Powered By Blogger

Jumat, 08 April 2011

Tak Ingin Malu di Kandang Sendiri


Jelang laga kandang melawan Bontang FC Sabtu (9/4), pelatih Daniel Roekito mengatakan, kedua tim memiliki kesempatan yang sama untuk memenangkan pertandingan. Meski demikian, Daniel tidak ingin timnya yang jadi pecundang di hadapan pendukung setianya, terlebih laga yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat ini adalah momentum untuk membangkitkan mental bertanding tim "Maung Bandung".

"Semua punya kesempatan untuk menang, tetapi ya masa kita harus dipermalukan di hadapan publik sendiri. Pertandingan juga belum dimulai," ujar pelatih asal Rembang seusai memimpin latihan di Stadion Siliwangi Jumat (8/4). Dengan kondisi beberapa pemain yang absen karena masih dibekap cedera, Daniel belum bisa yakin seratus persen strateginya bisa berjalan dengan mulus. Namun, Daniel percaya para pemain mampu menunjukkan permainan sesuai dengan kualitas mereka.

Umuh," Harus Tampil Habis-habisan"


Manajer H Umuh Muchtar memberikan motivasi kepada seluruh pemain untuk bisa tampil baik pada saat menghadapi Bontang FC, di Stadion Si Jalak Harupat Sabtu (9/4). Umuh mengatakan bahwa menghadapi Bontang FC para pemain harus semangat dan berjuang habis-habisan. Pasalnya, selama menghadapi Bontang, PERSIB selalu bisa memenangkan pertandingan. "Tidak ada sejarah kita harus kalah dari Bontang, karena itu saya harapkan seluruh pemain bisa lebih bersemangat, konsentrasi, punya motivasi tinggi serta memiliki kepercayaan diri untuk bisa memenangkan pertandingan," ujar Umuh.

Umuh mengingatkan kepada seluruh pemain agar dapat menjaga kondisi dengan beristirahat yang cukup dan tidak melupakan berdoa agar dapat bermain maksimal. "Istirahat yang cukup dan jangan terlalu banyak pikiran. Dengan istirahat yang cukup saya rasa akan membuat kalian memiliki kondisi prima untuk berkonsentrasi selama 90 menit di lapangan dan jangan lupa berdoa untuk kemudahan kita saat pertandingan nanti," ujar Umuh. ***

PERSIB U-21 Tetap Tampil Serius


Kendati sudah tidak mempengaruhi tiket PERSIB Bandung U-21 ke babak "6 Besar" Liga Super Indonesia (LSI) U-21 2011, seluruh pemain "Maung Ngora" tetap diinstruksikan tampil sepenuh hati pada saat menghadapi PSPS U-21 di Stadion H. Agus Salim Padang, Jumat (8/4), pukul 8.30 WIB. Dalam pertandingan ini, pelatih Asep Sumantri dipastikan bakal melakukan rotasi besar-besaran dalam skuad yang akan diturunkannya, karena lima pemain utama diistirahatkan di Bandung. "Kita pasti akan melakukan rotasi. Mungkin 50 persen merupakan pemain yang selama ini jarang dimainkan. Meskipun begitu, saya tetap meminta anak-anak tampil serius," kata Asep ketika dihubungi Kamis (7/4) siang.

Menurut Asep, setelah meninggalkan Mes PERSIB pukul 2.00 WIB, rombongan PERSIB U-21 yang berkekuatan 20 pemain dan dipimpin langsung manajer tim Edi Djukardi, mendarat di Bandara Internasional Minangkabau Padang pada pukul 8.30 WIB. "Setelah beristirahat di penginapan, kita langsung melakukan uji lapangan Stadion H. Agus Salim pada sore harinya," tutur mantan gelandang bertahan PERSIB di era 90-an ini. Ketika ditanyakan tentang komposisi tim yang bakal diturunkannya, terutama duet lini depan yang kehilangan Rudi Geofani dan Johan Yoga Utama karena tidak diboyong ke Padang, Asep memastikan, Erwin Ramdani dan Rudiyana bakal diandalkan untuk membobol gawang PSPS. Duet ini merupakan eks pilar PERSIB U-18 yang menjadi semifinalis Piala Suratin 2009 yang juga ditangani Asep. ***

Komisi Disiplin Panggil Panpel PERSIB


Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memanggil Panpel PERSIB untuk dimintai keterangan pada sidang Komisi Disiplin membahas kasus pertandingan PERSIB melawan Persija Jakarta, di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, 18 Maret 2011. Sidang Komdis akan dilaksanakan pada Jumat, 8 April 2011, di Sekretariat PSSI Pintu X-XI Stadion Utama Senayan Jakarta 10023, pukul 15.00 WIB. Surat undangan sidang bernomor: 775/UDN/387/IV-11 ditanda tangani Sekretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes, SE tanggal 6 Aprtil 2011.

Dalam surat itu dijelaskan materi acara adalah meminta keterangan tentang pelemparan kendaraan yang ditumpangi Tim Persija pada pertandingan PERSIB Bandung melawan Persija Jakarta. Sekretaris Panpel, Budhi Bram Rachman mengatakan, Panpel PERSIB akan memenuhi undangan dari PSSI dan menceritakan kronologis kejadian tersebut. ***

Daniel," Permainan Semakin Baik"


Pelatih Daniel Roekito terus mematangkan skuad inti yang bakal diturunkannya melawan Bontang FC di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Sabtu (9/4). Pada sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi, Kamis (7/4), Daniel kembali menggelar game internal dengan mempertemukan tim calon "starter" dengan tim cadangan. Seperti pada game internal yang digelar sehari sebelumnya, Daniel memasang skema 4-4-2 untuk tim inti dengan komposisi pemain Cecep Supriyatna (kiper), Maman Abdurahman, Abanda Herman, Isnan Ali, Gilang Angga Kusuma (belakang), Eka Ramdani, Miljan Radovic, Hilton Moreira, Matsunaga Shohei (tengah), Airlangga, Cristian Gonzalez (depan).

Di tengah-tengah game, Daniel beberapa kali menghentikan untuk memberikan pengertian kepada para pemain yang melakukan kesalahan. "Ya, hari ini saya memang mencoba terus dimatangkan komposisi tim lawan Bontang. Saya lihat semakin membaik dan semakin komunikatif," kata Daniel.***

20 Mei, Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI


Komite Normalisasi memutuskan pelaksanaan Kongres PSSI pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Komite Eksekutif periode 2011-2015 pada 20 Mei. Namun, tempat pelaksanaan kongres belum ditentukan. Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar mengatakan, batas waktu pemilihan yang sudah ditentukan Badan Sepakbola Dunia (FIFA) adalah 21 Mei. Masa pendaftaran bakal calon dilaksanakan pada 12-17 April. "Bakal calon harus mendapat dukungan minimal satu suara. Ini sesuai dengan Statuta FIFA," ujar Agum, di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Rabu (6/4).

Menurut Agum, saat ini pemilik suara yang sudah pasti di kongres adalah dari Pengprov PSSI, klub LSI, Divisi I, II, dan III. Untuk Divisi Utama ada 16 suara, tetapi pemiliknya masih belum ditentukan karena kompetisi masih bergulir dan baru berakhir pada 30 April. Pada 1 Mei, baru akan diketahui klub yang berhak mengikuti Kongres PSSI. Kompetisi Divisi Utama diikuti 39 klub dan terbagi dalam tiga grup. "Berkaitan dengan LPI, akan ada pertemuan dengan pihak LPI," ujar Agum. ***

PERSIB U-21 Bertolak ke Padang


Rombongan pemain dan ofisial tim PERSIB U-21 akan bertolak ke Padang pada Kamis (7/4) pukul 2.00 WIB. Rombongan yang berkekuatan 20 pemain meninggalkan Mes PERSIB di Jln. A. Yani Bandung, dengan menggunakan bus menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, untuk melanjutkan perjalanan ke Padang pada pagi harinya. Di Padang, PERSIB U-21 akan memainkan dua laga pamungkas Grup 1 melawan PSPS Pekanbaru, Jumat (8/4) dan Semen Padang, Selasa (12/4). PSPS menjamu PERSIB di Padang karena mereka tak bisa menggelar pertandingan di kandangnya sendiri terkait pemilihan kepala daerah. Karena sudah memastikan diri lolos ke babak "6 Besar", Pelatih PERSIB U-21, Asep Sumantri tidak membebani target harus menang kepada anak asuhnya.

"Karena ada lima pemain inti yang kita istirahatkan di Bandung, dalam dua pertandingan ini, saya hanya ingin melakukan rotasi pemain untuk memberi kesempatan bermain kepada para pemain yang selama ini jarang tampil," kata Asep di Mes Persib, Jln. A. Yani Bandung, Rabu (6/4). Lima pemain inti yang ditinggal di Bandung itu adalah penjaga gawang sekaligus kapten tim Rizky Subagja, Anggi Indra Permana, Irpan Setiawan, Rudi Geofani, dan Johan Yoga Utama. "Untuk menjaga kebugaran dan tetap berlatih menjelang babak '6 Besar' di Jakarta, 26 April nanti, kita sudah titipkan mereka untuk ikut latihan bersama tim senior," kata Asep.***

Mendagri," 2012, Dana APBD Dihentikan"


Menteri Dalam Negeri Gamawan fauzi mengatakan, pada tahun anggaran 2012 dana APBD untuk klub sepakbola profesional dihentikan. "Kami sudah sepakat dengan Menteri Pemuda dan Olahraga pada 2012 tidak ada dana lagi dari APBD untuk klub profesional," ujar Gamawan, di Gedung KPK, Jl. H.R.Rasuna Said Jakarta, Selasa (5/4). Namun, pemerintah tidak menghentikan dana APBD secara keseluruhan. Bagi klub amatir masih bisa menggunakan dana hibah tersebut karena sifatnya pembinaan. Menpora Andi Mallarangeng juga sepakat dengan larangan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk klub sepak bola profesional. Dia beranggapan dana APBD lebih baik digunakan untuk kegiatan sepak bola di luar klub profesional tersebut.


usulan penghentian dana APBD untuk klub profesional ini merupakan hasil kajian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selama ini, KPK menilai pengelolaan dana APBD untuk klub sepak bola profesional telah melanggar prinsip asas transparansi dan akuntabilitas. Menurut Wakil Ketua KPK, M. Jasin, penggunaan APBD untuk klub sepak bola memiliki perbedaan jumlah yang signifikan dibandingkan dengan pendapatan asli daerah. Jasin mengatakan, hasil kajian KPK menunjukkan bahwa pengelolaan APBD untuk klub sepak bola profesional telah melanggar asas umum pengelolaan keuangan daerah.

Andi Mallarangeng merasa yakin klub-klub Liga Super Indonesia (LSI) dapat hidup mandiri dengan mengandalkan dana dari hasil usaha klub. Buktinya, PERSIB, Semen Padang, Arema bisa hidup tanpa APBD. "LPI saja bisa berjalan tanpa APBD, masak LSI tidak bisa," ujarnya. ***

Munadi, “Tinggal Menghilangkan Trauma”


Pemain bernomor punggung 16 ini memang sudah lama tidak merumput bersama tim "Maung Bandung" karena mengalami cedera pada saat mengikuti seleksi timnas U-23 Januari lalu. Saat ditemui di mess PERSIB seusai latihan perdana pascalaga "away" melawan Arema Indonesia (4/4), pemain asal Bekasi ini mengaku bahwa kondisi cederanya sudah 85% membaik, tinggal menghilangkan traumanya saja.

Dengan lutut yang masih dibalut perban, pemain yang mengidolakan Nicolas Anelka (Chelsea) ini berbagi cerita mengenai kegiatannya saat dalam proses penyembuhan cedera. "Saya mengalami sobekan di lutut. Pengobatan yang dilakukan dengan terapi sinar laser, renang, gym, dan senam. Sementara untuk menghilangkan rasa jenuh biasanya saya isi dengan wisata kuliner atau sekedar nongkrong saja," ujar pemain yang sedang melanjutkan studinya disalah satu perguruan tinggi dikawasan Soekarno-Hatta Bandung.


Pemain yang Januari lalu genap berusia 22 tahun ini mengaku kangen dan ingin sekali kembali membela PERSIB untuk meraih gelar juara bersama rekan-rekan satu timnya. "Saya sempat merasa frustasi, bahkan tidak menyangka kalau saya mengalami musibah seperti ini," tandas gelandang yang akrab disapa Mumun. "Sekarang saya hanya bisa bersabar menerima musibah ini. Namun, motivasi dan dukungan dari keluarga, bobotoh dan rekan- rekan serta ofisial tim 'Pangeran Biru' yang terus mengalir membuat saya semangat dan optimistis untuk sembuh," ujar ujarnya.***

Coba Skema 4-4-2


Kehilangan dua sayap murni, Atep dan Siswanto, membuat pelatih PERSIB, Daniel Roekito mencoba skema permainan 4-4-2 yang disiapkan untuk menghadapi Bontang FC, di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, Sabtu (9/4). Pola yang sempat dianggap tidak bisa dimainkan pemain PERSIB ini sudah dicoba diterapkan Daniel dalam game internal pada sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (6/4). Dalam game internal tersebut, Daniel menempatkan pemain yang disiapkan sebagai starter melawan Bontang FC pada tim yang mengenakan rompi kuning.

Mereka adalah Abanda Herman, Maman Abdurahman (center back), Isnan Ali (kiri), Gilang Angga Kusuma (kanan), Miljan Radovic, Eka Ramdani, Hilton Moreira, Matsunaga Shohei (tengah), Airlangga, Cristian Gonzalez (depan). Usai latihan, Daniel membenarkan skenario yang disiapkannya untuk pertandingan melawan Bontang FC itu. "Sebenarnya skema 4-4-2 ini sudah saya coba pada akhir-akhir pertandingan lawan Arema. Hasilnya cukup efektif. Jadi, saya tidak terlalu khawatir karena setelah tanya pemain, mereka juga suka pola ini," kata Daniel.

Dikatakan Daniel, perubahan skema permainan dari 3-5-2 ke 4-4-2 ini pun terkait banyaknya pemain yang mengalami cedera, termasuk Atep dan Siswanto yang hampir dipastikan bakal absen. "Saya kan harus memanfaatkan materi pemain yang ada. Selain itu, adanya Abanda yang biasa main 4-4-2 membuat saya tenang," katanya.***