Powered By Blogger

Kamis, 30 September 2010

Airlangga Tiba, Atep Belum


Hingga Kamis (30/9) pukul 21.00 WIB, Atep belum bergabung dengan tim di Hotel The Sun Sidoarjo, tempat Persib menginap. Atep yang meminta izin pulang ke Cianjur karena kakeknya meninggal dunia, sebenarnya sudah berada di Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang Banten malam ini. Namun, dia masih mencari tiket pesawat tujuan Surabaya. Sementara itu, Airlangga Sutjipto sudah berada di Sidoarjo sejak sore hari. Airlangga izin pulang ke Bandung karena istrinya sakit.

Kendati begitu, Atep kemungkinan akan bergabung di Sidoarjo malam ini menunggu penerbangan terakhir dari Jakarta ke Surabaya. Atep dan Airlangga dijadwalkan akan mengikuti sesi latihan uji coba lapangan Stadion Gelora Delta, Jumat (1/10) pagi. Persib mendapat kesempatan uji coba lapangan sesuai dengan ketentuan dalam manual liga.

Pelatih Jovo Cuckovic akan mewajibakan semua pemain mencoba lapangan karena dia sudah tahu kondisinya kurang bagus. Lapangan keras dan tidak rata. Jovo melihat kondisi tersebut ketika mengintip pertandingan Deltras melawan Sriwijaya FC, Rabu (29/9). ***

Tak Ada Latihan Sore


Eka Ramdani dkk. mendapat kesempatan istirahat lebih lama. Kamis (30/9) sore tidak ada agenda latihan. Menurut pelatih Jovo Cuckovic, pada latihan pagi cukup berat dan pemain masih mengalami kelelahan. Jika dipaksakan latihan, kurang bagus bagi pemain karena nanti waktu pemulihan kondisi fisik akan lebih lama. "Tidak akan jadi masalah. Tadi latihan pagi juga cukup berat. Cuaca panas akan sangat menguras stamina," ujarnya.

Jovo meminta pemain menikmati libur latihan ini dengan istirahat yang cukup dan tetap memerhatikan gizi makanan. Ia tidak ingin pada saat pertandingan melawan Deltras, Sabtu (2/10), para pemain masih dilanda kelelahan. Sebelum melakukan pertandingan, Persib masih memiliki waktu sehari untuk melakukan latihan, Sabtu (1/10). Bisanya hal itu digunakan untuk uji coba lapangan di Stadion Gelora Deltra Sidoarjo.


Menurut Jovo, pada latihan pagi intensitasnya cukup tinggi. Pemain diharuskan sering bergerak meminta bola atau membuka ruangan. Hal itu, selain menjaga kekompakkan permainan, juga memulihkan kondisi fisik pemain. Ia menilai kondisi fisik pemain masih stabil dan diharapkan pada laga melawan Deltras pada kondisi puncak. Sekretaris tim, Yudianan mengatakan Persib mendapat kesempatan uji coba lapangan Stadion Gelora Delta pada pukul 8.00 WIB.

Salah seorang gelandang, Jejen Zaenal Abidin mengakui pada latihan pagi cukup berat dan menguras stamina. Namun, kata dia, latihan seperti ini masih tergolong normal dan pernah diberikan Jovo pada latihan-latihan sebelumnya. "Mungkin karena cuaca panas, stamina menjadi cepat menurun," ujar Jejen.

Jejen memanfaatkan waktu libur latihan hanya berdiam diri di kamar. Ia lebih memilih istirahat di kamar daripada jalan-jalan karena faktor cuaca. "Malas keluar, panas. Lebih baik tiduran saja," ujarnya. ***

Selasa, 28 September 2010

PERSELA vs PERSIB 2010/2011

Shahril Ishak Absen


Pemain asing asal Singapura, Shahril Ishak bakal absen saat Persib melawan Persela di Stadion Surajaya Lamongan Jawa Timur, Selasa (28/9). Pemain yang menempati posisi gelandang itu masih harus membereskan masalah administrasi dengan klub lamanya, Home United. Dengan begitu, International Transfer Certificate (ITC) dan Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas) dia belum beres.

Menurut Manajer H Umuh Muchtar, Shahril baru bisa memperkuat Persib pada saat melawan Deltras Sidoarjo, Sabtu (2/10). Segala persyaratan administrasi dia, diharapkan sudah selesai sebelum laga kedua Persib nanti. "Tim sudah kondusif. Pelatih sudah memiliki pilihan lain pengganti Shahril," ujar Umuh.

Tanpa Shahril, Persib tidak begitu khawatir karena di lini tengah masih ada pemain lain seperti Atep, Siswanto, Eka Ramdani, maupun Jejen Zaenal. Pelatih Jovo Cuckovic sudah memahami kondisi seperti ini dan dia sudah merancang skema permainan.

Sekretaris tim, Yudiana mengatakan bahwa Shahril saat ini berada di Singapura menyelesaikan masalah administrasi dengan klub lamanya. Ia sengaja datang sendiri ke klubnya agar proses penyelesaian bisa berlangsung cepat, dan dia bisa main di Sidoarjo. "Rabu (30/9) dia akan datang langsung ke Surabaya dan bergabung dengan Persib," ujar Yudiana. ***

Maman, "Kami tak Ingin Kalah"


SEPANJANG sejarah Liga Indonesia (LI) dan Liga Super Indonesia (LSI), Persib Bandung selalu pulang dari Lamongan dengan membawa kekalahan. Terakhir, Persib dibekap Persela Lamongan 0-1 pada LSI 2009-2010 lewat gol tunggal Fabiano Da Rosa Beltrame di pengujung babak pertama. Catatan buruk itu disadari benar para pemain Persib, tak terkecuali Maman Abdurahman. Bersama Persib, dia sudah datang dua kali ke stadion ini.

Pengalaman terburuknya adalah ketika dia berhasil dilewati mantan striker Persib yang membela Persela, Dicky Firasat pada LSI 2008-2009. Lewat dua aksi Dicky itu, Persib kalah 0-2 dari Persela pada musim itu. Maman, "center back" yang sudah dua musim berkostum Persib ini tentu saja berharap bisa mengakhiri keangkeran Stadion Surajaya. Momennya adalah ketika Persib menantang Persela pada pertandingan pertama LSI 2010-2011, Selasa (28/9) ini. "Persiapan dan kepercayaan diri para pemain Persela memang sedang bagus-bagusnya setelah mereka menjuarai Liga Jatim. Namun maaf, kita datang jauh-jauh ke sini tentu saja ingin menang. Jadi, semua pemain akan memperjuangkannya," kata pemain kelahiran Jakarta, 12 Mei 1982 ini.


Bek yang dibesarkan Persijatim Jakarta Timur itu menyadari, meraih kemenangan di Stadion Surajaya bukanlah hal yang mudah. Namun, kata Maman, peluang untuk menang bukan berarti tertutup sama sekali. "Pertandingan pertama memang selalu sulit. Namun, kesulitan itu mudah-mudahan lebih dialami tuan rumah yang punya beban wajib menang. Dengan begitu, kita punya peluang untuk mencuri kemenangan itu," kata pemain terbaik Liga Indonesia (LI) XII/2006 ini. Ketika itu, Maman mengantarkan PSIS Semarang menjadi runner-up LI XI/2006 setelah dikalahkan Persik Kediri di partai puncak.

Satu kendala lain yang diakui secara jujur Maman adalah minimnya pertandingan uji coba Persib selama masa persiapan. Hal itu berbeda jauh dengan Persela yang bisa mematangkan permainannya di Liga Jatim yang dijuarainya untuk keempat kali. "Kita memang minim uji coba, terutama dengan lawan-lawan sepadan. Namun, itu tak mengurangi optimisme saya untuk memenangkan pertandingan melawan Persela," kata penguasa kostum dengan nomor punggung 5 ini.***

Sebilah Kujang di Kostum Persib [10:30 WIB ]


Sebilah kujang, senjata pusaka tradisi tatar Sunda menghiasi seragam kebanggaan tim asal Kota Bandung dan Jawa Barat, Persib pada musim kompetisi 2010-2011. Filosofi kujang yang melekat tajam pada kostum sebagai representatif Persib zaman sekarang. Persib bukan sekadar tim sepak bola, tetapi menjadi budaya. Orang tua, remaja, hingga anak-anak di Jawa Barat cukup mengenal Persib.

Senjata kujang melekat di bagian depan dan belakang seragam. Namun, pada dasarnya orang Sunda seperti pada acara pernikahan, sang mempelai laki-laki menyimpan kujang di belakang. Hal itu menandakan orang tersebut merupakan sosok yang rendah hati dan berani.

Pada sebilah kujang itu terdapat lima lubang. Hal itu menyimbolkan kesatria atau per-tahanan. Dengan begitu, Persib adalah pertahanan atau ksatria Jabar. Selain itu, di depan seragam ada garis-garis halus seperti pagar bambu. Arti bambu tersebut pun menyimbolkan sebuah pertahanan juga.


Konsep desain busana kerajaan Sunda ada pada kerah kostum. Pada kerah kostum tersebut lancip mengarah ke bawah. Pada kerah bagian belakang, ada tulisan "Pangeran Biru" bukan Maung. Dulu si bulao (biru), saya harapkan bahwa pemain Persib ini pangeran untuk Jabar. Jadi pola pikir bobotoh itu terhadap Persib jadinya Pangeran Bulao," tutur karyawan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) itu. Ia menambahkan, sejarah polet putih pada garis lengan yang melengkung ke bawah, merupakan elemen sporty dari tahun ke tahun.

Agar pemain merasa nyaman saat memakainya, bahan kostum memakai polyester dan dry max. Dengan bahan itu, membuat hangat pemainnya ketika cuaca dingin dan membuat adem pemain ketika cuaca panas. Bahan dry max ini bertekstur lubang-lubang. Fungsinya sebagai pori-pori untuk mengeluarkan keringat di dada dan punggung sebagai pangkal keringat dan mempercepat proses pengeringan. Bahan tersebut juga bisa menyerap udara dan menyesuaikan dengan suhu badan pemain. Sementara itu, bahan polyester untuk membuat agak hangat. Semua bahan ini digunakan untuk seragam kiper.

Selain Persib, Joma penyedia kostum asal Spanyol ini menyeponsori timnas Honduras dan Sevilla serta klub di Liga Malaysia. Kostum ini hanya bisa dibeli di Kantor PT Persib Bandung Bermartabat, Jln. Sulanjana No 17 Bandung dengan harga Rp 299.000 untuk yang polos, dan Rp 399.000 untuk kostum yang sudah dilengkapi dengan sponsor, nomor punggung, dan nama. Kostum ada tiga warna. Biru untuk laga kandang, putih tandang, dan hijau di tempat netral.***

Luar Biasa, Animo Pemesan "Jersey" Persib


Sejak resmi diluncurkan "jersey" Persib, Rabu (22/9) di Stadion Siliwangi pada acara "Launching" Persib, jumlah bobotoh yang memesan ke Kantor PT PBB Jln. Sulanjana No.17 Bandung Lantai 3 cukup tinggi. Baru seminggu setelah peluncuran, tercatat sudah 975 pemesan, Selasa (28/9). Pemesan lebih banyak memilih warna biru. Kendati begitu, bobotoh yang memesan warna hijau dan putih hampir mencapai 100 buah.

Untuk sesi tahap pertama pemesanan akan ditutup 30 September. Barang akan diterima pemesan pada 15 Oktober. Tingginya animo bobotoh ingin mendapatkan "jersey" orginal karena penjualan hanya dilakukan di PT PBB. "'Jersey' orginal Persib hanya dijual di kantor Persib. Jika di tempat lain ada yang menjual, kami tidak menjamin bahwa barang itu orginal," ujar Manajer Merchandise, Budhi Bram Rachman.


Bram juga mengingatkan bobotoh agar tidak terkecoh dengan iming-iming harga "jersey" lebih murah dengan kualitas sama. Menurut dia, pihak Joma hanya mendistribukan barang (kostum) langsung ke Persib. Apalagi, Persib sebagai pemegang hak ekslusif tim yang satu-satunya memakai kostum Joma di Kompetisi Indonesia.


Harga kostum polos Rp 299.000.-, komplit dengan nama di belakang punggung, semua sponsor Rp 399.000.-. Kemudian, harga celana Rp 99.000,-, kaos kaki Rp 39.000.-. Untuk kostum tangan panjang dikenai biaya tambahan sebesar Rp 60.000.-. Bobotoh bisa pesan sata stel terdiri dari kostum, celana, dan kaus kaki seperti yang digunakan pemain Persib di kompetisi. ***

Skuad Persib Melawan Persela


Pelatih Jovo Cuckovic akan menggunakan formasi 4-4-2 saat berhadapan dengan Persela, Selasa (28/9) pukul 15.30 WIB di Stadion Surajaya Lamongan Jawa Timur.

Berikut susunan pemain Persib:
M Haris Maulana (81/kiper). Isnan Ali (25/bek kiri), Nova Arianto (30/bek tengah), Maman Abdurahman (5/bek tengah), Baihakki Bin Khaizan (3/bek kanan). Atep (7/gelandang kanan), Eka Ramdani (8/gelandang tengah), Hariono (24/gelandang bertahan), Siswanto (22/gelandang kiri). Pablo Frances (20/striker), Christian Gonzalez (99/striker).

Cadangan:
Cecep Supriyatna (55/kiper), Gilang Angga (12/bek kanan), Wildansyah (4/bek tengah), Jejen Zaenal (21/gelandang kanan), Yudi Khoerudin (87/bek kiri), Rachmat Afandi (11/striker), Airlangga (9/striker).

Persela 4-4-2:
Choirul Huda (kiper), Charis yulianto, Fabiano da Rosa, Taufik Kasrun, Slamet Riyadi (belakang), I Gede Sukadana, Zaenal Arifin, Hendro Siswanto Feri Ariawan (tengah), Jimmy Suparno, Redouane Barkaoui (depan).

Cadangan:
Komang Putra (kiper), FX Yanuar, Valentino, Zulham M Zamrun, Zaenal Ichwan, An Hyo Yeon, Aris Alfiansyah

Perangkat pertandingan:

Pengawas Pertandingan
:
Maurice Tuguis
Wasit : Jimmy Napitupulu
Asisten Wasit 1 : Jaka Mulyono
Asisten Wasit 2 : Rahman Pontoh
Wasit Cadangan : John Parera

Cafe Persib Bergemuruh


Suasana di Cafe Persib, Jln. Sulanjana No.17 Bandung berlangsung meriah. Hal itu terjadi saat striker Christian Gonzalez membuat gol balasan pada menit 60 setelah menerima umpan dari Eka Ramdani. Sebelumnya, para bobotoh lebih banyak terdiam membisu terutama setelah gawang Persib yang dijaga Markus Haris Maulana kebobolan pada menit 21 oleh Hendro Suswanto.

Kegiatan "nonton bareng" di Cafe Persib ini sudah menjadi agenda rutin setiap pertandingan tandang Persib dan disiarkan langsung Antv. Sebenarnya kegiatan ini tanpa melalui perencanaan, tetapi karena sudah menjadi agenda rutin, bobotoh datang dengan sendirinya.

Saat pertandingan berlangsung, bobotoh terlihat tegang karena Persib justru bermain santai. Untungnya, Persela juga bermain di bawah "form" terbawa irama permainan Persib, sehingga bola lebih sering berada di tengah lapangan. Namun, ketika Persib secara perlahan melakukan serangan, tanpa komando bobotoh bertepuk tangan dan bersorak. Jika serangan gagal menghasilkan gol, mereka kompak bersuara pelan," aahhh...."
Baru pada menit ke 21 bobotoh langsung terdiam saat Persela bisa mencetak gol. Ekspresi bobotoh beragam. Ada yang menutup wajah dengan kedua telapak tangannya, menggebrak meja, memegang kepalanya, dll. Sesudah itu, yang terlihat wajah tegang.

Masuknya Jejen membuat bobotoh makin bersemangat menyaksikan di layar televis. Aksi dia membuat decak kagum bobotoh dan memberikan pengharagaan dengan tepuk tangan. Pada menit ke 60, cafe bergemuruh. Bobotoh berteriak melampiaskan kepuasannya setelah Gonzalez bisa menyamakan skor 1-1. Setelah gol itu, setiap pemain Persib menciptakan peluang mereka berjingkrak dan berteriak kegirangan.

Seorang bobotoh, Aria Sanjaya mengakui menonton pertandingan Persib sendirian kurang seru. Karena itu, dia sengaja datang ke Cafe Persib bergabung dengan bobotoh lain memberikan dukungan kepada Persib. "Seru banget. Tegangnya sangat terasa, kalau sambil nonton banyak orang. Nanti saya pasti datang ke sini lagi," ujarnya. ***

Persib Mencuri Poin di Lamongan


Tim Persib berhasil mencuri poin di Lamongan setelah sukses menahan seri tuan rumah Persela 1-1, pada Djarum Liga Super Indonesia (DLSI) 2010-2011, di Stadion Surajaya Lamongan, Selasa (28/9). Hasil ini sesuai target, dimana Persib bertekad bisa meraih poin di Lamongan, meski hanya satu biji kemenangan.

Persib tertinggal pada babak pertama melalui gol gelandang Persela Hendro Suswanto pada menit 21. Ia melakukan tendangan dari luar kota penalti, dan bola menyusur ke pojok kanan gawang Persib tanpa bisa diantisipasi kiper Markus haris Maulana. Tertinggal 0-1, Persib berusaha mengejar ketinggalan, karena serangan terburu-buru membuat mereka sulit menembus pertahanan Persela.


Pada babak kedua, Jejen Zaenal Abidin masuk menggantikan Siswanto. Sementara Atep digeser dari gelandang kanan ke kiri mengantikan posisi yang ditinggalkan Siswanto. Pelatih Jovo Cuckovic menempatkan Jejen di gelandang kanan. Perubahan materi pemain di lini tengah ini, membuat serangan Persib lebih hidup. Jejen di sayap kanan dan Atep di kiri, rajin membuka daerah sehingga sering menciptakan umpan silang.

Dalam sebuah serangan, pada menit 60, Eka Ramdani dari sektor sayap kiri Persela memberikan umpan lambung ke kotak penalti dengan kaki kiri. Bola berhasil melewati jangkauan Fabiano, dan tepat mengarah ke Christian Gonzalez. Striker asal Paraguay itu dengan mudah meneruskan bola dengan sundulan, dan mengecoh kiper Choirul Huda yang sudah terlalu maju meninggalkan sarangnya. Skor berubah 1-1 dan bertahan hingga bubaran. ***

Minggu, 26 September 2010

Simsalabim... Jovo Cuckovic


Daniel Darko Janackovic menjadi pelatih tercepat diganti. Bisa jadi, hal itu sebuah rekor di dunia. Kompetisi belum bergulir, dia sudah diganti dan usia kontraknya cuma dua bulan. Asistennya yang dibawa Daniel, Jovo Cuckovic naik tahta menjadi pelatih kepala. Terlepas pergantian ini akan menuai catatan buruk dalam sejarah Persib, Jovo kini harus konsentrasi meramu tim.

Beruntung dia agak tahu dengan kondisi tim karena ketika Daniel pulang ke negaranya Prancis, Jovo yang memimpin sesi latihan bersama Robby Darwis. Pria asal Serbia ini sudah tahu kelemahan dan kelebihan Persib. Untuk itu, sisa waktu tiga hari menjelang lawan Persela Lamongan, Selasa (28/9), dia benar-benar mendapat tugas maha berat bisa meramu tim menjadi lebih solid. Jovo praktis hanya memiliki waktu tiga hari bergabung dengan tim, pascapenolakan pemain dilatih Daniel.

Mampukah Jovo seperti pesulap andal David Copperfield? Jovo memang bukan pesulap. Namun, dia mengemban tugas seperti pesulap, yang diharapkan bisa dengan mudah membalikkan keadaan. Tentu hal ini sulit diterima akal sehat. Apalagi, Persela baru saja menjuarai Liga Jatim, sehingga dari sisi moril mereka lebih percaya diri dan akan mendapat dukungan dari suporternya. Di lain pihak, Persib justru harus berkutat dengan masalah internal, meski proses latihan bisa berjalan dengan normal.

Sepakbola adalah permainan. Hasil akhir, semua bergantung dengan kondisi di lapangan. Tentu saja, jika Persib tetap percaya diri dan memiliki semangat tinggi, itu modal paling utama melakoni laga perdanan nanti. Tak perlu ada lagi keraguan karena persiapan minim.Toh, mengawali kompetisi, semua tim masih meraba-raba kekuatan sendiri dan lawan. Untuk itu, manfaatkan kondisi tersebut dengan mengutamakan kekompakkan dalam upaya mencapai hasil maksimal.

Setelah Jovo terpilih, kita semua pasti tak ingin ada lagi pergantian dengan cara-cara "tidak elegan". Pergantian tetap mengacu pada prestasi, bukan karena soal nonteknis. Pelatih diganti karena soal prestasi, sudah menjadi hal yang lumrah dan terjadi pada kompetisi di dunia. Pelatih asal Brasil Filippe Scolari berhasil membawa Brasil menjadi juara dunia 2002 dan Portugal "Runner-up" Piala Eropa 2004. Namun, ketika menangani Chelsea pada 2008-2009, nasibnya sial karena berpijak dari prestasi yang sulit meraih juara, dia dipecat pada pertengahan kompetisi.

Nah, pemilihan Jovo merupakan keputusan bersama, dan para pemain pun menghendaki dia. Kini tak ada alasan terlalu disiplin atau latihan terlalu berat. Semua harus bisa menghilangkan ego, dan bekerjasama demi nama besar Persib. Kita tidak perlu lagi melihat lagi ke belakang. Mari semua berpikiran positif menatap kompetisi yang sudah dekat.

Jovo memang bukan pesulap, tetapi jika dia, pemain, dan manajemen sudah satu hati demi Persib, bukan mustahil pulang "berperang" dari dua laga tandang ke Lamongan dan Sidoarjo bisa membawa poin. Simsalabim...Jovo. ***

Ade Dana Juara Sebagai Pemain dan Pelatih


Ade Dana (alm) adalah salah seorang pemain besar yang pernah dilahirkan Persib Bandung. Ia merupakan pemain Persib di dekade 50-an dan 60-an. Sebagai pemain, sumbangsih terbesarnya buat Persib adalah dengan mempersembahkan gelar juara Kejuaraan Nasional PSSI (Kompetisi Perserikatan) pada tahun 1961.

Ketika itu, pada putaran final yang menggunakan format "7 Besar", Persib mengumpulkan nilai tertinggi 11 dalam klasemen akhir, sekaligus menyisihkan tim favorit juara, PSM Makassar (10) dan Persija Jakarta (8). Ade Dana dan kawan-kawan memastikan gelar juara setelah pada laga pamungkas yang sangat menentukan berhasil mengalahkan Persija 3-1 di Semarang, 31 Juni 1961. Tiga gol Persib disumbangkan Wowo Sunaryo menit 12 dan 20 serta Hengki Timisela menit 23.

Selain Ade Dana, Wowo dan Hengki, skuad Persib 1961 itu dihuni Hehanusa, Hermanus, Juju (kiper), Ishak Udin, Iljas Hadade, Rukma Sudjana, Fatah Hidayat, Sunarto, Thio Him Tjiang, Nazar, Omo Suratmo, Suhendar, dan Piece Timisela.

Dua puluh sembilan tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1990, anggota tim nasional Indonesia di era pelatih Tony Pogacnik dari Yugoslavia ini kembali menghadirkan prestasi besar buat Persib. Tentu saja, kali ini setelah ia beralih profesi menjadi pelatih. Memadukan pemain senior seperti Adeng Hudaya, Robby Darwis, Adjat Sudrajat dan Yusuf Bachtiar serta pemain muda yang baru mengorbit macam Sutiono Lamso, Nyangnyang, Asep Sumantri dan Aris Munandar, Ade Dana membawa Persib menjuarai Kompetisi Perserikatan 1989-1990. Pada final yang berlangsung di Stadion Utama Senayan Jakarta, 11 Maret 1990, Persib menaklukkan Persebaya Surabaya 2-0 lewat gol bunuh diri Subangkit menit ke 7 dan Dede Rosadi menit 59. Sukses itu mengantarkan Ade Dana menjadi orang pertama yang berhasil mempersembahkan gelar juara ketika menjadi pemain dan pelatih.***

Jovo, "Senang Bisa Melatih Persib"


Pelatih baru Jovo Cuckovic langsung memimpin latihan Persib, di Stadion Siliwangi, Sabtu (25/9) pagi. Setelah ada keputusan Jovo mengganti Daniel Darko Janackovic, dia ke Bandung dan tiba Jumat (24/9) malam. Seperti gaya melatih sebelumnya, Jovo berada di lapangan dan memberikan instruksi sekaligus contoh apa yang harus dilakukan pemain. Hal ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi Persela Lamongan, Selasa (28/9) di Stadion Surajaya Lamongan Jawa Timur.

Jovo mengatakan sudah tahu apa yang harus dia kerjakan karena dia sebelumnya pernah memimpin latihan saat Daniel pulang ke Prancis. Menurut dia, Persib merupakan klub besar dan memiliki suporter fanatik serta jumlahnya banyak. "Semua mendukung Persib dan mereka memiliki motivasi menjadi juara. Saya sangat senang bisa melatih Persib," ujarnya.


Menurut dia, target Persib juara karena keinginan dari suporter, pemain, dan manajemen. Untuk itu, dia akan berusaha mewujudkan keinginan mereka merebut gelar juara. Dalam sepakbola semua bisa terjadi, asalkan kompak, bisa bekerjasama, dan kerja keras.

Manajer Persib, H Umuh Muchtar menyabut Jovo. Menurut dia, pelatih berusia 61 tahun ini, menyatakan kesiapannya membawa Persib meraih prestasi. "Saya melihat para pemain 'enjoy' latihan bersama Jovo. Semoga ini merupakan pertanda baik dan hasilnya sesuai harapan," ujarnya.

Jovo mengatakan hubungan dengan Daniel tetap baik dan tidak memiliki masalah, walau dia posisinya naik menjadi pelatih. Bahkan Daniel memberikan dukungan agar bisa sukses bersama Persib. ***

Persib Boyong 24 Pemain


Melakoni Tur Jawa Timur pada Kompetisi Djarum Liga Super Indonesia 2010-2011, Persib memboyong 24 pemain. Rombongan Persib bertolak dari Bandara Husein Sastranegara Bandung, Minggu (26/9) pukul 10.00 WIB menggunakan pesawat Sriwijaya Air. Diperkirakan rombongan akan tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya pukul 11.30 WIB.

Persib tidak membawa pemain seleksi asal Cile, Luis Alejandro Pena. Pemain yang menempati posisi gelandang itu dikembalikan ke agennya karena Persib membutuhkan seorang pemain belakang. Persib akan melakukan uji coba lapangan Stadion Surajaya Lamongan, Senin (27/9) pagi.

Berikut pemain yang ikut Tur Jawa Timur:1 Markus H. Maulanan Kiper 13 M. Agung Pribadi Gelandang Bertahan
2 Cecep Supriyatna Kiper 14 Dias Angga Putra Gelandang Serang
3 Dadang Sudrajat Kiper 15 Rendi Saputra Gelandang Serang
4 Baihakki Khaizan Stopper 16 Eka Ramdani Gelandang Serang
5 Maman Abdurahman Stopper 17 Shahril Ishak Gelandang Serang
6 Nova Arianto Stopper 18 Atep Gelandang Kanan
7 Yudi Khoerudin Stopper 19 Siswanto Gelandang Kiri
8 Wildansyah Bek Kanan 20 Jejen Z. Abidin Gelandang Kanan
9 Gilang Angga Bek Kanan 21 Airlangga Sutjipto Striker
10 Isnan Ali Bek Kiri 22 Rachmat Afandi Striker
11 Hariono Gelandang Bertahan 23 Christian Gonzales Striker
12 Munadi Gelandang Bertahan 24 Pablo A. Frances Striker

Pemain Akan Mengerti Instruksi Jovo


Pelatih Jovo Cuckovic belum begitu fasih bahasa Inggris. Namun, dia tetap optimistis Atep dkk. akan mengerti apa yang diinstruksikan di lapangan. Bahasa Inggris dalam sepakbola sudah berlaku umum dan pemain akan mengerti. Selain itu, sudah ada penerjemah Jovo, Ino untuk memudahkan komunikasi dengan para pemain.

"Semoga pemain dapat menerapkan apa yang saya katakan. Meski bahasa Inggris saya kurang baik, saya yakin pemain mengerti apa yang saya ungkapkan," ujar Jovo.

Jovo berharap pada laga perdana Persib melawan Persela tidak ada masalah. Pemain sudah harus konsentrasi pada kompetisi dan melupakan masa lalu. Sekarang semua dalam kondisi bagus, dan para pemain sudah siap tempur. ***

Persib Cari Bek Asing


Berdasarkan dari rekomendasi pelatih, setelah Persib resmi mengikat Shahril Ishak, selanjutnya Persib membutuhkan seorang pemain asing lagi yang mempunyai posisi sebagai pemain belakang. Hal ini disebutkan oleh manajer, H Umuh Muhtar.


“Berdasarkan pembicaran dengan pelatih, selelah mengontrak Shahril, kita akan memulangkan Luis Pena. Dan selajutnya kita akan mencoba bek asing. Bisa dari asia atau aing,” ungkap H Umuh di stadion Siliwangi.

Walaupun laga pertama melawan Persela sudah semakin dekat, namun H Umuh optimis Persib akan mendapatkan pemain yang diinginkan. Jika melihat waktu yang dipunyai juga, pendaftaran pemain untuk klub juga masih dibuka sampai tanggal 15 Oktober depan.

Sementara itu, sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalom Boboy menyatakan bahwa dari 4 pemain asing yang di punyai oleh Persib saat ini, yaitu Loco Gonzalez, Pablo Frances, Baihakki Khaizan, dan Shahril Ishak, baru dua pemain saja yang sudah disahkan oleh PT LI.

Mereka adalah Loco Gonzalez dan Pablo Frances. Sedangkan dua pemain asal Singapura belum melengkapi surat-surat administrasinya. Jika sampai hari selasa Persib belum dapat melengkapi surat-surat administrasi tersebut, maka kedua pemain terserbut tidak boleh bermain melawan Persela.

Untuk menghadapi laga perdana LSI musim kompetisi 2010/11 itu, rencananya Persib akan berangkat ke Lamongan besok pukul 10 pagi menggunakan pesawat dari Bandung ke Surabaya. Sesampainya di Surabaya, tim yang membawa seluruh pasukannya ini akan melanjutkan perjalanan ke Lamongan dengan menggunakan jalan darat.

Jovo Sangat Senang


“Saya sangat senang karena saya sekarang adalah pelatih dari Persib Bandung. Sebuah klub besar yang mempunyai supporter terbaik,” kata Jovo Cuckovic sesaat setelah ia memimpin latihan tim Persib Bandung pagi tadi di stadion Siliwangi.



Walaupun tidak begitu lancar berbahasa inggris, pria asal Serbia berusia 61 tahun ini tidak bisa menyembunyikan wajah senangnya ketika para wartawan mengerubunginya.

Jovo lalu mengatakan, ia sudah mempunyai Lisensi A UEFA sebagaimana yang disyaratkan oleh PT Liga Indonesia untuk bisa menangani klub di Liga Super.

“Saya sudah 25 tahun menjadi pelatih di Serbia. Beberapa pemain saya kini sudah banyak yang berhasil, seperti Javanovic yang kini di Liverpool, Marco Pantelic, mantan Ajax Amsterdam yang kini bermain di Olympiakos, dan banyak pemain lainnya,” ungkap Jovo.

Ketika ditanya tentang targetnya selama melatih Persib, Jovo tidak setuju jika target juara hanyalah targetnya sendiri. Menurutnya, target juara adalah target semua orang. Mulai dari supporter, pemain, pelatih dan pengurus.

“Tugas saya adalah melatih para pemain, dan menjaga supaya tim mempunyai komunikasi dan motivasi yang baik,” lanjutnya.

Maka elemen-elemen lainnya juga harus saling membantu sesuai perannya untuk menggapai target juara tersebut.

Jovo dan Shahril Resmi Bergabung


Direktur Utama PT PBB, H Umuh Muhtar menyatakan bahwa Jovo Cuckovic hari ini telah resmi menjadi pelatih kepala Persib Bandung untuk musim kompetisi 2010/11. Segala persyaratan administrasi sudah lengkap dan akan segera diurus ke PT Liga Indonesia.


“Kontrak untuk Jovo sudah disiapkan, administrasinya juga sudah lengkap, tinggal nanti diurus oleh Yudiana (sekretaris tim) di Jakarta,” kata H Umuh di stadion Siliwangi pagi tadi.

Terkait dengan nilai kontrak pelatih asal Serbia itu, H Umuh tidak mengungkapkan besarannya namun yang pasti Jovo dikontrak selama satu musim. Berdasarkan kabar dari kalangan dalam tim, Jovo di kontrak senilai 600 Juta per musim. Jauh lebih murah daripada harga Daniel Janackovic yang mencapai 1.4 miliar permusimnya.

“Alhamdulillah, akhirnya juga pengiritan,” canda H Umuh.

H Umuh Muhtar dan Jovo Cuckovic berjabat tangan setelah latihan pagi di Stadion Siliwangi, Bandung Senin (20/09).

Sementara itu, rekomendasi pelatih akan nasib 2 pemain seleksi yaitu Shahril Ishak dan Luis Pena, juga sudah masuk ke manajemen. Setelah melalui 2 hari pemantauan akhirnya Luis Pena harus dikembalikan ke agennya.

“Menurut rekomendasi dari pelatih, kebutuhan kita adalah 1 gelandang dan 1 pemain belakang, untuk itu Luis Pena akan kita kembalikan, sementara Sharil akan kita kontrak,” lanjut H Umuh.

Keputusan ini diambil bukan karena berdasarkan kualitas permainan dari Pena, namun karena kebutuhan tim. Dengan bergabungnya Shahril, maka Persib mempunyai 6 pemain gelandang dari kebutuhan 2 pemain setiap laganya.

Mereka adalah, M Agung Pribadi, Diaz Angga putra, Munadi, Hariono, Eka Ramdani, dan Shahril Ishak. Shahril sendiri mengaku bermain regular di semua posisi di lini tengah baik jika bermain di klub ataupun di timnas Singapura. Sehingga ia merasa fleksibel jika dibutuhkan bermain sebagai winger.

Zaenuri Hashim: Tindak Tegas Sikap Indisipliner


Komisaris Utama PT PBB Zaenuri Hasyim mengaku tidak senang terhadap kejadian yang terjadi di Cirebon sesaat sebelum manajemen memutuskan tim untuk kembali ke Bandung. Ia menyatakan bahwa selanjutnya Persib tidak akan menolelir segala bentuk indisipliner yang dilakukan oleh siapapun dalam tim. Hal ini diungkapkannya dalam konferensi pers tadi pagi (24/09) di mess Persib.

Komisaris utama PT. Persib Bandung Bermartabat H. Zaenuri Hasyim didampingi H. Umuh Muhtar dalam konferensi pers tadi Pagi (24/09) di mess Persib.

“Peraturan adalah peraturan. Kita akan bermusyawarah bersama untuk membuat peraturannya, namun jika semua sudah menyepakati, semua harus mentaatinya,” ujarnya dengan serius.

Mantan Pangdam III Siliwangi ini tidak ingin ada anak emas dalam tim. Semua pemain harus mendapatkan perlakuan yang sama. Untuk itu, ia menghimbau kepada seluruh personel dalam tim agar bertindak profesional.

Untuk kasus di Cirebon, Zaenuri tidak mau menilai siapa yang salah atau siapa yang menang, namun lanjutnya, hal-hal seperti ini tidak etis dilakukan dan tidak boleh lagi terjadi.

Jika ada masalah didalam tim, Zaenuri mengatakan pihak manajemen dan dirinya selalu membuka pintu untuk berdiskusi untuk mencari jalan keluar permasalahannya.

“Agar sermua diselesaikan dengan cara-cara yang baik. Kita orang Bandung harus punya etika yang tinggi,” tegasnya.

Tidak seperti yang terjadi sebelumnya. Kesan buruk akhirnya yang terbentuk di masyarakat, kesannya adalah pemain bisa membuat pelatih dipecat. Padahal tidak seperti itu.

Yang berhak mengangkat pelatih adalah manajer, yang berhak mengangkat pemain adalah pelatih. Bukan sebaliknya. Atas kejadian tersebut, manajemen akan memanggil para pemain dan tidak ada alasan untuk tidak menegur mereka yang tidak disiplin.

Zaenuri Hasyim lalu menyangkal jika disebutkan bahwa kejadian di ruang makan hotel Zamrud adalah hal yang menyebabkan Daniel Janackovic batal dikontrak. Ia menyatakan bahwa sikap Daniel yang tidak cocok dengan tim Persib.

Sikap-sikap Daniel seperti arogansi, tidak bisa berkomunikasi dengan tim, tidak mau mendengar masukan pemain, tidak harmonis dengan personel lainnya didalam tim, dan lain sebagainya menjadi pertimbangan utama. Sehingga untuk kepentingan Persib, langkah-langkah ini harus diambil.

“Untuk menggapai juara, tim Persib harus benar-benar solid, termasuk didalamnya sikap disiplin dari para personelnya,” lanjutnya.

Zaenuri Hashim: Tindak Tegas Sikap Indisipliner


Komisaris Utama PT PBB Zaenuri Hasyim mengaku tidak senang terhadap kejadian yang terjadi di Cirebon sesaat sebelum manajemen memutuskan tim untuk kembali ke Bandung. Ia menyatakan bahwa selanjutnya Persib tidak akan menolelir segala bentuk indisipliner yang dilakukan oleh siapapun dalam tim. Hal ini diungkapkannya dalam konferensi pers tadi pagi (24/09) di mess Persib.

Komisaris utama PT. Persib Bandung Bermartabat H. Zaenuri Hasyim didampingi H. Umuh Muhtar dalam konferensi pers tadi Pagi (24/09) di mess Persib.

“Peraturan adalah peraturan. Kita akan bermusyawarah bersama untuk membuat peraturannya, namun jika semua sudah menyepakati, semua harus mentaatinya,” ujarnya dengan serius.

Mantan Pangdam III Siliwangi ini tidak ingin ada anak emas dalam tim. Semua pemain harus mendapatkan perlakuan yang sama. Untuk itu, ia menghimbau kepada seluruh personel dalam tim agar bertindak profesional.

Untuk kasus di Cirebon, Zaenuri tidak mau menilai siapa yang salah atau siapa yang menang, namun lanjutnya, hal-hal seperti ini tidak etis dilakukan dan tidak boleh lagi terjadi.

Jika ada masalah didalam tim, Zaenuri mengatakan pihak manajemen dan dirinya selalu membuka pintu untuk berdiskusi untuk mencari jalan keluar permasalahannya.

“Agar sermua diselesaikan dengan cara-cara yang baik. Kita orang Bandung harus punya etika yang tinggi,” tegasnya.

Tidak seperti yang terjadi sebelumnya. Kesan buruk akhirnya yang terbentuk di masyarakat, kesannya adalah pemain bisa membuat pelatih dipecat. Padahal tidak seperti itu.

Yang berhak mengangkat pelatih adalah manajer, yang berhak mengangkat pemain adalah pelatih. Bukan sebaliknya. Atas kejadian tersebut, manajemen akan memanggil para pemain dan tidak ada alasan untuk tidak menegur mereka yang tidak disiplin.

Zaenuri Hasyim lalu menyangkal jika disebutkan bahwa kejadian di ruang makan hotel Zamrud adalah hal yang menyebabkan Daniel Janackovic batal dikontrak. Ia menyatakan bahwa sikap Daniel yang tidak cocok dengan tim Persib.

Sikap-sikap Daniel seperti arogansi, tidak bisa berkomunikasi dengan tim, tidak mau mendengar masukan pemain, tidak harmonis dengan personel lainnya didalam tim, dan lain sebagainya menjadi pertimbangan utama. Sehingga untuk kepentingan Persib, langkah-langkah ini harus diambil.

“Untuk menggapai juara, tim Persib harus benar-benar solid, termasuk didalamnya sikap disiplin dari para personelnya,” lanjutnya.

Selasa, 21 September 2010

Persib Daftarkan 23 Pemain


Sepekan sebelum Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 bergulir, Persib Bandung secara resmi mendaftarkan 23 pemainnya ke PT Liga Indonesia (PT LI). Dalam daftar nama pemain yang didaftarkan ke PT LI pada Senin (20/9) tersebut, termasuk penjaga gawang Dadang Sudrajat yang baru menandatangani kontrak kemarin.

"Setelah mendaftarkan keikutsertaan, kita juga mendaftarkan pemain ke PT LI. Untuk sementara, pemain yang sudah didaftarkan berjumlah 23," kata Sekretaris Tim Persib, Yudiana ketika dihubungi "GM", Senin (20/9).

Pernyataan Yudiana tersebut mengindikasikan kalau Persib masih memburu pemain tambahan. Dengan sudah direkrutnya Bucek, sapaan Dadang Sudrajat, Persib memang masih menunggu tambahan dua pemain asing, masing-masing satu pemain asing asal Asia dan satu pemain non-Asia.

Untuk satu pemain asing asal Asia, Persib sedang menunggu kehadiran kapten tim nasional Singapura, Shahril Ishak. Rencananya gelandang yang direkomendasikan Baihakki Bin Khaizan ini bakal tiba di Bandung, Selasa (21/9) ini.

"Jika Shahril kita rekrut, berarti kita tinggal mencari satu pemain asing lagi. Mungkin untuk memperkuat lini belakang," kata Manajer Persib, H. Umuh Muchtar.

Pertemuan manajer

Sementara itu, pada Senin (20/9), Umuh berkesempatan menghadiri acara pertemuan manajer yang digelar PT LI di Jakarta. Kehadiran Umuh pada acara ini memberikan sinyal kalau Persib tetap akan tampil di LSI 2010/2011. Namun sejauh ini belum diketahui hasil pertemuan manajer tersebut.

Sebelum menghadiri acara pertemuan manajer LSI 2010/2011, Umuh sempat memenuhi undangan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, yang mengadakan acara halalbihalal di kediamannya di Jakarta

Source: GM

Liga Permasalahkan Stadion Siliwangi


PT Liga Indonesia (Liga) mempermasalahkan kondisi Lapangan Stadion Siliwangi yang sudah tidak lagi rata. Panitia pelaksana masih diberikan kesempatan memperbaiki lapangan seminggu sebelum pertandingan kandang Persib pada 16 Oktober melawan Persiba Balikpapan. Jika dinilai tidak layak, panitia harus mencari alternatif stadion lain.

"Liga akan melakukan pemantauan kembali persiapan infrastruktur khususnya lapangan," ujar CEO Liga Joko Driyono, di sela-sela pertemuan manajer LSI, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Senin (20/9).

Joko mengatakan, Liga tidak mempermasalahkan penerangan lampu stadion. Lampu dinilai bukan masalah bagi Stadion Siliwangi, kendati belum memenuhi persyaratan insfrastruktur yakni 1.200 lux.

Manajer Persib Umuh Muchtar menuturkan, pihaknya tidak diberikan tembusan perihal lampu, karena untuk kondisi lampu diyakininya tidak terlalu bermasalah. Lampu masih bisa diperbaharui dengan cepat. Namun yang menjadi kendala, sama dengan yang diutarakan Liga, soal kondisi lapangan.

"Kami sudah mengajukan cadangan Stadion Si Jalak Harupat, tetapi baru bisa digunakan pada Desember mendatang karena sedang direnovasi. Jadi kami meminta keringanan kepada Liga untuk menjalani laga away pada enam pertandingan pertama Persib, sehingga masih ada cukup waktu untuk mempersiapkan stadion agar bisa dipergunakan di awal tahun," ujar Umuh.

Sementara itu, menjawab permintaan Umuh mengenai pertandingan tandang untuk enam laga pertama Persib, Joko mengaku tidak bisa mengabulkan, karena pergeseran jadwal lebih sulit dilakukan dari pada memindahkan pertandingan. "Karena LSI itu terdiri dari 18 klub, pergeseran satu jadwal tentu akan memengaruhi hampir semua jadwal pertandingan lainnya. Berbeda jika kompetisi hanya diikuti oleh empat klub saja," tutur Joko.

Joko menuturkan, dalam pertemuan manajer ada sekitar enam klub yang meminta perubahan jadwal. Empat klub, yakni Pelita Jaya Karawang, Bontang FC, Persisam Samarinda, Persiba Balikpapan memberikan alasan terkait pemilihan kepada daerah, sedangkan dua klub memberikan alasan perbaikan lapangan.

"Sejauh ini, tidak ada permintaan perubahan karena masalah teknis, seperti protes dari klub. Yang pasti jadwal pertandingan untuk 26 September hing

Source: PR

Bahan renunngan untuk pemain ( gaya mourinho )


Era baru Real Madrid telah dimulai. Para punggawa Los Blancos dipastikan harus segera membiasakan diri dengan sikap perfeksionis dan disiplin arsitek anyar, Jose Mourinho.

Menilik sukses yang diraih bersama Porto, Chelsea dan Inter Milan, tidak berlebihan rasanya menyebut Mourinho sebagai jaminan sukses. Setidaknya, itulah harapan manajemen Los Galacticos saat memutuskan merekrutnya sebagai suksesor Manuel Pellegrini, akhir musim 2009/2010 lalu.

Pelatih Portugal memimpin sesi latihan pramusim pertama El Real, Jumat (16/7/2010) pagi waktu setempat. Meski bertajuk latihan pertama, Mou sama sekali tidak berniat santai.

Marca melaporkan, mantan pelatih Inter Milan dan Chelsea memulai latihan di Valdebebas pada 9.10 pagi, atau 20 menit lebih awal dari yang dijadwalkan.

Latihan diikuti delapan pemain akademi El Real serta 10 pemain utama yang tidak ambil bagian pada perhelatan Piala Dunia 2010 lalu. Setelah perkenalan singkat, Mou memulai sesi latihan pertama selama 1 jam 40 menit.

Selain berlatih dengan bola, para pemain juga melakukan berbagai aktivitas fisik yang cukup menguras tenaga. Mou pun secara cermat mengamati aksi anak-anak asuhnya satu per satu dengan menggunakan monitor jantung.

Selama ini, Mourinho dikenal sebagai pelatih yang tak kenal kompromi dan menjunjung tinggi kedisiplinan. Pelatih 47 tahun tak segan-segan mencoret seorang pemain dari skuad jika memang melanggar aturan yang diterapkan. Mou pernah melakukannya terhadap striker belia Mario Balotelli serta Adriano Leite, kala masih bersama Nerazzurri.

Kini, bersama pasukan Los Blancos, Mou tampaknya tidak akan mengubah sikapnya itu. Tidak peduli berapa banyak pemain bintang yang memperkuat skuad.

Sedikitnya, Mou punya lima aturan dasar yang wajib dipatuhi seluruh punggawa El Real. Iker Casillas dkk tidak punya pilihan lain kecuali mematuhi aturan tersebut, jika ingin mendapatkan posisi reguler di starting XI Los Galacticos.

Berikut kelima aturan The Special One sebagaimana diberitakan Marca, Sabtu (17/7/2010):

1. Tidak ada kata terlambat saat latihan

Mourinho berharap seluruh pemainnya datang tepat waktu setiap menjalani sesi latihan. Terlambat satu menit saja, jangan harap bisa mengikuti sesi latihan tim di Valdebebas. Mereka yang terlambat dipersilahkan melakoni latihan seorang diri.

2. Ketepatan waktu juga berlaku saat hendak melakoni laga

Semua pemain diharapkan sudah siap di depan hotel dan berangkat menuju tempat pertandingan sesuai jadwal yang ditetapkan. Terlambat datang? Silahkan berangkat sendiri ke stadion.

3. Latihan intens 90 menit

Mourinho mewajibkan semua anak asuhnya melakukan latihan fisik intens selama 90 menit dalam setiap sesi latihan.

4. Pemain yang cedera datang lebih awal

Jika merasa kurang fit ataupun mengalami cedera, pemain harus datang satu jam lebih awal ke Valdebebas untuk diperiksa oleh dokter tim. Nantinya, dokter lah yang akan memberitahukan Mou tentang kondisi pemain. Mou tidak akan menerima permintaan latihan ringan bagi pemain pada menit-menit terakhir.

5. Ponsel dilarang berbunyi setiap berada di bus

Memang tidak berhubungan langsung dengan performa pemain. Tapi, Mou melarang keras para pemainnya membunyikan ponsel saat berada di dalam bus. Mereka boleh menyalakan ponsel, namun harus dalam kondisi silent.

Source: SM

Bukan Masalah Disiplin


Setelah hampir seluruh pemain bungkam ketika diminta komentarnya terhadap masalah internal dengan pelatih Persib Daniel Darko Janackovic, sedikit demi sedikit pemain bisa terbuka terhadap media. Ditemui wartawan setelah latihan pagi (21/10), Siswanto dan Gilang mencoba berbagi tentang masalah yang terjadi di Persib saat ini, khususnya sektor pelatih.


Gilang menuturkan bahwa masalah utama dari konflik ini bukan masalah pemain yang tidak mau disiplin di saat latihan, namun kurang komunikasinya Daniel terhadap pemain.

“Sekeras apapun latihan, bagi saya tidak ada masalah, saya pemain professional dan saya akan selalu siap. Tapi di luar lapangan, seharusnya pelatih bisa melakukan pendekatan dengan pemain,” ungkap pemain bernomor punggung 12 ini.

Begitu juga Siswanto, ditemui terpisah, ia mengungkapkan bahwa selama latihan ini ia tidak pernah merasa ada masalah dengan pelatih, namun selayaknya seorang pelatih tidak memperlakukan pemain seperti atasan kepada bawahannya, tapi layaknya kakak yang membimbing adiknya.



Siswanto diberikan instruksi oleh Daniel dan Jovo saat pemusatan latihan di Cirebon



“Keinginan pemain adalah selalu memberikan yang terbaik untuk Persib, baik itu disaat pertandingan maupun dalam latihan. Namun sayangnya, kedekatan pelatih kepada pemain dirasa kurang.” ujar Siswanto.

Ia pun menambahkan, Daniel seharusnya bisa mengerti, kalau pemain masih mencoba beradaptasi dengan gaya kepelatihannya.

“Program latihannya menurut saya bagus dan bagi saya disiplin itu perlu, namun pelatih menyamakan budaya di eropa dengan budaya Indonesia yang menurut saya sangat berbeda. Sebetulnya tidak masalah bagi pemain, hanya ia harus mengerti kalau kita pun harus beradaptasi bertahap, tidak bisa langsung.” ungkapnya dengan bawaannya yang tenang.

Di akhir wawancara Siswanto menegaskan bahwa Penyesuaian tidak hanya dilakukan oleh pemain, tapi juga pelatih harus dapat menyesuaikan diri secara bertahap di segala aspek. Dari budaya keras di eropa ke budaya Indonesia yang mengusung kebersamaan, musyawarah dan toleransi.

Abdul Rahman Menuju Pelita


Kontrak yang tidak kunjung didapat dari Persib sampai malam tadi, membuat pemain bertahan Abdul Rahman meninggalkan mes Persib untuk bergabung dengan Pelita Jaya Karawang. Faktor kesempatan untuk menjadi pemain inti di Pelita membuat ia lebih memilih meninggalkan Persib.


Abdul Rahman, bernomer punggung 19, bersama Persib Bandung di ajang pra-musim IIC

“Saya akan bergabung dengan Pelita. Pertimbangannya adalah kesempatan untuk bermain di tim inti disana lebih besar daripada di Persib,” tulis Abdul Rahman melalui pesan singkat.

Abdul Rahman termasuk pemain yang sangat sabar selama berlatih di Persib. Dari mulai saat pertama berlatih musim ini ia sudah hadir di lapangan. Bahkan ketika ia tidak masuk daftar 22 pemain pertama yang menandatangani kontrak, ia masih terus berlatih.

Namun karena belum mendapatkan kepastian dari Persib, malam tadi ia berangkat ke Pelita setelah disusul oleh perwakilan mereka.

“Saya juga sudah pamit ke Pak Haji Umuh. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas sambutannya selama bergabung dengan Persib, dan semoga sukses buat Persib,” lanjut pemain muda bertinggi 190 cm tersebut.

Padahal, menurut kabar yang beredar, manajemen juga sudah mempersiapkan draft kontrak untuk Abdul Rahman.

Kembali Berlatih


Setelah mogok latihan dan pulang lebih awal dari pemusatan latihan di Cirebon kemarin, sore ini, Persib kembali berlatih tanpa kehadiran Pelatih Daniel Darko Janackovic dan asistennya Jovo Cuckovic di Stadion Persib. Latihan dipimpin langsung asisten pelatih Robby Darwis. Latihan sendiri diikuti oleh hampir seluruh pemain, kecuali Esteban Viscarra, yang tidak diketahui keberadaanya.


Persib kembali berlatih di Stadion Persib, Senin (20/09), setelah pemusatan latihan di Cirebon.

Latihan dilaksanakan dengan game internal, formasi 4-4-2 tetap dipertahankan Robby, tim berompi diisi oleh Markus, Isnan, Maman, Nova, Baihakki, SIswanto, Munadi, Hariono, Atep, Gonzalez, Rahmat Afandi. Dan tim tanpa rompi diisi oleh Cecep, Gilang, Abdul Rahman, Yudi, Wildansyah, Jejen, M. Agung, Dias, Rendi, Pablo dan Airlangga. Sementara Eka Ramdani masih berlatih ringan di pinggir lapangan karena kondisinya masih belum terlalu fit.

Dalam wawancara pasca latihan, kepada para wartawan Robby mengatakan bahwa para pemain professional, sudah tidak ada masalah.

“Pemain sudah terlihat enjoy berlatih dan kita fokus berlatih untuk persiapan ke liga yang sebentar lagi akan dimulai,” kata Robby.

Hari ini, sebelum latihan, tiga pemain resmi diikat kontrak oleh Persib yaitu Dadang Sudrajat, Baihakki Khaizan, dan Eka Ramdani. Sementara kontrak Abdul Rahman masih menunggu keputusan dari manajemen Persib.

Cerita Sebenarnya


Sampai hampir tengah malam ini, orang yang paling dicari wartawan di Bandung adalah Markus Haris Maulana. Dan setelah para pemain Persib datang ke mess Persib Jalan Ahmad Yani, Bandung, Markus bersedia menceritakan semuanya kepada wartawan, apa alasan Persib pulang lebih awal dari jadwal awal TC di Cirebon. Berikut penjelasan penjaga gawang utama tim nasional Indonesia tersebut.


Tim Persib meninggalkan Hotel Zamrud, Cirebon untuk pulang ke Bandung Minggu malam (20/9).

Pemain sudah tidak cocok dengan pelatih.

Dia hanya mau semua berjalan seperti cara dia sendiri, kita kan seharusnya kompak. Selain pelatih, pemain harus didengar juga suaranya, apalagi kita sama-sama baru bekerja bersama, istilahnya harus ada pendekatan terlebih dahulu. Selain kemauan dia juga kemauan pemain harus diperhatikan.

Dia juga suka marah-marah ke pemain, pemain minta pendapat malah di jawab “kamu saja jadi pelatihnya”.

Dia buat peraturan, ya ok. Disiplin, boleh. Yang penting pemain bertanggung jawab di lapangan. di timnas juga seperti itu. namun dia terlalu berlebihan. Hampir handphone disita, namun kita tolak, untuk yang sudah punya istri misalnya ada apa2 bagaimana?

TC ini benar-benar seperti di penjara. kita sampai tidak oleh keluar kamar.

Sebelumnya ada kasus jovo telat datang ke bus waktu mau latihan, ia dulu pernah mengatakan yang telat akan ditinggal, tapi mungkin karena ia temannya, ia suruh tunggu, jika pemain yang telat pasti sudah ditinggal.

Lalu di lapangan, waktu itu Munadi sakit, namun pelatih ingin Munadi main, lalu dokter mengatakan bahwa kondisinya tidak memungkinkan, ia malah mengatakan ke dokter “kamu saja yang main”.

Kejadian pada makan siang itu puncaknya. Tapi intinya bukan hanya masalah yang siang tadi, namun akumulasi dari semuanya.

Setelah makan siang itu semua pemain sepakat tidak mau dia melatih. Memang sebelumnya tidak ada moment, dan kebetulan ada momentum seperti makan siang tadi. Kita bukan mogok, tapi sudah tidak mau dia melatih dan sudah berbicara dengan manajer.

Tadi pertemuan antara pelatih Daniel dengan Nova sebagai perwakilan pemain terjadi lumayan lama dan banyak yang dibicarakan, namun intinya dia ingin para pemain latihan lagi, namun pemain tetap tidak mau latihan. Lalu dia mengancam kalau tidak mau latihan dia akan ngomong ke presiden. Entah siapa yang dia maksud dengan presiden. Kalau direktur utama, itu kan berarti Pa Haji Umuh.

Sewaktu saya di timnas saya mendengar ia pernah menyebutkan kekalahan di palembang karena ada pemain yang sengaja mengalah, ya tidak seperti itu, itu ia hanya membela diri dan mengkambing hitamkan pemain. Masalah kekalahan di palembang harusnya sudah tinggalkan, ini malah selalu diungkit-ungkit. Kita malah tegang.

Saya baru pertama kali menemukan pelatih asing seperti ini. Dari mana ia asalnya juga kita kan tidak tahu, kita masih buta akan pelatih ini. Jika ia memang pelatih bagus seharusnya wartawan juga sudah tahu.

Kedepannya mungkin pelatih diganti, sedangkan Jovo mungkin dipertahankan. Secara kualitas melatih, memang Jovo sepertinya lebih tahu. Latihannya pun lebih bervariasi.

Saya rasa jika ada pergantian pelatih saat ini belum terlambat. Apalagi melihat kualitas para pemain seperti ini tinggal menyiapkan strategi. Nanti juga akan ada Shahril, kita semua tahu bagaimana ia di timnas singapura.

Kita harapkan jovo-robby jadi. Dari pada kita pertahankan ini semua sementara situasi tim sudah seperti ini, akan susah. Sudah tidak nyaman.

Intinya pemain merasa tidak cocok dengan pelatih. dengan sikapnya yang tidak dekat dengan pemain. jika ada ide dari pemain dia tidak mau menerima. Itu cerita yang sebenarnya.

Minggu, 19 September 2010

Persib Pulang Lebih Awal


Awalnya ada pertemuan antara pelatih Daniel Janackovic dan penterjemahnya Ino, dengan perwakilan pemain, Nova Arianto. Lalu pertemuan kedua berlangsung antara Ino, Nova, dengan wakil manajer, H Dedi serta asisten pelatih Robby Darwis. Pertemuan awal memutuskan Persib tidak latihan sore ini, dan pertemuan memutuskan Persib pulang malam ini.



Bus Persib Bandung yang mengangkut pemain seusai latihan kemarin di Cirebon. Persib direncanakan akan pulang malam hari ini (19/10), lebih awal dari rencana jadwal sebelumnya.



Ketika dicegat para wartawan sesaat setelah keluar dari ruangan Cikuning hotel Zambrud, Nova Arianto menolak untuk berbicara banyak.

“Yang pasti kita pulang malam ini, untuk yang lainnya tanya saja kepada Pak Wakil Manajer,” ujarnya sambil berjalan ke hotel.

Dua menit kemudian H. Dedi keluar dari ruangan bersama Robby Darwis. Seperti yang diucapkan oleh Nova sebelumnya, H Dedi pun tidak berani untuk berbicara banyak.

“Memang benar, kita akan pulang jam 7 malam ini, untuk alasannya biar saja nanti di Bandung lewat manajer H Umuh Muhtar,” ujar H Dedi Firmansyah.

Ia menyangkal jika kepulangan ini disebabkan oleh tidak diijinkannya Persib beruji coba selama di Cirebon. H Dedi juga menyangkal jika ada masalah yang terjadi didalam tim.

“Memang kita rencananya baru pulang hari selasa, namun manusia hanya bisa merencanakan. Keputusan bersamanya malam ini kita pulang ke Bandung. Biar selanjutnya nanti bisa menghubungi manajer di Bandung,” tutupnya.

Pemain Mogok Latihan


Sikap otoriter dari Pelatih Daniel Janackovic kepada para personel di tim Persib tampaknya menjadi bumerang bagi kebersamaan tim. Padahal tujuan diadakannya pemusatan latihan di Cirebon adalah untuk membina kebersamaan diantara tim.




Pelatih Persib, Daniel dan assiten pelatih Persib, Jovo tengah memberikan instruksi kepada Siswanto pada sesi latihan sore kemarin di Cirebon



Mungkin pelatih Daniel lupa, selain untuk kebersamaan antar para pemain, di tim Persib juga ada personel-personel lain seperti manajemen tim, tim pelatih, dan para official. Semuanya layaknya dianggap sebagai satu kesatuan, dan sikap toleransi sebaiknya diterapkan demi kebersamaan tersebut.

Sebelum berangkat latihan pukul 14.00 hari sabtu kemarin. Asisten pelatih Jovo Cuckovic sempat tidak setuju dengan keputusan Daniel yang memberangkatkan para pemain terlalu siang.

Jovo menganggap lebih baik tim berangkat pukul 15.30 seperti biasanya sebab laga uji coba dengan klub lokal tidak jadi dilaksanakan karena tidak mendapatkan ijin dari kepolisian. Namun dengan sifat keras kepalanya, Daniel tetap memerintahkan tim untuk berangkat siang itu. Imbasnya, beberapa pemain mengalami kelelahan otot akibat over training sebelum latihan game selesai.

Beberapa kejadian ketidakharmonisan juga dirasakan oleh wakil manajer dan official terhadap pelatih Daniel. Namun mereka menolak untuk mempublikasikannya.

Bahkan jadwal latihan sore ini di stadion Bima terancam batal dilakukan karena para pemainpun tampaknya melakukan mogok latihan. Tidak ada seorangpun yang keluar kamarnya.

Sampai pukul 4 sore ini, masih terjadi pembicaraan antara perwakilan pemain, yaitu Nova Arianto dengan pelatih Daniel di ruangan makan tim Persib.

Jika sudah tidak ada keharmonisan antara pelatih dan pemain, ini akan bahaya untuk masa depan Persib Bandung.

DDJ Berharap Seminggu Lagi di Cirebon


Setelah dua hari pemusatan latihan di Cirebon, pelatih Daniel Janackovic mengaku cukup puas dengan segala fasilitas penunjang bagi tim Persib Bandung. Ia malah mengharapkan Persib bisa kembali lagi kesini dan berlatih selama seminggu lagi. Hal ini diungkapkannya setelah latihan game pada hari sabtu kemarin.



“Saya cukup puas dengan kondisi disini, kualitas lapangan (stadion Bima) sangat bagus, demikian pula dengan hotel dan juga fasilitas lainnya. Saya mengharapkan kita bisa kembali kesini dan berlatih selama seminggu,” ujar Daniel Janackovic.

Selain faktor lapangan, faktor cuaca di Cirebon juga dikatakan Daniel sangat mendukung program pelatihan yang dibuatnya. Selama di Bandung, Daniel kerap kesulitan menerapkan pola pelatihannya karena lapangan yang licin setelah diguyur hujan. Bahkan satu kali latihan Persib di lapangan Brigif Cimahi terpaksa dibatalkan.

Jika di Bandung hampir setiap hari diguyur hujan, di Cirebon cuaca selalu cerah. “Di Bandung dingin dan kerap hujan, disini tidak pernah hujan walau sedikit panas,” jawab Daniel sambil sesekali mengipasi mukanya.

Cuaca cirebon yang panas juga mendapatkan perhatian dari asisten pelatih Robby Darwis. Menurutnya, hal ini memudahkan pemain dalam hal melakukan proses aklimatisasi.

“Cuaca disini bisa juga menjadi persiapan tim untuk menghadapi pertandingan tandang ke Lamongan dan Sidoarjo. Karena di kedua kota tersebut temperaturnya tidak berbeda jauh dengan disini,” kata Robby.

Namun sayang, seperti yang sudah diketahui, Persib harus kembali ke Bandung pada hari selasa depan karena harus menghadiri acara launching tim pada hari rabunya. Setelah itu pada tanggal 26, tim juga harus segera berangkat menuju Lamongan untuk menghadapi partai pertama di LSI musim ini.

Sehingga harapan Daniel untuk bisa berlatih di Cirebon seminggu lagi tampaknya akan sulit terwujud.

Bus Persib Dihadang Gangster


Bus Persib yang dibawa dari Bandung dilempar batu oleh 4 pemuda cirebon yang merupakan anggota gangster sesaat setelah bus berbelok ke Hotel Zambrud tempat tim menginap. Saat itu tim Persib baru saja selesai melakukan latihan sore di stadion Bima.


Bus Persib melintasi jalanan di Cirebon

Para gangster itu sudah menunggu di ujung jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, dan tepat setelah bus berbelok menuju hotel, mereka langsung melempar bus dengan batu dan langsung kabur. Untungnya, batu yang dilempar tidak sampai membuat kaca bus sebelah kanan tersebut pecah.

Setelah kejadian tersebut, para bobotoh yang tepat berada di belakang bus langsung mengejar 4 pemuda yang menggunakan 2 buah motor tersebut.

Dan akhirnya para pelempar tersebut dapat dikejar. Setelah di tanya, ternyata ke-4 pemuda yang ditaksir berusia belasan tersebut adalah anggota geng motor.

Kejadian ini lalu hanya diselesaikan saat itu juga dan tidak sampai dilaporkan ke pihak berwajib.

4 pemain Tidak Fit


4 pemain malam ini tercatat tidak dalam kondisi fit untuk berlatih penuh. Nova Arianto, Munadi, Atep, dan Siswanto tidak dapat menyelesaikan latihan game 2 babak yang dilakukan oleh Persib sore tadi di stadion Bima, Cirebon. Mereka lalu diperiksa oleh dokter tim Rafi Ghani.


Siswanto mengalami kelelahan otot akibat overtraining

“Nova mengalami memar di bagian belakang mata kaki sebelah kanannya. Munadi menderita demam, sedangkan Atep dan Siswanto mengalami kelelahan otot,” ujar dokter Rafi di Hotel Zamrud.

Ia lalu melanjutkan, untuk cedera yang dialami oleh Nova dan Munadi, mereka membutuhkan waktu penyembuhan sekitar sehari atau lebih, tergantung daya recovery dari masing-masing pemain. Sedangkan untuk Siswanto dan Atep, keduanya sepertinya sudah dapat berlatih ringan kembali esok pagi.

“Untuk Atep dan Siswanto, mereka kemungkinan bisa segera ikut berlatih besok, mereka hanya membutuhkan istirahat yang cukup. Cedera mereka disebabkan oleh over training,” jelasnya.

Pada latihan game sore tadi, dokter Rafi sempat berargumen dengan pelatih Daniel tentang kondisi Munadi. Sebelumnya, Munadi harus digantikan oleh Agung Pribadi sebelum babak pertama usai.

Setelah diperiksa oleh dokter Rafi, suhu badan Munadi ternyata panas. Namun pada babak kedua, pelatih Daniel sempat menginstruksikan kepada Munadi untuk kembali masuk lapang karena beberapa pemain terlihat tidak dapat melanjutkan pertandingan.

Melihat hal tersebut, dokter Rafi langsung mengintervensi keputusan pelatih dengan pertimbangan kesehatan Munadi yang tidak memungkinkan.

Cuaca di Cirebon saat ini memang sangat berbeda dengan di Bandung. Jika beberapa hari sebelum berangkat, Bandung tiap hari diguyur hujan, maka disini cuaca sangat panas.

Jumat, 17 September 2010

NOMOR PUNGGUNG PEMAIN PERSIB 2010-2011


Kiper : -81 Markus Haris Maulana,
-55 Cecep Supriatna.

Belakang : -30 Nova Arianto,
-5 Maman Abdurahman,
-87 Yudi Khoerudin,
-6 Baihakki Bin Khaizan,
-4 Wildansyah,
-25 Isnan Ali,
-12 Gilang A.K

Tengah : -16 Munadi,
-24 Hariono,
-8 Eka Ramdani,
-7 Atep,
-22 Siswanto,
-26 Dias Angga,
-10 Rendi Saputra,
-13 M. Agung Pribadi,
-21 Jejen.

Depan : -9 Airlangga,
-99 Christian Gonzales,
-17 Rahmat Affandi,
-20 Pablo Frances.

Njanka Siap ke Persib, Belum Tandatangan Kontrak Dengan Arema


Guna memantapkan pertahanan di lini belakang, Persib Bandung berencana mendatangkan bek asal Kamerun Pierre Njanka. Manajemen Persib tengah melakukan pendekatan kepada Njanka. Pemain yang musim lalu berkostum Arema Indonesia ini memang sejak awal sudah diplot Persib untuk... mengisi skuad musim 2010/2011 nanti. Namun, pelatih Daniel Darko Janackovic saat itu mengaku tidak mengenal Njanka.

“Kemarin kita sudah kontak dengan Njanka dan katanya dia siap ke Persib. Saat ini dia belum tandatangan kontrak dengan Arema karena masih menunggu tawaran dari tim lain. Semoga saja bisa jadi,” kata sumber dari manajemen Persib, Kamis (16/9/2010).

Sumber tersebut menyatakan, jika jadi, Njanka akan diseleksi oleh pelatih Darko. Namun, melihat performa Njanka yang gemilang saat membawa Singo Edan juara musim lalu, seharusnya tidak ada persoalan dalam perekrutan Njanka.

“Semoga saja semua pihak bisa menerima. Apalagi kuota pemain asing non- Asia kita masih tersisa satu. Kalau ditolak, berarti kita cari lagi yang lain,” pungkasnya.

LAUNCHING TEAM PERSIB 2010/2011


@Stadion siliwangi-Bandung: Rabu, 22 september 2010 pukul 15.00-18.00 WIB

Launching Ceremonial: Launching pemain & Kostum PERSIB musim 2010/2011

Launching Of: Official PERSIB Website - Apparel Merchandise

Launching: PERSIB Card & PERSIB Handphone

Exhebition Match: PERSIB ISL 2010/2011 vs PERSIB U-21. PERSIB ISL 2010/2011 vs PERSIB Legend.

HTM:

UTARA: Rp.5000// TIMUR: Rp.7.500// VIP SAMPING UTARA: Rp.7.500// VIP SAMPING SELATAN: Rp.10.000// VIP UTAMA: Rp.15.000// SELATAN: Dipakai Untuk Panggung

Ket:Pemesanan Tiket Launching PERSIB ISL 2010/2011 Bisa Di Pesan Di Stadion PERSIB Sidolig Jl.Ahmadyani (toko real supporter)
Pemesanan mulai sekarang diberlakukan. HATUR NUHUN.

By: PENGURUS VIKING SAD-SER (SADANG-SERANG) PERSIB CLUB.

Wawancara Bersama Daniel Janackovic

2 Kali Uji Coba Selama Di Cirebon


Akhirnya sekitar pukul 8 pagi ini tim Persib Bandung bertolak ke kota Cirebon untuk menjalankan pemusatan latihan yang rencanya akan berlangsung selama 4 hari saja. Dengan menggunakan bus, rombongan Persib mengikut sertakan 22 pemain, sedangkan 4 pemain lainnya direncanakan akan segera menyusul.




Pelatih Daniel Janackovic membawa tim ke Cirebon untuk melakukan TC selama 4 hari



Dalam rombongan 22 pemain tersebut tampak pula 3 pemain yang masih belum menandatangani kontrak bersama Persib, mereka adalah penjaga gawang Dadang Sudrajat, bek Abdul Rahman, dan gelandang Esteban Viscarra. Sedangkan 4 pemain yang akan menyusul adalah Markus Haris, Eka Ramdani, Baihakki Khaizan, dan Shahril Ishak.

Markus Haris dan Eka Ramdani kabarnya baru akan berangkat siang ini dari Bandung sebab mereka harus memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter terlebih dahulu. Sedangkan Baihakki dan Shahril harus menyelesaikan kewajiban wajib militer di negaranya dan baru akan bergabung dengan tim dalam beberapa hari kedepan. Namun ada kabar berhembus bahwa duo Singapura ini sudah bisa mendarat di jakarta pada siang ini.

Persib rencananya akan berada di Cirebon sampai selasa malam, dan selama berada di kota udang tersebut, pelatih Daniel janackovic sudah memerintahkan staff pelatihnya untuk mengagendakan pertandingan uji coba selama dua kali.

“Disana kita rencananya akan mengadakan pertandingan persahabatan pada esok hari dan pada tanggal 20 depan,” ungkap Daniel janackovic sesaat sebelum dirinya masuk kedalam bus Persib.

Namun untuk lawan tandingnya, ditemui secara terpisah, asisten pelatih Robby Darwis mengatakan belum mendapatkan kepastian perihal tim yang akan menjadi lawan mereka. Sebelumnya sudah ada pembicaraan dengan 3 tim divisi utama namun mereka akhirnya menolak dengan alasan yang berbeda.

“PSB Bogor mengatakan tidak dapat memenuhi undangan kita untuk beruji coba di cirebon karena waktu yang terlalu mendadak. Persiku Kudus juga awalnya mengajak beruji coba, namun waktunya tidak ketemu karena saat ini mereka sedang dalam progran pelatihan fisik. Satu tim lagi awalnya adalah Pro Titan, mereka tadinya sempat melakukan TC di Cirebon namun saat ini mereka sudah kembali ke Medan,” jelas Robby.

Untuk itu Robby dan staf pelatih lainnya masih akan mengusahakan untuk mendapatkan tim lain yang bisa diajak beruji coba. Beberapa alternatifnya yaitu Persik Kuningan dan Persipasi Bekasi. Jika pertandingan persahabatan ini jadi digelar, kemungkinan besar pertandingan akan diadakan di stadion Bima yang mempunyai kualitas lapangan yang bagus.

Persib TC Di Cirebon


Rencana Persib untuk melakukan pemusatan latihan (Training Center) di Cirebon yang sempat dibatalkan, akhirnya jadi dilaksanakan. Tim Persib dijadwalkan akan berangkat ke Cirebon besok pagi (17/9). Hal ini diputuskan setelah adanya pembicaraan antara pelatih Daniel Janackovic dengan manajer H Umuh Muhtar yang sedang berada di luar kota melalui sambungan telefon.

Sebelumnya, pelatih Daniel Janackovic pernah mengungkapkan keinginannya untuk menjalankan program TC diluar kota sebagai upaya mempererat kebersamaan antar personel di dalam tim Persib.

“Saya harap kita punya 1 minggu persiapan, dimana seluruh tim berkumpul bersama, makan, tidur, latihan, rapat dan lain sebagainya, untuk menyatukan semangat seluruh tim,” ujar Janackovic sebelum dirinya mudik ke Prancis beberapa hari lalu.

Harapannya, pada pemusatan latihan ini tim Persib Bandung akan fokus pada dua pertandingan awal yang krusial yaitu melawan Persela Lamongan (28/9) dan Deltras Sidoarjo (2/10) dikandang mereka.

Seluruh pemain, termasuk Esteban Viscarra juga akan diikut sertakan. Namun duo Singapura, yaitu Baihakki Khaizan dan Shahrir Ishak sepertinya tidak bisa ikut karena masih berada di negaranya untuk mengikuti wajib militer.

Persib akan berada di Cirebon sampai sekitar tanggal 20 atau 21 September karena besoknya Persib akan langsung melakukan acara launching tim di Stadion Siliwangi, Bandung. Belum diketahui, selama di Cirebon apakah Persib akan merencanakan pertandingan uji coba atau tidak.

Persib Akan Melakukan Pertandingan Persahabatan


Menghadapi Liga Super Indonesia yang rencananya akan dimulai tanggal 26 September 2010, maka Persib Bandung memerlukan beberapa ujicoba untuk menguji kemampuan dan kekompakan para pemainnya. Daniel Janackovic selaku pelatih Persib sendiri mengisyaratkan bahwa Persib akan melakukan ujicoba dengan tim yang masih belum disebutkan namanya.


Dalam wawancara pasca latihan kamis 16 September 2010, Daniel mengatakan bahwa lawan yang akan dihadapai Persib adalah tim yang berasal dari First Division Indonesia.

Pertandingan sendiri akan digelar antara 18 dan 21 September atau 19 dan 22 September 2010. Belum jelas apakah pertandingan ini termasuk pertandingan saat lounching Persib tanggal 22 September.

Mengenai Training Center (TC), Daniel mengatakan bahwa hal tersebut akan diberitahukan keputusannya setelah latihan Jumat besok. Menurut kabar yang beredar, Persib akan melakukan TC di Cirebon atau Subang.

Janackovic: Viscarra, Why Not?


Daniel Darko Janackovic akhirnya kembali melatih Persib Bandung di hari Kamis ini 16 September 2010. Daniel mengaku, dirinya melakukan perjalanan singkat 5 hari dan dipotong waktu terbang ke Perancis 24 jam satu kali perjalanan.


Walaupun melakukan perjalanan yang melelahkan, namun Daniel mengaku dirinya baik-baik saja ketika ditanyakan kabarnya oleh wartawan dalam wawancara pasca latihan.

Dalam wawancara tersebut, Daniel membeberkan masa depan Abdul Rahman di Persib. Daniel mengatakan bahwa harga Abdul Rahman terlalu mahal untuk pemain dengan kapasitas skill seperti itu.

“Kita harus menyesuikan budget, kadang2 ada pemain yg terlalu mahal dibandingkan skillnya,” ujar Daniel.

Sedangkan tentang Viscarra yang tiba-tiba ikut berlatih hari ini, Daniel dengan enteng bertanya kepada wartawan: “Mengapa tidak.”

Baihakki Akan Bawa Shahril Ishak


Baihakki Khaizan direncanakan akan segera datang ke Bandung dan mengajak temannya di tim nasional Singapura, Shahril Ishak. Hal ini dikatakan oleh pelatih Persib, Daniel Janackovic pasca latihan pagi di lapangan UPI, Kamis 16 September 2010.


Dikatakan Ishak merupakan kapten timnas Singapura. Pemain kelahiran 1984 ini merupakan pemain tengah dan pernah membawa Singapura juara Tiger Cup 2005, ASEAN Football Championship 2007. Ishak juga merupakan pemain Singapura untuk ajang Sea Games 2005 dan Asian Games 2006.

Pada tahun 2008, Ishak merupakan nominator pemain terbaik Asia versi AFC.

Profil Singkat:
Nama: Shahril Ishak
Tgl Lahir: 23 January 1984
Negara: Singapura
Tinggi: 173Posisi: Pemain Tengah

Klub:
Young Lions 2003-2006
Home United 2007

Jovo: Motivasi Adalah Kunci Juara


Dalam latihan Selasa kemarin. 15 September 2010, assisten pelatih Persib Bandung Jovo Cuckovic ditemani Robby Darwis dan Anwar Sanusi kembali melatih pemain untuk melakukan umpan silang. Hal ini dikarenakan para pemain Maung Bandung masih perlu terus melakukan pembenahan di bagian ini.


Jovo sendiri mengatakan bahwa latihan umpan silang ini harus terus diulang supaya bisa terus membaik. Assisten asal Serbia ini mengatakan bahwa umpan silang para pemain Persib hari Rabu tersebut lebih baik dari hari-hari sebelumnya.

“Dua puluh hari sebelumnya, banyak sekali crossing dari pemain yang jelek, kurang baiknya control saat menerima bola, dan banyak sekali masalah lainnya, namun sekarang cukup bagus,” ujar Jovo.

Jovo kemudian menerangkan bahwa salah satu sebab membaiknya teknik pemain Persib adalah adanya motivasi pemain untuk berbuat lebih baik lagi. Jovo meneragkan bahwa motivasi ini sangat penting untuk bisa menjadi seorang juara.

“Motivasi yang positif merupakan syarat menjadi seorang juara. Kita harus bisa bekerja lebih keras untuk menjadi juara. Bukan hanya di sepakbola, motivasi merupakan aspek psikologi yang juga penting bagi pekerjaan lainnya,” papar Jovo.

Rabu, 08 September 2010

Dede Yakin Persib Juara


Meski sempat mengecewakan saat tampil di Inter Island Cup (IIC) 2010, Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf mengaku tetap optimis musim ini Persib Bandung bakal meraih gelar juara Liga Super Indonesia 2010/2011. Pasalnya, IIC lalu belum bisa dijadikan patokan untuk menghadapi LSI mendatang.

"Kita harus tetap optimis musim ini Persib juara. Dan, Persib harus bisa juara," tegas Dede di sela-sela acara buka puasa bersama Viking Fans Club di Gedung New Majestic, Jln. Braga, Selasa (7/9).

Dede menganalogikan, Indonesia bisa merdeka dari tangan pejajah meski hanya dengan menggunakan bambu runcing. Padahal saat itu, penjajah telah menggunakan senjata yang cukup canggih di zamannya. "Sekalipun hanya memakai bambu runcing, toh bangsa kita saja bisa merdeka. Kenapa Persib tidak bisa," ujar Dede.

Dede mengaku optimis setelah pelatih Persib Bandung, Darko Daniel Janackovic mulai melunak dengan manajemen. Darko dinilainya akan mematuhi segala ketentuan yang berlaku yang dibuat manajemen Persib. Terlebih, Dede menilai Darko memiliki kemampuan mengevaluasi tim.

Kekalahan saat menghadapi Sriwijaya FC di IIC 2010 lalu, dinilainya hanya penempatan pemain yang kurang pas. "Secara keseluruhan tim Persib saat ini sudah bagus, hanya persoalan penempatan posisinya saja yang masih harus dibenahi dan dilatih lagi. Sebelum Liga Super dimulai, saya optimis semua kelemahan itu sudah dibenahi pelatih," ujar Dede.

Source: GM