Powered By Blogger

Rabu, 25 Mei 2011

Ke Balikpapan Bawa Pemain Berpengalaman


Pada saat menghadapi Persiba Balikpapan di Stadion Persiba, Komplek Pertamina Parikesit, Balikpapan, Sabtu (28/5), pelatih Daniel Roekito dipastikan bakal mengandalkan pemain berpengalaman. Ini terbukti dalam daftar rombongan pemain yang diboyongnya ke Balikpapan, praktis tidak ada satupun pemain muda yang memiliki jam terbang rendah. Pemain termuda yang dibawa adalah Matsunaga Shohei. "Saya hanya bawa 18 pemain. Semuanya pemain berpengalaman," kata Daniel ketika mengumumkan daftar pemain yang diboyongnya ke Balikpapan usai sesi latihan pagi di Stadion PERSIB, Jln. Ahmad Yani Bandung, Rabu (25/5).

Satu-satunya pemain muda yang pada musim ini dicoba diorbitkan Daniel yaitu Muhammad Agung Pribadi, kali ini tak diboyong ke Balikpapan. "Agung tidak dibawa. Sebab kalau dengan Agung jadi 19 pemain," tegasnya. Berikut daftar 18 pemain yang akan diberangkatkan ke Balikpapan, Kamis (26/5): M. Haris Maulana, Cecep Supriyatna (kiper), Maman Abdurahman, Nova Arianto, Abanda Herman, Wildansyah, Gilang Angga Kusumah, Isnan Ali, Atep, Siswanto, Eka Ramdani, Miljan Radovic, Matsunaga Shohei, Hariono, Hilton Moreira (tengah), Airlangga Sutjipto, Cristian Gonzalez, dan Rachmat Afandi.***

PERSIB Percaya Diri Bawa Tiga Poin


Tim PERSIB merasa percaya diri bisa pulang membawa tiga poin dari Balikpapan. "Maung Bandung" melakukan latihan terakhir di Stadion PERSIB Rabu (25/5) pagi dalam menjelang laga tandang melawan Persiba, di Stadion Persiba Balikpapan. Menurut pelatih Daniel Roekito, anak asuhnya sudah siap tampil "all out" dalam laga tandang terakhir musim ini. Menurut Daniel, ada beberapa peningkatan seperti mental, semangat bermain, pemain muda lebih percaya diri, dan permainan lebih kompak. Dengan kondisi seperti itu, pasukan "Maung Bandung" akan lebih siap main.


"Latihan ada peningkatan. Pemain muda jadi bagus, pemain senior pun menunjukkan semangatnya. Saya merasa ada beberapa hal yang sulit dalam menghadapi situasi dan kondisi di lapangan. Tapi itu bukan ukuran berhasil atau tidak berhasil. Lagipula yang ditekankan di sini adalah keinginan berjuang untuk lebih baik dan menjadi pemenang," ujarnya.

Daniel menyadari, begitu banyak masalah di lapangan seperti halnya konsentrasi yang melemah di akhir-akhir babak kedua. "Kekurangan kita sebelumnya yaitu antisipasi bola-bola 'rebound'. Hal tersebut karena anak-anak kurang peka membaca situasi serangan lawan. Oleh karena itu, saya mengingatkan kepada anak-anak khususnya pemain belakang untuk bisa menjaga konsentrasinya," ujarnya.***

Kiper Dituntut Lebih Konsentrasi


Jika lapangan yang digunakan pada pertandingan melawan Persiba Balikpapan tergenang air akibat hujan yang kerap mengguyur Balikpapan, siapa pun penjaga gawang yang diturunkan PERSIB harus tampil dengan konsentrasi prima. Sebab, tingkat kesulitan antisipasi laju bola semakin tinggi. Hal itu diungkapkan pelatih penjaga gawang, Anwar Sanusi di Mes PERSIB, Rabu (25/5).

"Jika hujan turun, laju bola akan sangat sulit terbaca. Kiper sulit menduga-duga pergerakan bola. Bisa saja bola-bola yang melaju kencang tiba-tiba berhenti karena genangan air. Atau sebaliknya, bola pelan bisa melejit secara tiba-tiba," kata Anwar.

Tentang penjaga gawang yang diproyeksikan main, Away, sapaan akrabnya, mengatakan, peluang Markus Haris Maulana dan Cecep Supriyatna masih sama besar.***

Daniel Matangkan "Starter Eleven"


Sehari menjelang keberangkatan ke Balikpapan, PERSIB menggelar sesi latihan terakhir di Stadion PERSIB, Jln. A. Yani Bandung, Rabu (25/5). Dalam sesi latihan pagi itu, Daniel mematangkan "starter Eleven" yang disiapkannya untuk pertandingan melawan Persiba di Stadion Persiba, Komplek Pertamina Parikesit Balikpapan, Sabtu (28/5). Mereka disiapkan dalam sebuah game di lapangan berlumpur. Ke-11 pemain yang disiapkan Daniel sebagai "starter" itu adalah Markus Haris Maulana (kiper), Maman Abdurahman, Nova Arianto, Abanda Herman (belakang), Gilang Angga Kusumah, Isnan Ali, Eka Ramdani, Miljan Radovic, Matsunaga Shohei (tengah), Airlangga, dan Cristian Gonzalez. "Ya merekalah yang kami siapkan. Saya memang akan mengandalkan pemain berpengalaman," kata Daniel, usai latihan. ***

Kondisi Jejen Sudah Fit


Setelah sempat absen dalam empat sesi latihan terakhir, Jejen Zaenal Abidin kembali bergabung bersama rekan-rekannya dalam sesi latihan pagi di Stadion PERSIB, Jln. A. Yani Bandung, Selasa (24/5). Dalam empat sesi latihan sebelumnya, Jejen absen karena sakit sekembalinya dari lawatan ke Mataram. Meski baru pulih, Jejen sudah mampu mengikuti seluruh program latihan yang diberikan pelatih Daniel Roekito, termasuk game setengah lapangan di lapangan yang agak berlumpur.

"Jejen sudah sembuh. Hari ini Jejen terlihat sudah cukup fit," kata dokter tim, dr. Rafi Ghani. Meskipun demikian, Jejen belum diputuskan diberangkatkan ke Balikpapan karena daftar pemain yang akan dibawa baru diumumkan Daniel usai sesi latihan Rabu (25/5) pagi.***

Adaptasi Lapangan di Stadion PERSIB


Selasa (23/5) pagi, "Maung Bandung" berlatih di lapangan Stadion PERSIB untuk memantapkan persiapan laga tandang melawan Persiba Balikpapan Sabtu (28/5) nanti. Pelatih Daniel Roekito langsung mengawali latihan dengan simulasi permainan setengah lapangan. Bermain di lapangan mes, Daniel berharap para pemain bisa mudah beradaptasi dengan kondisi lapangan di Balikpapan ketika bertanding nanti. Usai simulasi, latihan di lanjutkan dengan program fisik dengan berlari melalui rintangan dan tendangan ke gawang untuk meningkatkan akurasi tendangan.***

PERSIB Akan Maksimalkan Bola Mati


Setelah menyiapkan kekuatan fisik yang prima, Pelatih Daniel Roekito mulai mematangkan formula dan strategi yang akan diandalkannya untuk meredam permainan Persiba Balikpapan di atas lapangan basah dan berlumpur jika diguyur hujan lebat. Salah satu formula yang disiapkan Daniel untuk mengantisipasi soal lapangan adalah dengan memaksimalkan bola mati dan atas.

"Minggu kemarin kita sudah latihan fisik untuk menyiapkan 'power' pemain. Sekarang sudah ke taktik dan teknik. Karena lapangan di sana kurang bagus, pemain harus memanfaatkan bola lambung dan tendangan bebas," kata Daniel usai memimpin sesi latihan, di Stadion PERSIB, Jln. A. Yani, Selasa (24/5).***

Jovo Diskusi Kekuatan Persiba


Penasihat teknik, Jovo Cuckovic menemui pelatih Daniel Roekito, di Mes PERSIB, Selasa (24/5). Jovo sengaja datang ke tempat latihan untuk berbincang-bincang mengenai persoalan teknik di lapangan bersama tim pelatih. Jovo yang tiba di mes di penghujung latihan, langsung disambut oleh ofisial dan para pemain. Sambil melepas lelah di ruang makan, Jovo, Daniel beserta Anwar Sanusi membahas perkembangan tim dan persiapan tim melawan Persiba Balikpapan Sabtu (28/5) nanti dengan perbincangan santai.

Jovo pun sempat berbincang-bincang bersama kapten tim Eka Ramdani di teras mes. Bersama Eka, Jovo yang sempat menjadi pelatih menggantikan Daniel Darko tersebut menyampaikan hasil evaluasi permainan PERSIB di lini tengah. Dia berharap hasil pengamatannya dapat berguna bagi Eka dkk di lapangan saat berhadapan melawan Persiba Balikpapan nanti. "Hanya sekedar memberikan informasi kepada Eka untuk mengantisipasi pergerakan lawan di lini tengah. Perkara itu mau diterima atau tidak, saya hanya menjalankan tugas saya," ujar Jovo sambil tersenyum.***

Umuh," Pemain Jangan Ikut Terhasut"


Manajer, H. Umuh Muchtar meminta Eka Ramdani dan kawan-kawan tidak terpengaruh oleh kisruh Kongres PSSI serta tetap fokus menghadapi sisa kompetisi, termasuk laga melawan Persiba Balikpapan di Stadion Persiba, Sabtu (28/5). Permintaan tersebut disampaikan Umuh langsung kepada para pemain usai sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (23/5).

"Tadi saya menjelaskan kepada pemain tentang apa yang terjadi di Kongres PSSI. Kepada pemain saya katakan, jangan terhasut atau terpengaruh dengan apa yang terjadi. Pemain fokus saja ke pertandingan," kata Umuh. Usai sesi latihan pagi yang sudah dipimpin langsung pelatih Daniel Roekito. Umuh yang didampingi Wakil Manajer H. Dedy Firmansyah secara khusus mengumpulkan seluruh pemain di ruang ganti. Menghabiskan waktu setengah jam untuk menjelaskan isu terkini menyangkut kisruh Kongres PSSI.***

Daniel," Pemain Punya Motivasi Tinggi"


PERSIB menyatakan kesiapannya menghadapi Persiba Balikpapan pada Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011, Sabtu (28/5). Pelatih Daniel Roekito sudah mempersiapkan strategi. Ada beberapa hal yang harus diterapkan dalam menghadapi Persiba. Selain permainan yang kompak dan agresif, kondisi lapangan di Balikpapan menjadi perhatian Daniel dalam mengantisipasi permainan lawan. "Anak-anak sudah siap tempur dan punya motivasi tinggi untuk menang di kandang lawan. Untuk staregi dan taktik lapangan sendiri sudah mulai kita terapkan dan kita cari solusi terbaik dan disesuaikan dengan amunisi pemain yang kita punya," ujar pelatih yang juga pernah menangani Persiba pada LSI 2009-2011.

Dengan semangat yang dimiliki pasukan "Maung Bandung" untuk menuntaskan sisa tiga pertandingan terakhir ini, Manajer H Umuh Muchtar berharap PERSIB bisa mengambil poin penuh di semua pertandingan. "Tinggal tiga pertandingan lagi. Saya harap anak-anak bisa bermain bagus, semangat dan memenangkan semua pertandingan," ujar Umuh. ***

Minggu, 22 Mei 2011

Nonton Bola Senyaman di Bioskop


PARA penonton Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage dipastikan akan merasa nyaman saat duduk melihat Persib Bandung atau tim nasional lainnya tampil. Sebab, kursi yang dipakai akan sama nyaman dan bagus dengan stadion Emirates di London, Inggris milik Arsenal.

"Kita ingin merubah mindset penonton agar nantinya punya sense of belonging dan kebanggaan atas stadion Gedebage. Karena stadion ini akan menjadi termewah di Indonesia dan sesuai standar FIFA," ungkap Kabid Survey dan Investigasi Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung Yayat A Sudrajat kepada persibholic.com.

Yayat menjelaskan, kapasitas SUS Gedebage sendiri 38 ribu kursi. Ia menyatakan, bisa dikatakan tidak ada kelas ekonomi karena semua tribun akan memakai kursi dengan kualitas terbaik. Bahkan, tidak ada kursi kayu atau sekadar beton untuk duduk.

Spesifikasi kursi sendiri, jelas Yayat, merupakan kursi yang tidak mudah terbakar. Jika terjadi vandalisme, maka kursi memiliki ketahanan waktu yang cukup untuk petugas memadamkan api. "Dan kalau terbakar tidak akan menyebar," imbuhnya.

Di Indonesia, kata Yayat, baru SUS Gedebage yang memakai kursi tipe tip-up yang bisa dilipat seperti bioskop. Jika terjadi kondisi chaos atau usai laga, maka kursi akan melipat secara otomatis dan memiliki ruang bagi penonton untuk keluar dengan mudah.

Kenapa berani memakai kursi mewah sementara sikap sebagian bobotoh sebagai calon pengguna stadion masih belum dewasa? "Justru kami ingin merubah paradigma bobotoh agar mereka juga bisa menjaga stadion ini. Mereka kan yang ingin ada stadion bagus dengan standar FIFA. Jadi, kalau sudah jadi nanti, kami harap mereka bisa menjaganya," beber Yayat.

Kursi tip-up, jelas Yayat merupakan produk dari Inggris, sebagai suplier utama kursi bagi stadion berstandar FIFA. Namun, karena Malaysia dan China menjadi distributor di wilayah Asia, maka pihaknya memilih membeli dari Malaysia. "Agar kita bisa efisiensi harga. Dan 38 ribu kursi sudah ada di gudang kita di Jakarta," ujarnya.

Soal kapasitas stadion, Yayat mengaku, karena semua tribun diberi kursi, maka maksimal di angka 38 ribu. Namun, jika tanpa kursi, maka kapasitas bisa mencapai 70 ribu. "Tapi kan awalnya kita sepakat harus standar FIFA, karena nanti bisa dipakai ajang internasional. Makanya kita semua pakai kursi. Ini juga demi menghindari kebocoran tiket. Jadi, kalau ada penonton yang tidak punya tiket, dia tidak bisa duduk," jelas Yayat.

Untuk kursi kelas VIP hanya ada 200 buah. Perbedaan antara kursi kelas VIP dengan yang lainnya adalah kursi VIP memiliki sandaran tangan di sampingnya. Selain itu, disediakan juga tempat bagi para penyandang cacat. "Jadi kaum difabel yang menonton bisa terakomodir. Ini juga standar FIFA," sebutnya.

Harapan Pemkot Bandung adalah agar setelah jadi nanti, para penonton terutama bobotoh bisa menjaga kemegahan SUS Gedebage. Selain nanti menjadi stadion termewah di Indonesia, SUS Gedebage juga akan menjadi ikon kebanggaan Jawa Barat.

Tidak Paksakan George-Arifin


MANAJER Persib Bandung Umuh Muchtar menegaskan Kelompok 78 (K-78) tidak memaksakan George Toisutta dan Arifin Panigoro disahkan sebagai calon Ketua Umum PSSI pada kongres yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (20/5/2011).

Hal yang tercuat sebelumnya, K-78 tetap bersikukuh untuk mempertahankan George dan Arifin untuk tetap bisa masuk sebagai calon Ketua Umum. Namun, dalam konfrensi pers, Minggu (22/5/2011) di Kota Bandung, Umuh menegaskan, bahwa dirinya bersama K-78 sebenarnya tidak ngotot untuk mempertahankan George dan Arifin.

"Dalam kongres PSSI kemarin, kami tim 78 tidak terus ngotot untuk mempertahan kan George dan Arifin untuk naik menjadi calon ketua umum PSSI. Yang kita inginkan, hanya kongres yang baik dan transparan agar sepakbola Indonesia bisa normal kembali dan masyarakat tidak merasa dibohongi," ungkap Umuh kepada wartawan.

Saat kongres berlangsung pun, tim 78 dinilai terus ngotot agar George dan Arifin masih tetap masuk sebagai calom ketua umum. Namun, semuanya anggapan itu sebenarnya tidak seperti yang dibicarakan.

"Kita itu bukan keukeuh mepertahankan George dan Arifin. Tapi kita butuh kejelasan agar Komisi Banding diberi waktu cukup tiga menit saja dalam kongres kemarin agar semuanya bisa berjalan lancar. Tapi Pak Agum malah memberhentikan kongres secara sepihak. Kalau begini, Pak Agum yang harus bertanggungjawab kalau ada apa-apa dengan PSSI," beber Umuh.

Umuh berharap, akan ada pembahasan ulang mengenai kongres yang masih belum terselesaikan agar tidak ada salah paham lagi dan sepakbola Indonesia bisa selamat dari hukuman FIFA.

"Saya hanya berharap, nanti akan ada pembahasan ulang mengenai hasil kongres kemarin. Agar semuanya bisa jelas dan tidak ada salah paham lagi. Kita juga tidak mau Indonesia sampai dihukum," tegasnya.

Jangan Banyak Perombakan


SULITNYA Persib Bandung meraih gelar juara selama 16 tahun belakang ini, memang menjadi sebuah tanda tanya besar banyak pihak. Dengan pemain bintang yang menghuni tim setiap musimnya, sudah sepantasnya Maung Bandung bisa menjadi jawara Liga Super Indonesia (LSI).

Tapi rupanya, bertaburnya pemain bintang bukan jaminan. Bahkan, pada LSI 2009/2010, Persib harus merelakan gelar jawara jatuh ke tangan Arema Indonesia, yang justru banyak dihuni pemain muda. Persib bahkan berada di bawah Persiba Balikpapan, yang juga dihuni para punggawa muda.

Perombakan besar-besaran yang kerap dilakukan setiap pergantian musim, menjadi salah satu penyebab kenapa Persib selalu terjatuh saat perebutan meraih tangga juara LSI maupun Piala Indonesia (Copa).

"Seharusnya Persib jangan terlalu banyak melakukan perombakan terlalu drastis di setiap musim. Maksimal lima pemain perekrutannya. Karena kekompakan dalam tim itu membutuhkan waktu lama, tidak hanya satu musim apalagi setengah musim. Bisa lihat Persib era dulu atau Persipura saat ini," beber bek Persib, Gilang Angga Kusuma kepada persibholic.com.

Selain perombakan yang minim, Gilang juga menyoroti soal rotasi pemain. Ia berharap, siapapun pelatihnya nanti, rotasi pemain bisa dilakukan secara kompetitif dan adil. "Jadi kesempatan pemain muda juga ada. Pemain muda kalau dimainkan mereka punya semangat yang luar biasa," ujarnya.

Dan yang penting, kata Gilang, persiapan awal tim pun harus benar-benar matang. "Jangan sampai persiapan kacau lagi seperti musim ini," tegasnya.

Pemilik nomor punggung 12 ini pun menyatakan, bukan hanya pemain yang harus kompak. "Manajemen pun harus kompak dan tegas. Kalau ada pemain yang melanggar, harus dihukum, jangan dibiarkan," pungkasnya.

Berharap Kompetisi Tetap Jalan


SEBAGAI pemain muda persib Bandung, Dias Angga Putra memang selalu berharap karir sepakbolanya bisa semakin baik. Tapi saat ini, keadaan sangat tidak menguntungkan ketika Kongres PSSI berakhir deadlock.

"Harusnya semua bisa bersatu memperbaiki sepakbola Indnonesia yang sampai saat ini tidak menemui kemajuan yang signifikan. Coba semuanya bisa bersatu untuk membangunnya, tanpa mementingkan ego masing-masing yang berbuntut pertikaian," ungkap Dias kepada persibholic.com.

Melihat kejadin ini, Dias tampaknya sangat prihatin dan kecewa sepakbola Indonesia harus menerima kenyataan pahit seperti ini. Bila akhirnya FIFA harus membekukan PSSI, ia khawatir sepakbola Indonesia akan mandek, termasuk pembinaan.

"Saya harap PSSI tidak sampai dibekukan. Mudah-mudahan masih ada toleransi dari FIFA atas kejadian kongres PSSI yang berakhir ricuh. Kalau memang PSSI jadi dibekukan, saya khawatir kompetisi juga tidak jalan karena tidak ada sponsor yang mau dan ini tentu jadi hal yang sangat merugikan bagi pemain," beber eks pilar Persib U-21 ini.

Dias berharap, segera ada solusi agar para praktisi sepakbola tidak jadi korban. "Jangan sampai proses pembinaan juga jadi rusak gara-gara sikap tidak dewasa orang-orang yang tidak mengerti sepakbola. Apalagi kami sebagai pemain muda, butuh pembinaan agar bisa berkiprah di ajang internasional," pungkasnya.

Liputan Khusus SUS Gedebage


BANYAKNYA pertanyaan, rasa penasaran serta harapan bobotoh soal Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage, membuat kami tim persibholic.com tertarik untuk mengupas tuntas persoalan ini. Maka, liputan khusus pun kami rencanakan.

Beberapa kali bolak-balik ke lokasi pembangunan, diskusi dengan Walikota Dada Rosada, pihak Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung, pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga bertemu para pemangku kepentingan lainnya, membuat kami mendapat banyak informasi.

Beruntung, semua pihak terkait menyambut baik liputan khusus yang kami rencanakan ini. Mulai dari rencana awal, kendala di lapangan, akses jalan, berbagai fasilitas yang akan ada serta "ribut" antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar soal dana, akan kami kupas di website ini. Semuanya tidak lain agar berbagai pihak bisa memantau langsung perkembangan stadion kebanggaan warga Jabar ini.

Kita perlu bangga akan SUS Gedebage. Sebab, setelah rampung nanti, stadion dengan kapasitas 38 ribu tempat duduk ini akan menjadi stadion termegah di Indonesia, mengalahkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Kok bisa?

Jawabannya ada di website ini. Jika ada yang pernah ke stadion Bukit Jalil, Malaysia saat final Piala AFF 2010 silam, gambaran SUS Gedebage akan seperti itu. Bahkan, kursinya akan senyaman stadion Emirates di London, Inggris, milik Arsenal. Tidak percaya?

Jadi, silahkan ikuti terus perkembangan liputan khusus SUS Gedebage. Secara kontinyu, akan kami suguhkan kepada Anda, pembaca setia persibholic.com dan pecinta sepakbola Indonesia. Semoga pembangunan cepat rampung. Terima kasih.

Pemain Mulai Was-was


KONGRES PSSI yang terpaksa dihentikan karena ricuh membuat banyak pihak prihatin. Bahkan, para praktisi sepakbola Indonesia mulai khawatir masa depannya di dunia sepakbola bisa terganggu.

Kapten Persib Eka Ramdani mengaku sangat kecewa dengan apa yang tengah dilakukan para pengurus PSSI, Jumat (20/5/2011) malam. Eka mengaku, akibat ulah segelintir orang, sepakbola Indonesia terancam hancur.

"Semua lihat kalau hasilnya kan kacau balau dan jauh dari harapan. Kalau sudah begini, nasib para pemain yang hidupnya dari sepakbola akan kelabakan untuk kedepannya. Banyak yang mulai khawatir," ungkap Eka.

Namun, Eka berharap, kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bagi para pengurus yang berjibaku di Tubuh PSSI agar bisa menyelesaikannya dengan damai dan tanpa ada lagi kericuhan. Sehingga, musim depan kompetisi LSI tetap berjalan.

"Saya berharap, kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk semuanya. Jangan sampai emosi yang dikedepankan. Harus berpikir panjang untuk para praktisi sepakbola, jangan hanya sekelompok orang," bebernya.

Dan yang terpenting bagi pemain, lanjut Eka, semuanya bisa bersatu untuk membangun citra persepakbolaan Indonesia yang sudah tercoreng di mata sepakbola dunia menjadi kembali bersih.

"Semoga saja, semuanya bisa bersatu tanpa ada lagi pertikaian di tubuh PSSI dan nama baik sepakbola Indonesia bisa kembali bersih," jelas playmaker mungil Persib Bandung itu.

Kondisi Fisik Capai 80%


SETELAH tiga hari terakhir para pemain Persib Bandung melakukan latihan fisik yang cukup menyita tenaga, pada sesi latihan pagi, Sabtu (21/5/2011) dialihkan ke lapangan futsal Soccercoop, Kiaracondong. Latihan cukup ringan berupa game futsal dilakoni para pemain.

Melihat kondisi para punggawa Maung Bandung yang cukup baik setelah digembleng fisiknya, asisten pelatih Robby Darwis yang memimpin latihan pagi ini hanya memberikan latihan skill yang tidak begitu berat.

"Hari ini, kita berlatih ringan saja untuk melatih skill dari anak-anak. Karena, dari segi fisik sudah terlihat banyak kemajuan dari setiap pemain. Mungkin sudah 80% atau 90% kondisi tim sudah baik," ujar Robby.

Meski hasil kongres PSSI semalam berakhir dengan kericuhan, Robby mengaku para pemain Persib masih tetap fokus dan tidak terpengaruh dengan keadaan itu. Persib masih tetap siap untuk terus menghabiskan tiga laga terakhirnya.

"Meski saat ini PSSI sedang dalam masalah besar setelah kongres semalam, para pemain masih tetap fokus dan tidak terganggu untuk terus berjuang menghabiskan tiga laga terakhir," ungkap Robby.

Robby menyatakan, para praktisi sepakbola memang dibuat was-was akan masa depan Liga Super Indonesia (LSI). Ia hanya berharap, apa yang terjadi di PSSI saat ini tidak berdampak kepada masa depan para pemain.

"Kalau soal terganggu atau tidak, memang bukan urusan kita soal kongres. Tapi apa yang terjadi semalam menjadi pikiran kita para praktisi sepakbola. Kita was-was apakah liga akan tetap ada atau tidak. Tapi semoga tetap jalan. Karena kasihan para pemain muda," pungkasnya.

Jangan Korbankan Pemain


KISRUH kongres PSSI yang diselenggarakan Jumat (20/05/2011) telah mencoreng sepakbola Indonesia dimata dunia. Pasalnya, kongres diikuti bukan hanya dari para pengurus klub di Indonesia saja, melainkan ada beberapa perwakilan dari FIFA dan AFC.

Pilar lini belakang timnas Garuda Maman Abdurrahman mengaku kecewa melihat kongres PSSI menjadi kacau balau. "Jujur saja, saya kecewa melihat kongres kemarin. Seharusnya ada kesadaran untuk membangun sepakbola Indonesia lebih baik, bukan malah rusuh," tegas Maman kepada persibholic.com.

Kepengurusan PSSI yang mandek dinilai Maman karena tidak adanya kesadaran untuk memajukan sepakbola Indonesia. "Saya sebagai pemain tentu kecewa, lebih-lebih terhadap kepengurusan sepakbola kita belakangan ini. Apa yang terjadi hanya menguntungkan golongan tertentu, tapi tidak untuk insan sepakbola Indonesia. Kita terancam sanksi FIFA," jelasnya.

Bahkan, kesan politisasi begitu kental. "Kalau mau berhenti ya berhenti saja sepakbola Indonesia karena keegoisan kalangan atas PSSI. Tapi kan bukan itu yang diharapkan para pemain yang justru ingin sepakbola kita semakin maju. "Kita yang berjuang di lapangan, tapi orang lain yang menghancurkan," sesal Maman.

Hal senada dirasakan mantan bek sayap timnas Isnan Ali. Isnan mengaku, prihatin terhadap kejadian kongres kemarin. "Jujur saja saya sebagai pemain bola sangat sedih dan miris melihat kongres kemarin. Karena sekelompok orang saja, sepakbola kita terancam rusak," ujarnya.

"Saya berharap sepakbola kita terus jalan dan tidak ada sanksi dari FIFA. Kasihan para pemain muda yang mencari uang dari sepakbola. Kita kalau tidak main bola hidup dari mana?" kata eks pilar Sriwijaya FC ini.

Para pemain mengaku tidak masalah siapapun yang terpilih sebagai Ketua PSSI nanti. "Yang penting figur yang mau dan siap memajukan sepakbola Indonesia. Siapapun dia, pemain tidak masalah," pungkas Isnan.

Harus Kasihan Kepada Pemain


MANAJER Persib Bandung Umuh Muchtar sangat menyayangkan terjadinya kisruh saat kongres PSSI yang digelar di Jakarta, Jumat (20/5/2011). Umuh berharap segera ada solusi yang bisa diterima semua pihak agar hasil kongres bisa tercapai.

Pasalnya, kata Umuh, pihaknya tidak ingin jika nantinya Indonesia harus diberi hukuman oleh FIFA akibat terjadinya kisruh dalam pemilihan Ketua Umum PSSI tersebut. Sebab, yang menjadi korban adalah pemain sepakbola.

"Kasihan pemain kalau kita dihukum oleh FIFA. Saya berharap semuanya berjalan lancar dan jangan sampai diberi sanksi oleh FIFA. Kuncinya semua pihak harus menahan diri," ungkap Umuh kepada persibholic.com.

Umuh menyesalkan sikap Ketua Normalisasi Agum Gumelar yang tidak bisa menahan diri dan malah membuat kondisi kongres menjadi tidak menentu. Ia berharap ada pihak yang bisa membantu menyelesaikan persoalan ini.

"Saya ini dekat dengan pemain, jadi merasakan betul bagaimana rasanya jika kita dihukum FIFA pemain mau seperti apa? Kompetisi regional menjadi tidak jelas karena tidak ada ketua PSSI. Dan kalaupun ada sementara, itu pasti tidak bisa diterima banyak pihak. Jadi mari kita selesaikan saat ini juga agar sepakbola Indonesia lebih baik lagi," beber Umuh yang tengah berada di lokasi kongres.

Bulan Depan Tiang Gedebage Berdiri


SARANA Utama Sepakbola (SUS) Gedebage diperkirakan akan rampung pada pertengahan 2012 mendatang. Terjadi pemunduran waktu, yang awalnya rampung akhir 2011 ini. Rupanya banyak terjadi kendala di lapangan.

Banyaknya pertanyaan dan masukan dari bobotoh soal stadion Gedebage membuat tim persibholic.com menelusuri informasi perkembangan stadion yang akan menjadi stadion terbaik di Indonesia ini. Beruntung, pihak terkait menyambut baik niat tim persibholic.com.

Saat survey ke lapangan, Jumat (20/5/2011), kondisi stadion Gedebage masih berupa gundukan tanah yang merupakan tahap pematangan lahan hasil penimbunan. Tanah timbunan di lokasi pekerjaan dalam proses konsolidasi.

Koordinator Engineering PT Adhi Karya Hanif SN mengungkapkan, timbunan untuk stadion yang dilakukan cukup signifikan setinggi 5 meter. Beban tanah timbun akan memberikan dampak terhadap tanah asli, yang notabenenya merupakan tanah basah bekas sawah atau rawa.

"Jadi kami lakukan dengan hati-hati dan penuh perhitungan agar kedepannya stadion berdiri kokoh dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Hanif kepada persibholic.com.

Rencananya, kata Hanif, awal kegiatan pemancangan tiang akan dilakukan pada pertengahan Juni ini. Tiang pancang beton telah tersedia di lapangan dengan total lebih dari 3.000 titik pancang. Sementara alat pancang akan tiba pekan depan. "Dan kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana pemancangan ini," imbuhnya.

Mundurnya target selesai, jelas Hanif, karena banyaknya faktor nonteknis, terutama cuaca. Awalnya, hambatan dimulai saat pembuatan akses jalan menuju lokasi pembangunan. Lokasi proyek yang berada di Kelurahan Mekarmulya berada sekitar 5 KM dari Jalan Soekarno-Hatta. Kala itu, untuk mencapai lokasi harus melalui jalan Raya Cimencrang dengan kondisi jalan yang sempit dan kapasitas daya dukung jalan yang tidak memadai untuk dapat dilalui kendaraan berat. Mobilisasi material timbunan terhambat akibat kendala ini.

Meski lokasi SUS Gedebage tepat berada di tepi jalan tol Padalarang-Cileunyi, namun tidak ada pintu keluar yang dapat mencapai lokasi. Beberapa peraturan yang ada tidak mengizinkan adanya pembukaan akses dari jalan tol dengan mudah. Dengan upaya bersama antara Pemkot Bandung serta Pemprov Jawa Barat, pada bulan Juli 2010 diperoleh izin membuka akses dari jalan tol menuju lokasi proyek pada KM 151.

"Dan lagi-lagi setelah akses di km 151 terbuka, kendala berikutnya adalah musim lebaran 2010 yang menyebabkan akses KM 151 kembali tidak dapat dipergunakan dan menghambat pelaksaan kegiatan penimbunan kami," jelas Hanif.

Pada tahun 2010, beber Hanif, terjadi kondisi curah hujan yang ekstrim. Dalam sepanjang tahun telah terjadi lebih dari 200 hari hujan. Menurutnya, kondisi hujan menyebabkan pekerjaan penimbunan melambat karena kaidah teknis mensyaratkan pekerjaan dilakukan pada kondisi tanah kering.

Dengan kondisi ini, Hanif berharap adendum yang diajukan terkait penyelesaian pembangunan sekitar pertengahan 2012 nanti bisa terealisasi. "Dan memang batas akhirnya pada 2013 nanti karena kita dan Pemkot juga menghitung soal hambatan tadi," jelasnya.

Jadi, sebagai calon pemakai resmi, Persib Bandung dan bobotoh diharap bersabar. Namun, jaminannya adalah, dengan waktu penyelesaian yang cukup panjang, SUS Gedebage ini akan menjadi stadion termegah di Indonesia. Semoga.

Jumat, 20 Mei 2011

Berharap Tidak Lagi Dikerjai Wasit


SEBAGAI induk organisasi yang bergengsi, PSSI seharusnya bisa memberikan servis terbaik kepada para pecinta sepakbola Indonesia. Tapi nyatanya banyak konflik yang terjadi di tubuh PSSI sendiri yang mengundang kekecewaan para pecinta sepakbola di tanah air.

Persib misalnya. Beberapa kali tim kebanggaan warga Jawa Barat dikadali wasit yang memimpin pertandingan. Alhasil, langkah raksasa Maung Bandung kerap terkendala. Buntutya, meski sudah melakukan perubahan signifikan, prestasi terbaik sulit digenjot.

"Citra kita dirusak hanya karena ulah oknum wasit yang tidak adil memimpin saat di lapangan. Gara-gara itu juga, prestasi sepakbola Indonesia secara umum terus menurun. Karena banyak kontroversi yang di lapangan. Mestinya kan, semakin kesini kualitas persepakbolaan Indonesia semakin maju. Ini malah sebaliknya. Itu catatan yang mesti dipahami dan dimengerti oleh pengurus PSSI periode mendatang,” harap Daniel roekito, pelatih Persib.

Lebih jauh lagi, Daniel dan publik sepakbola Indonesia memang berharap dari Kongres PSSI yang sedang digelar. Dari sana dimunculkan program hebat dan strategis untuk memperbaiki mutu kompetisi, hingga out put-nya bisa menjadi penggerak percepatan prestasi sepakbola di seluruh penjuru negeri.

"Sungguh, saya berharap, kongres PSSI nanti bisa berjalan dengan mulus. Lancar. dan tidak ada masalah krusial yang muncul. Yang bisa menganggu sekaligus merusak tantanan persepakbolaan Indonesia yang sudah ada. Itu sangat merugikan seluruh komponen sepakbola nasional,” jelas mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.

Harapan serupa dia lontarkan pada figur calon Ketua PSSI yang baru. Sang ketua, nantinya bisa bekerja secara profesional dan membawa perubahan baru bagi denyut persepakbolaan nasional. Sehingga, dimasa depan, posisi sang ketua sangat kuat dan tidak terus dirongrong praktisi dan pecinta sepakbola nasional.

"Mudah-mudahan, siapapun ketua yang terpilih nanti, semoga menjadi pilihan yang terbaik. Dan bisa membawa persepakbolaan Indonesia lebih maju lagi dari sebelumnya," ungkap pelatih asal Rembang.

Antara Lelah dan Semangat


PARA punggawa Persib Bandung yang menjalani latihan fisik di hari ketiganya masih terlihat cukup menikmati dengan porsi latihan yang diberikan pelatih Persib Daniel Roekito. Mereka tetap harus berjibaku dengan kerasnya latihan.

Pindah latihan ke lapangan Brigif, Kota Cimahi, pagi tadi para pemain mencoba tendangan jarak jauh dari setengah lapangan. Dua kiper Cecep Supriatna dan Dadang Sudrajat terpaksa menahan tendangan para pemain. Sementara Markus Haris Maulana absen karena tengah ada acara di stadion Persib.

"Latihan hari ini memang tidak seberat kemarin. Kalau kemarin kan kita harus latihan speed dengan lari jarak jauh di lapangan sidolig. Tapi, sekarang kita hanya difokuskan untuk melakukan tendangan-tendang jarak jauh. Namun, itu harus membutuhkan tenaga yang cukup, karena lumayan capek juga, apalagi dibawah panas nya matahari," ungkap bek sayap Gilang Angga Kusuma.

Namun, dengan latihan tersebut, kata Gilang, para pemain bisa lebih sering untuk melakukan tendangan jarak jauh saat pertandingan nanti. Karena sebelumnya terbilang jarang melakukan tendangan-tendangan ke arah gawang dari jarak jauh. Apalagi, latihan tersebut akan membuat akurasi tendangan lebih terarah.

"Meski cukup lelah, saya menikmati latihan yang diberikan oleh pelatih. Ini bagus untuk memancing semangat para pemain agar tambil maksimal pada laga nanti. Apalagi kita ingin menang pada laga tandang terakhir kita. Memang semuanya ingin menang," ujar Gilang.

Menyeimbangkan Fisik, Teknik dan Mental


MESKI pindah latihan ke lapangan Brigif, Kota Cimahi, Jumat (20/5/2011) pagi, tapi para punggawa Persib masih menerima porsi latihan fisik dari pelatih. Latihan fisik akan diberlakukan hingga pekan ini.

Dalam latihan pagi tadi, pelatih Daniel Roekito tidak mengendurkan porsi latihan kepada anak asuhnya. Daniel masih tetap memberikan latihan fisik kepada pemain yang meliputi kekuatan, power dan daya tahan.

"Latihan tadi, masih tidak berbeda dengan latihan kemarin saat di Sidolig. Anak-anak masih diberikan porsi latihan fisik yang meliputi kekuatan, power dan daya tahan agar kondisi mereka bisa lebih bugar," ujar Daniel.

Sebelum menuju pertandingan kontra Persiba Balikpapan, Sabtu (28/5/2011) nanti, Daniel masih tetap memberikan latihan fisik kepada anak asuhnya. Dan setelah itu akan memasuki latihan teknik.

"Untuk minggu sekarang, saya masih tetap memberikan latihan fisik kepada anak-anak agar kondisi mereka bisa lebih bugar saat nanti menghadapi Persiba Balikpapan. Nanti, baru memasuki latihan teknik pekan depan," tambah pelatih asal Rembang itu.

Daniel menginginkan semuanya bisa seimbang, antara fisik, mental dan teknik saat pertandingan. Jadi, latihan diusahakan akan meliputi semuanya pada setiap pekannya jelang tandang ke markas mantan timnya tersebut.

"Saya tidak mau saat pertandingan kita bagus dari segi teknik namun buruk dari fisik dan mental. Kan percuma kalau kita tidak bisa menyeimbangkan semuanya," pungkasnya.

Ibu-ibu Idolakan Abanda Herman


"Stopper" asal kamerun Abanda Herman tidak bisa berbuat apa-apa ketika disergap oleh penggemarnya saat akan mengikuti latihan Jumat (20/5). Abanda yang berjalan menuju lapangan hanya pasrah dan tersenyum ketika beberapa ibu-ibu menariknya untuk bisa berfoto bersama. Dengan wajah malu-malu Abanda melayani satu persatu ibu-ibu yang kebetulan berada di lapangan Brigif untuk berolahraga "jogging" untuk berfoto bersama. Tidak sedikit dari ibu-ibu tersebut berteriak histeris bergembira ketika melihat hasil foto yang diambil dari kamera ponsel tersebut. Melihat prilaku ibu-ibu yang bergembira bertemu idolanya, sejenak keadaan sekitar lapangan menjadi ramai dengan teriakan-teriakan. ***

Asah Tendangan Jarak Jauh


Jumat (20/5), tim PERSIB berlatih mengasah umpan-umpan jauh dan tendangan langsung dari jarak jauh. Latihan yang di gelar di lapangan Brigif, Cimahi ini menurut pelatih Daniel Roekito adalah tahap pemantapan dari program latihan fisik. Meski belum seratus persen kondisinya pulih, Daniel tetap datang memimpin jalannya sesi latihan. "Sekarang latihan kekuatan dan keseimbangan. Dengan latihan umpan-umpan panjang akan lebih melatih kekuatan otot-otot kaki serta melatih akurasi tendangan," ujarnya.

Hampir seluruh materi latihan kali ini berkonsentrasi kepada penguasaan bola dan akurasi. Dimulai dengan umpan-umpan panjang satu bola dua orang, umpan silang, umpan datar, tendangan langsung hingga berlatih tendangan "first time" dari umpan umpan silang yang diawali dengan umpan kombinasi satu-dua. ***

Kamis, 19 Mei 2011

VIKING PERSIB TOUR JEPARA PART 2.wmv

VIKING PERSIB TOUR JEPARA PART 1.wmv

Video gol pertandingan Pra PON NTB vs Persib

Tetap Jaga Profesionalisme


MESKI asa menjadi juara bagi Persib Bandung harus pupus pada Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 ini, namun hal tersebut tidak membuat semangat para pemain Persib pudar. Mereka berjanji akan tetap berjibaku saat tampil pada tiga laga penghabisan nanti.

Seperti yang diungkapkan pemain muda Jejen Zainal Abidin. "Profesionalisme tim harus tetap terjaga, meskipun sudah tidak mungkin juara. Tapi tidak semata-mata perjuangan telah usai, karena masih ada tiga laga lagi," ujar Jejen kepada persibholic.com.

Pemilik nomor punggung 21 ini mengatakan, Maung Bandung merupakan tim besar dengan banyak pendukung, baik teknis maupun nonteknis. Itu berarti, kata Jejen, diperlukan esktra kerja keras untuk membuat Persib semakin solid, baik tim maupun manajemen.

Meski begitu, pemain yang akrab disapa Uje ini optimistis para pemain akan diberi kesempatan untuk menampilkan performa terbaiknya jika diberi kepercayaan oleh jajaran pelatih.

Soal harapan pada musim depan, eks pilar Persikabo Bogor ini menyatakan keinginannya tetap berkostum biru milik Persib. Apalagi, musim ini kesempatan tampil baginya masih minim akibat cedera berkepanjangan.

"Saya masih ingin di Persib, karena kecintaan saya atas tim ini dan tentunya lebih dekat dengan keluarga. Tapi semuanya saya serahkan kepada manajemen. Yang jelas, saya ingin membalas kekurangan saya pada musim nanti," tutup Uje.

Sepakbola Adalah...


SEANDAINYA saya seorang kaya raya dan memiliki uang trilyunan rupiah, Persib Bandung akan saya beli. Kemudian saya akan menyulam mimpi indah, membawa Maung Bandung ke tangga juara kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) dan berlanjut memuncaki Champions Asia.

Tidak itu saja, saya juga, menghendaki semua pemain Persib bisa terpanggil ke tim nasional Indonesia dan tim nasional negeri lain tempat pemain asing saya berasal. Sebagai pemilik, saya menghendaki prestasi sepakbola yang paripurna. Hebat di ajang kompetisi dan pemainnya terkenal di timnas negaranya masing-masing.

Kenapa saya harus bermimpi seperti itu?

Karena sepakbola adalah sebuah keyakinan yang teguh. Saya coba membayangkan bagaimana suasana jiwa tetangga saya, Ceu Imas saat nonton Persib di TV. Suasana hatinya pasti meraja senang saat Maung Bandung bisa memenangkan pertandingan. Tapi, sebaliknya, jika Persib kalah, Ceu Imas menyemburkan sumpah serapah dan caci maki. Bila perlu melemparkan dan membantingkan asbak ke layar tv.

Caci maki dan sumpah serapah dalam sepakbola menjadi bagian yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Menjadi keseharian dan warna yang menonjol disetiap gelaran sepakbola dipentas nasional. Mulai dari yel-yel dan pekik wasit goblog hingga pelatih gelo, meluncur bak air terjun.

Selain itu, sepakbola benar-benar menjadi raja diraja budaya manusia terkini. Orkestra sepakbola mampu menyihir manusia menjadi lupa akan segala-galanya. Pemainnya akan terus berusaha menyodorkan kemenangan dan permainan indah, demi memuaskan penontinnya dan menghindari kekecewaan yang mendalam dari para pemujanya.

Ya, drama sepakbola memang sungguh memabukkan.

Kita masih ingat ketika Iran mengalahkan Australia pada piala Asia 2007. Kegembiraan yang dirayakan di jalan raya itu, harus dibayar mahal dengan tewasnya seorang warga Iran. Kendati begitu pesta sepakbola tidak langsung berhenti. Terus berlanjut hingga mereka mengakhirinya sendiri.

Tapi percayalah, sepakbola juga menjadi wadah yang paling pas untuk merekatkan perdamaianan dunia. Inggris dan Argentina yang terlibat perang Malvinas, mampu berangkulan saat kedua tim bertemu di lapangan hijau uantuk menghibur masyarakat sepakbola dunia.

Dalam mimpi saya, peristiwa itu itu juga, saya dambakan menjalar ke medium kompetisi LSI. Agar suatu hari kelak, Bobotoh Persib, The Jakmania, Bonek dan Aremania, atau pendukung lainnya yang memiliki permusuhan, bisa saling berangkulan ketika salah satu tim kebanggaannya mengalami kekalahan.

Ya, Sepakbola benar-benar olahraga mati dan hidup orang-orang diluar lapangan. Bahkan, kini, sepak bola sudah menjadi mesin-mesin kebudayaan massa dan menjadi bagian dari budaya pop global dan ladang perdamaian. Sepak bola juga telah melahirkan sentimen SARA dan permusuhan abadi.

Dan saya masih terus memelihara mimpi, agar ada perdamaian sepanjang hari, perdamaian sepanjang pertandingan, sepanjang masa – sepanjang mimpi saya belum selesai...

Sepakbola Adalah Dapur Pemain


KISRUH yang kini melanda PSSI masih memberikan tanda tanya bagi berbagai pihak yang bergelut dikancah persepakbolaan Indonesia ini. Hasil kongres yang akan diselenggarakan di Jakarta nanti, (20/5/2011) besok, dipastikan akan berdampak kepada insan sepakbola nasional.

Apalagi, bila FIFA menentukan PSSI harus dibekukan, para pemain yang mengarungi hidup di kancah sepakbola Nasional akan dibuat kelabakan. Bila memang badan tertinggi sepakbola di Indonesia itu dibekukan oleh FIFA, dampaknya sangat buruk bagi masa depan pemain.

Salah satu pemain yang menanggapi kisruh PSSI adalah cecep Supriatna. Cecep berharap, hasil akhir dari kongres PSSI bisa memberikan berita gembira khususnya bagi para pemain sepakbola.

"Saya harap, kisruh yang saat ini melanda PSSI bisa cepat terselesaikan. Karena, kalau terus seperti ini, persepakbolaan Indonesia akan semakin amburadul," harap Cecep kepada persibholic.com.

Cecep pun merasa cemas apabila PSSI resmi dibekukan oleh FIFA dan tidak bisa menyelenggarakan kegiatan sepakbola. Apalagi, jika Liga Super Indonesia (LSI) dibekukan akan menjadi bumerang bagi para pemain.

"Ya, kalau memang PSSI resmi dibekukan oleh FIFA, rasanya akan banyak pemain yang menganggur. Dapur kita ada di sepakbola. Jadi, kalau kita tidak main bola, mau kerja apa lagi?" jelasnya.

Bagi Cecep, ia tidak terlalu kebingungan kalau memang PSSI harus dibekukan. Karena dirinya kini sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, bagi pemain yang lain dipastikan akan kesulitan mencari nafkah.

"Siapapun tidak ingin bila akhirnya PSSI harus dibekukan. Selain soal dapur, ini juga soal citra Indonesia. Kita tidak ingin pembangunan prestasi sepakbola Indonesia terhambat hanya karena yang diatas berebut kekuasaan. Semoga semua pihak bisa bijak," harapnya.

Bertahan Untuk Gelar Juara


MILJAN Radovic mengaku betah berkostum biru khas Persib Bandung. Hampir separuh musim dan sudah 11 laga dilakoninya. Bahkan, ia sudah mencetak satu kali hattrick yang menggenapi koleksi golnya menjadi empat gol manis. Bahkan, sudah sembilan assist diberikan Miljan bagi pundi-pundi gol Persib.

Melihat atmosfir sepakbola Bandung yang luar biasa, Miljan mengaku ingin tetap bertahan bersama Maung Bandung. Ia merasa perjuangannya untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Persib sesungguhnya baru dimulai musim depan.

"Terus terang saya kaget dengan iklim sepakbola di Persib. Saya baru tahu kalau Persib ini tim besar. Pendukungnya luar biasa. Bahkan, di luar Bandung pun banyak yang memburu kita," kata Miljan kepada persibholic.com.

Soal atmosfir sepakbola di Indonesia, Miljan sebetulnya sudah cukup tahu. Pasalnya, pemakai nomor 58 ini pernah tampil di Malaysia. Hanya saja, ia baru tahu jika Persib punya dukungan banyak hal, semisal bobotoh.

"Ini tim besar dengan uang dan pendukung yang saya kira luar biasa. Tapi kenapa 16 tahun tidak juara? Jujur saja, saya bertanya seperti ini. Apa yang salah dari tim ini?" ungkap Miljan.

Dengan ambisi ingin membawa Persib meraih gelar juara, pemain kelahiran 18 Oktober 1975 ini berharap bisa bertahan di Kota Kembang. Ia berharap musim depan bisa memberikan hadiah kampiun kepada bobotoh.

"Ya, saya tahu persiapan tim musim ini kacau. Saya sudah dengar kita tiga kali ganti pelatih. Hal itu tentu sangat tidak baik bagi tim. Jadi wajar kalau musim ini Persib tidak baik. Saya harap musim depan persiapan lebih matang dan kita bisa memberikan hasil maksimal," bebernya.

Soal komposisi pemain, ia mengaku pada dasarnya pemain yang ada sudah bagus. Baginya, mempertahankan beberapa pemain yang ada dan menambah dengan yang lebih bagus akan menjadi awal yang baik. "Ya, pemain yang ada saat ini sudah bagus. Tinggal tambah beberapa kekurangan saja, pasti kita jadi lebih kuat," pungkasnya.

Menyusuri Akses Jalan SUS Gedebage


MENUNGGU rampung Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage harus ekstra sabar. Untuk musim kompetisi 2011/2012 sepertinya tim manapun belum bisa menggunakan stadion dengan kapasitas 38 ribu kursi tersebut. Termasuk, bagi Persib Bandung.

Sebelum jauh menduga-duga kapan proyek yang menelan anggaran hampir Rp 496 miliar itu jadi, ada baiknya melihat kesiapan akses jalan menuju SUS Gedebage. Sebab, jika pun stadion sudah jadi, namun akses jalan masih belum memadai, maka sebetulnya stadion belum layak digunakan.

Sambil memantau perkembangan pengerjaan SUS Gedebage, tim persibholic.com juga menyusuri akses jalan menuju stadion yang disebut-sebut menjadi Old Trafford-nya Indonesia ini. Apakah layak dan mudah bobotoh menuju stadion Gedebage?

Perjalanan dimulai dari Jalan Soekarno-Hatta. Dari arah Kota Bandung, kita harus memutar setelah melewati Markas Polda Jabar. Dari sana, langsung belok kiri ke arah Jalan Cimencrang Raya. Di jalan inilah dipastikan akan terjadi kepadatan jika bobotoh melintas. Pasalnya, Jalan Cimencrang Raya begitu sempit. Ditambah jalan ini melintasi perumahan warga yang padat.

Di jalan ini pula ada lintasan kereta api yang hanya berpalang besi sederhana. Parahnya, lintasan kereta tersebut cukup menanjak dengan jalan yang sempit. Selain membahayakan, jalan ini pun bisa menyebabkan kemacetan parah, baik motor ataupun mobil. Hal ini diperparah lagi dengan akses menuju stadion harus melewati Perumahan Griya Cempaka Arum. Karena bukan jalan umum, akses ini bisa saja diblokir warga yang merasa terganggu. Akses jalan ini tentu tidak layak.

Akses yang cukup nyaman adalah melewati Jalan Ciwastra. Akses ini cukup memadai. Namun, jalan yang sempit serta arus lalu lintas yang padat sebetulnya menyebabkan jalan ini tidak begitu layak dilewati rombongan suporter. Dari sini akan tembus Jalan Raya Derwati-Ciwastra. Setelah itu, akan ada jalan baru yang tengah dalam proses pembuatan. Saat dilewati, Rabu (18/5/2011), jalan ini masih berupa batu-batuan. Jalan ini tepat berada di samping jalan tol Purbaleunyi. Jalan ini cukup lebar dan sebagian sudah dibeton.

Akses lainnya yang kemungkinan besar akan digunakan bus Persib Bandung atau rombongan adalah melalui tol Purbaleunyi dan keluar di KM 151. Sampai saat ini, akses keluar tol Gedebage hanya diperuntukan untuk kendaraan proyek dan dijaga ketat keamanan. Namun, jalan ini tetap akan menimbulkan kemacetan bagi kendaraan yang keluar tol.

Dari tiga jalan utama ini, kondisinya sebetulnya tidak lebih baik dari akses menuju stadion Si Jalak Harupat. Hanya satu akses dari jalan tol. Selebihnya, jalan sempit dan melewati rumah warga berpotensi menimbulkan kemacetan parah serta hal-hal lain yang tidak diinginkan. Mengingat, hingga kini, masih ada saja sikap oknum bobotoh yang tidak bersikap dewasa terutama saat berada di jalan raya.

Namun, hal yang sempat menjadi pertanyaan adalah ketersediaan lahan parkir SUS Gedebage. Hanya tersedia jatah bagi 53 bus, 2.627 unit mobil dan 1.800 unit sepeda motor. Ini pun jika kendaraan yang datang diparkir dengan sempurna. Bagaimana jika tidak?

Sepertinya Persib dan bobotoh harus menunggu lebih lama menikmati kemegahan Old Trafford dari Indonesia ini. Masih banyak faktor nonteknis yang membuat pembangunan ini terhambat, termasuk tarik ulur dana antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar. Jika stadion jadi, akses jalan pun harus direnovasi. Dan ini tentu memakan waktu. Semoga saja pihak-pihak yang berkepentingan segera menyelesaikannya. Karena jika jadi, stadion ini akan jadi kebanggaan Kota Bandung, Jawa Barat hingga Indonesia.

Terpaksa Genjot Fisik Di Sidolig


PARA punggawa Persib Bandung terpaksa menjalani latihan pagi di Stadion Sidolig (Persib), Rabu (18/5/2011) pagi dengan kondisi lapangan yang buruk dan berakibat membahayakan kondisi para pemain. Lapangan becek terpaksa dilahap para pemain.

Sempat berencana untuk menggelar latihan di stadion Siliwangi, pasukan Maung Bandung harus terpaksa beralih tempat ke stadion Sidolig. Pasalnya, secara mendadakan stadion Siliwangi akan dipakai.

Keadaan seperti ini membuat pelatih Persib Daniel Roekito lagi-lagi dipusingkan. Namun, Daniel mencoba tetap bersikap profesional dan meminta anak asuhnya berlatih keras.

"Ya, melihat lapangan ini, memang sangat memprihatinkan. Selain mebahayakan bagi pemain, latihan pun terganggu. Tapi ada hikmahnya juga. Toh nanti ketika kita bertandang ke Stadion Persiba, kondisi lapangannya tidak jauh seperti ini. Jadi hitung-hitung berlatih dengan keadaan lapangan yang buruk," ungkap Daniel.

Daniel memang langsung menggenjot fisik anak asuhnya. "Saya memberikan sedikit latihan fisik agar anak-anak kembali segar. Tadi juga, saya mengasah power dari anak-anak dan mengembalikan daya tahan tubuh mereka," jelasnya.

"Dan saya lihat anak-anak tetap semangat dalam latihan. Mereka cukup menikmati porsi latihan yang saya berikan. Semoga bisa terus seperti ini," sambungnya.

Selain Daniel, gelandang asal Montenegro Miljan Radovic juga mengomentari keadaan lapangan yang cukup buruk. Miljan memang baru pertama kali ini merasakan latihan di stadion Sidolig.

"Selain becek, lapangan ini penuh dengan batu yang membahayakan pemain. Tapi, sebetulnya saya lihat ini lapangan yang cukup bagus dan indah. Hanya mungkin tidak terawat," ujar Miljan sambil tertawa.

Pindah Latihan Lagi


Setelah dua hari berlatih di Stadion PERSIB di Jln. A. Yani Bandung, Eka Ramdani dan kawan-kawan harus kembali berpindah tempat latihan. Untuk sesi latihan Jumat (20/5) pagi, PERSIB akan pindah lagi ke Lapangan Sepakbola Brigif Cimahi. Rencana tersebut disampaikan Asisten Pelatih Robby Darwis usai memimpin sesi latihan pagi di Stadion PERSIB, Kamis (19/5). "Kita ke Brigif lagi. Soalnya di sini (Stadion PERSIB) dipakai oleh pihak lain," kata Robby. ***

Kamis (19/5) Latihan Tetap di Stadion PERSIB


PERSIB untuk sementara akan tetap menggunakan Stadion PERSIB di Jln. Ahmad Yani Bandung, Kamis (19/5) pagi. Meski kondisi lapangan tidak terlalu layak, PERSIB tak punya pilihan lain, karena sulit mendapatkan lapangan yang lebih baik. Hal itu diungkapkan Asisten Pelatih, Robby Darwis di Mes PERSIB, Jln. Ahmad Yani Bandung, Rabu (18/5).

"Kita akan tetap latihan di sini (Stadion PERSIB). Meski lapangan kurang bagus, tetapi tidak terlalu masalah karena fokus latihan pekan ini masih ke peningkatan kondisi fisik," katanya. Pada Rabu (18/5) pagi, Pelatih Daniel Roekito memulai persiapan menghadapi Persiba Balikpapan dengan berlatih di stadion yang dulu bernama SIDOLIG ini. Sesi latihan pagi itu secara mendadak dilakukan karena sebenarnya Daniel memerogramkan latihan sore sekembalinya dari lawatan ke Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.***

Tiga Pemain Absen Latihan


"Stopper" Maman Abdurahman absen dalam sesi latihan Rabu (18/5) di Stadion PERSIB Jalan Ahmad Yani, Bandung. Pemain bernomor punggung 5 yang pernah menjabat sebagai kapten tim "Maung Bandung" tersebut absen karena tidak mengetahui tempat latihan berubah. Sebelumnya, pelatih Daniel Roekito merencanakan latihan pada sore hari. Akan tetapi dengan tidak tersedianya lapangan yang bisa digunakan, terpaksa Daniel memindahkan jadwal latihan ke pagi hari.

Selain Maman, kiper Dadang Sudrajat, dan striker Airlangga Sutjipto pun absen. Airlangga belum bisa bergabung karena ada kepentingan keluarga, sedangkan Dadang tidak bisa mengikuti latihan karena harus menjaga anaknya yang sedang sakit. "Ada beberapa pemain absen latihan memang karena mereka ada kepentingan keluarga. Mudah-mudahan anaknya lekas sembuh," ujar Daniel. ***

Latihan Terpaksa di Stadion PERSIB


Tim PERSIB, Rabu (18/5) batal berlatih di Stadion Siliwangi. "Pangeran Biru" akhirnya menggelar sesi latihan fisik di Stadion PERSIB Jalan Ahmad Yani. Perpindahan lokasi latihan ini sangat mendadak karena lapangan Stadion Siliwangi yang rencananya akan digunakan oleh PERSIB digunakan pihak pengelola. Pelatih Daniel Roekito agak menyesalkan perpindahan lokasi latihan tersebut. Namun dirinya tidak bisa berbuat banyak karena memang PERSIB saat ini belum memiliki lapangan tempat berlatih sendiri.

"Tadi pagi kita sebetulnya sudah berkumpul di Stadion Siliwangi untuk latihan, tetapi karena lapangan digunakan oleh pengelola akhirnya kita memutuskan latihan di sini (mes) saja. Namun, tidak masalah selama kita berlatih fisik," ujar Daniel. Dalam persiapan menghadapi laga tandang melawan Persiba Balikpapan 28 Mei mendatang, Daniel mulai berkonsentrasi pada peningkatan kondisi fisik pemain seperti halnya yang dilakukan pada sesi latihan hari ini. "Persiapan kita memang cukup lama untuk menghadapi Persiba. Untuk itu kita sudah mulai konsentrasi pada latihan kekuatan dan keseimbangan. Hari ini memang masih ringan, tetapi untuk besok akan coba kita tingkatkan porsinya. Game internal hanya untuk pelengkap saja," ujar Daniel.***

Tato Menghiasi Tubuh Pemain PERSIB


Sekembalinya dari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa pemain PERSIB memiliki tato di salah satu bagian tubuhnya. Ada kalajengking di leher penjaga gawang Cecep Supriyatna, rankaian tulisan huruf kanji di lengan Atep dan gambar lainnya di tubuh Nova Arianto dan bahkan dokter tim Persib, dr. Rafi Ghani. Tato-tato yang bersifat sementara itu dibuat para pemain dan ofisial tim PERSIB pada malam terakhir di Mataram. Mereka secara khusus mendatangkan seniman tato ke salah satu kamar pemain di Hotel Jayakarta, kawasan Pantai Senggigi, Kab. Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Tentang tato huruf kanji di lengannya, Atep mengaku tidak tahu artinya. "Kalau mau tahu artinya, tanya saja ke ibunya Matsunaga," kata Atep sambil tertawa.***