema berhadapan dengan Persija Jakarta.

Situasi ini tentu saja kian menyulitkan Arema yang akan menantang Persib pada Kamis (15/3/2012). Pasalnya, mereka sebelumnya juga sudah dipastikan tak diperkuat striker Marcio Souza. Meski sudah terbebas dari sanksi skorsing, penyerang asal Brasil itu dalam kondisi kesehatan yang tak memungkinkan untuk diturunkan.*

Kemenangan, Kado Terindah HUT Persib


Bandung – Persib Bandung wajib menang lawan Arema Indonesia. Kemenangan akan jadi kado terindah bagi ‘Maung Bandung’ yang berusia 79 tahun.

Persib tepat berusia 79 tahun pada Kamis (16/3/2012). Tapi, perayaan sudah mulai digelar sehari sebelumnya. “Pertandingan melawan Arema merupakan bagian dari perayaan HUT ke-79. Perayaan akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat pada Kamis (15/3) lusa,” ujar Wakil Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, M Farhan.

Karena ini pertandingan istimewa, Farhan menyebutkan duel ini akan dihadiri sekitar 30 ribu orang. Mereka menjadi bagian dari acara Persib Anniversary 79 Year.

Menurut Farhan, kegiatan itu digelar sebagai bentuk rasa syukur atas berdirinya Persib serta dukungan bobotoh yang mendukung setiap kompetisi yang diikuti tim Maung Bandung itu.

“Kegiatan perayaan ulang tahun ini akan digelar 15-16 Maret 2012. Hari pertama di Stadion Si Jalak Harupat Soreang saat menjamu Arema dan hari kedua akan digelar di Sekretariat Persib,” kata Farhan.

Pada hari kedua, akan diputar rekaman video tentang kilas balik perjalanan Persib dari sejak berdiri, masa keemasan serta kiprahnya di Liga Indonesia.

Selain itu PT Persib Bandung Bermartabat akan memberikan apresiasi kepada para mantan pemain, klub serta bobotoh atas dukungannya kepada tim Maung Bandung Persib.*

Kaki Johan Ibo Sudah Gatal Ingin Lawan Persib


Bandung – Hanya jadi penonton menyaksikan kekalahan klubnya membuat Johan Ibo meradang. Pemain Arema Indonesia itu menegaskan siap unjuk gigi saat menghadapi Persib Bandung.

Johan Ibo dan bek lainnya Steven Hesketh memang absen saat Arema menyerah 1-2 lawan Pelita Jaya di Karawang, Minggu (11/3/2012). Keduanya sama-sama menjalani sanksi skorsing akibat sudah mengantongi dua kartu kuning.

Kini, Ibo dan Hesketh pun sudah bisa tampil lagi membela Arema. Kembalinya mereka datang tepat waktu karena pada saat bersamaan palang pintu Charis Yulianto dan bek sayap Kerry Yudiono giliran terkena sanksi skorsing.

Ibo menegaskan dirinya sudah tak sabar kembali ke lapangan. Dia bisa saja diturunkan melapis posisi Charis Yulianto, atau bisa pula tampil sebagai gelandang bertahan.

“Kaki saya sudah gatal ingin segera main. Kita harus tetap optimistis bias mencuri poin,” katanya.

Arema Indonesia memang mutlak harus merebut poin di Stadion Si Jalak Jarupat. Itu jika tak ingin posisi mereka tergusur ke urutan juru kunci. Saat ini, pasukan Joko Susilo itu hanya unggul satu poin dari Persiram Raja Ampat yang berada di posisi buncit.*

Rabu, Persib Diundang PSSI ke Jakarta


Bandung - PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) telah menerima surat undangan dari PSSI terkait konsolidasi menuju liga profesional PSSI yang utuh dan berkualitas.

Berdasarkan situs resmi Persib, persib.co.id, dalam surat bernomor 991/AGB/231/III-2012 disebutkan dalam rangka mewujudkan kompetisi profesional PSSI yang berkualitas dan terkendali yang bermuara pada terbentuknya Tim Nasional Indonesia yang tangguh, dimohon kehadiran klub Persib pada pertemuan yang dilaksanakan pada Rabu, 14 Maret 2012, pukul 15.30 WIB di Hotel Crowne Plaza Jalan Gatot Subroto Jakarta.

Materi acara tersebut adalah konsolidasi menuju Liga Profesional PSSI yang utuh dan berkualitas. Surat diterima pada Senin, 12 Maret pukul 19.03 WIB melalui faksimili. Pihak PT Persib Bandung Bermartabat belum memutuskan siapa perwakilan yang akan berangkat menghadiri acara tersebut.